Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Garam Ternyata Penting untuk Otak dan Jantung, Ini Bahayanya jika Kekurangan

Published Juni 4, 2026 · Updated Juni 4, 2026 · By Michael Jones

Garam Ternyata Penting untuk Otak dan Jantung, Ini Bahayanya jika Kekurangan

What Happened During: Garam merupakan nutrisi esensial yang berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan jantung. Banyak orang menganggapnya sebagai bahan penyedap tambahan, tetapi fakta menunjukkan bahwa asupan garam yang cukup sangat vital bagi fungsi tubuh secara keseluruhan. Prof Agustino Zulys, pakar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa tubuh manusia memerlukan garam untuk menjaga keseimbangan elektrolit yang mendukung aktivitas sel-sel saraf dan detak jantung.

Mekanisme Kerja Tubuh yang Dipengaruhi Garam

Menurut Prof Zulys, garam tidak hanya membantu proses pemasakan makanan, tetapi juga mengatur tekanan darah dan konsentrasi cairan dalam tubuh. "Ion natrium dan kalium dalam garam memainkan peran krusial dalam mengirimkan sinyal elektrokimia ke otak dan jantung," terangnya. Ia menjelaskan bahwa ion natrium membantu transmisi sinyal saraf, sementara ion kalium penting untuk mengatur ritme detak jantung. Kekurangan garam bisa mengganggu proses ini, sehingga memengaruhi kinerja organ vital.

“Kekurangan garam menyebabkan gangguan fungsi otak, seperti kelelahan dan kesulitan fokus. Sementara itu, kekurangan elektrolit dapat memicu kejang jantung atau dysrhythmia,” ujar Prof Zulys. Ia menekankan bahwa kadar garam yang seimbang sangat berpengaruh pada kesehatan jangka panjang.

Kebutuhan Garam Harian dan Cara Mengukurnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan garam harian biasanya dianggap sebagai 5-10 gram per hari untuk kebutuhan tubuh. Namun, Prof Zulys mengingatkan bahwa asupan ini bisa bervariasi tergantung pada aktivitas fisik dan kondisi kesehatan individu. "Mengonsumsi garam secara berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi, sementara kekurangan terus-menerus mengganggu fungsi sistem saraf dan jantung," katanya. Karena itu, penting untuk memantau konsumsi garam sehari-hari dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.

What Happened During: Garam juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, yang memengaruhi volume darah dan tekanan darah. Jika tubuh kekurangan garam, volume darah bisa menurun, sehingga mengurangi aliran darah ke otak dan jantung. Hal ini mungkin menyebabkan kelelahan, pusing, atau kesulitan konsentrasi. Untuk menghindari dampak negatif, konsumsi garam perlu diatur secara tepat.

Dampak Kekurangan Garam pada Fungsi Otak dan Jantung

Kekurangan garam dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama pada otak dan jantung. Prof Zulys menjelaskan bahwa otak memerlukan elektrolit untuk memastikan fungsi kognitif yang optimal, sementara jantung membutuhkan keseimbangan ion untuk berdetak secara teratur. "Jika kadar garam rendah, tubuh akan kesulitan mengirimkan sinyal ke otak dan jantung, sehingga mengganggu kemampuan tubuh bekerja secara normal," tambahnya.

What Happened During: Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan garam bisa memengaruhi kadar serotonin dan dopamine di otak, yang berperan dalam suasana hati dan konsentrasi. Di sisi lain, pada jantung, defisit garam berisiko menyebabkan penurunan efisiensi kontraksi otot jantung. Kondisi ini bisa berujung pada risiko penyakit kardiovaskular jika tidak segera diperbaiki.

Langkah-Langkah untuk Menjaga Keseimbangan Garam

Untuk menjaga kesehatan otak dan jantung, penting untuk menyesuaikan asupan garam sesuai dengan kebutuhan tubuh. Prof Zulys menyarankan untuk mengonsumsi makanan alami yang kaya garam, seperti wortel, kacang, dan daging. "Garam yang diperoleh dari makanan alami lebih sehat dibandingkan garam tambahan dari bahan makanan olahan," katanya. Selain itu, ia menekankan peran air dalam menyerap garam dan menjaga keseimbangan tubuh.

What Happened During: Dengan memahami peran garam dalam tubuh, kita bisa menghindari kekurangan atau kelebihan yang berisiko. Konsumsi garam secara teratur bisa mencegah masalah kesehatan serius, seperti gangguan saraf, gangguan jantung, dan bahkan risiko stroke atau serangan jantung. Maka, menyeimbangkan asupan garam menjadi kebutuhan utama dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.