Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

6 WNI Relawan Pro Palestina Terhenti di Libya – Kemlu Bantu Pulangkan ke Indonesia

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Sarah Smith

6 WNI Relawan Pro Palestina Berhasil Dipulangkan ke Indonesia oleh Kemlu

6 WNI Relawan Pro Palestina Terhenti - Indonesia berhasil memulangkan 6 dari 7 relawan pro Palestina yang terjebak di Libya, dengan satu warga negara Indonesia masih menunggu di Istanbul. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan perhatian khusus melalui Direktorat Pelindungan WNI untuk memastikan keberhasilan operasi pemulangan ini. Selain bantuan kemanusiaan, misi relawan tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan diplomatik dan solidaritas internasional terhadap Palestina.

Proses Pemulangan Relawan dari Libya

Misi pemulangan 6 WNI relawan pro Palestina dimulai setelah proses koordinasi yang intens dengan pihak Libya dan negara-negara tetangga. Relawan-relawan tersebut berada dalam rangkaian Global Sumud Land Convoy (GSLC), sebuah inisiatif internasional yang mengirimkan bantuan logistik dan medis ke wilayah konflik di Palestina. Setelah mengalami hambatan di Sirte, titik perbatasan Libya barat dan timur, para relawan akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Mesir dan kemudian ke Gaza.

Kemlu bekerja sama dengan organisasi lokal dan pemerintah Mesir untuk memastikan ketersediaan izin lintas serta fasilitas transportasi yang aman. Proses ini memakan waktu beberapa hari, dengan relawan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 17.35 WIB, 29 Mei 2026. Sebelumnya, mereka telah melewati rute yang melelahkan, termasuk perjalanan darat dan laut melalui wilayah yang penuh risiko.

Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa 6 WNI relawan pro Palestina yang dipulangkan merupakan bagian dari upaya nasional untuk mendukung rakyat Palestina. Para relawan ini telah mengabdikan diri selama berbulan-bulan, mengirimkan bantuan seperti makanan, peralatan medis, dan bahan baku ke wilayah yang terisolasi. Meski menghadapi tantangan logistik, Kemlu menegaskan komitmen untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para relawan selama perjalanan.

Konteks Misi Global Sumud Land Convoy

Global Sumud Land Convoy (GSLC) adalah proyek yang diinisiasi oleh organisasi kemanusiaan internasional untuk mendukung penyeberangan bantuan ke Palestina. Indonesia, sebagai negara anggota, mengirimkan relawan dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam program ini. Misi tersebut tidak hanya memberikan dukungan langsung ke wilayah konflik, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam isu kemanusiaan.

Para relawan dari 6 WNI pro Palestina tersebut bertugas di daerah Sirte, yang menjadi titik kritis dalam perjalanan ke Gaza. Sejumlah masalah seperti kekacauan politik, gangguan transportasi, dan kesulitan mendapatkan izin dari pemerintah Libya sempat menghambat kemajuan misi. Namun, dengan bantuan dari Mesir dan negara lain, mereka berhasil menyelesaikan perjalanan dan kembali ke tanah air. Kemlu berharap proses ini menjadi contoh keberhasilan dalam menangani situasi darurat luar negeri.