Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Amanda Manopo Bongkar Dugaan Penggelapan Uang, Sempat Tahan Lapor Polisi Demi Kandungan

Published Juni 26, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Michael Jones - nusantaranews1.com

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Amanda Manopo Bongkar Dugaan Penggelapan Uang di Visit Agenda

Nusantaranews1.com – Aktor Amanda Manopo akhirnya mengungkap dugaan tindak pidana penggelapan uang yang diduga merugikan perusahaan selama hampir dua tahun. Pernyataan ini dilakukan setelah ia melahirkan anak pertamanya, yang menjadi salah satu alasan utama untuk membuka proses hukum. Bersama suaminya, Kenny Austin, dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Amanda datang ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (26/6/2026) untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Pelanggaran Internal dan Tindakan Hukum

Amanda menyebutkan bahwa dugaan pemalsuan tanda tangan serta penggelapan dana dari perusahaan Visit Agenda sudah cukup kuat untuk menuntut pihak tertentu. "Kami telah menemukan bukti yang mengarah pada oknum dalam lingkaran internal perusahaan," terang Sandy Arifin, kuasa hukum Amanda. Ia menjelaskan bahwa laporan ini dilakukan setelah tim investigasi menelusuri transaksi keuangan dan dokumentasi pengelolaan dana selama masa kehamilan Amanda.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang bersalah. Jangan sampai kita juga terjebak dalam kesalahan," ujar Sandy Arifin saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kasus ini dianggap sebagai bagian dari investigasi yang lebih luas terkait manajemen keuangan perusahaan Visit Agenda. Amanda menyatakan bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk operasional dan proyek perusahaan justru diduga dialihkan ke rekening pribadi. Hal ini berpotensi merugikan keuangan perusahaan hingga ratusan juta rupiah, menurut informasi yang dibagikan oleh tim kuasa hukum.

Kehamilan Sebagai Alasan Penundaan

Amanda mengungkapkan bahwa kehamilannya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penundaan proses laporan ke pihak berwajib. "Saya baru bisa bergerak karena situasi kehamilan. Sebelumnya, saya takut kehilangan stabilitas selama masa kandungan," katanya dalam wawancara eksklusif. Ia menjelaskan bahwa langkah menunda laporan hukum diambil demi menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.

"Sekarang, setelah melahirkan, saya merasa lebih siap untuk mengambil tindakan tegas. Visit Agenda punya reputasi yang baik, jadi perlu dipertahankan," tambah Amanda.

Dengan adanya kejelasan kondisi kehamilannya, Amanda memutuskan untuk mengungkap kebenaran terkait dugaan penggelapan dana. Ia berharap tindakan ini bisa memberi kejelasan kepada publik tentang transparansi keuangan perusahaan yang ia banggakan. Selain itu, Amanda juga ingin menjaga kesejahteraan anaknya dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat.

Detail Penyelidikan dan Bukti yang Disiapkan

Tim kuasa hukum telah mengumpulkan berbagai bukti, termasuk dokumen keuangan, surat tanda tangan palsu, dan catatan transaksi pembelian aset. Bukti-bukti ini digunakan untuk memperkuat dugaan bahwa oknum dalam perusahaan Visit Agenda melakukan penyimpangan. "Kami telah menelusuri seluruh alur dana dan menemukan indikasi jelas bahwa ada penggelapan," kata Sandy Arifin.

Kasus ini bisa mengarah ke tindak pidana korupsi atau penggelapan, tergantung pada hasil investigasi lebih lanjut. Amanda menegaskan bahwa ia tidak ingin mengambil langkah hukum secara impulsif, tetapi sudah memastikan bahwa semua bukti memenuhi standar untuk penyidikan. Dengan laporan ini, perusahaan Visit Agenda diharapkan bisa menjalani proses hukum yang adil dan transparan.

Peluang Penyelesaian Melalui Mediasi

Meski sudah membawa bukti, Amanda masih memberi kesempatan kepada oknum terkait untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah. "Kami ingin menghindari dampak negatif terhadap hubungan internal perusahaan sementara proses hukum sedang berjalan," jelasnya. Namun, jika pihak terkait tidak menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan, Amanda bersedia melanjutkan langkah hukum lebih lanjut.

Visit Agenda sendiri merupakan perusahaan yang sejak lama dikenal sebagai pengusaha kreatif dan pionir dalam bidang entertainment. Perusahaan ini telah membangun reputasi yang baik selama beberapa tahun, dengan banyak proyek sukses yang diakui publik. Dengan adanya kasus ini, Amanda berharap tidak mengganggu kredibilitas perusahaan yang ia cintai.

Dalam waktu dekat, laporan polisi akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut. Amanda menyatakan bahwa ia siap menghadapi proses hukum dan akan melibatkan pihak eksternal jika diperlukan. "Visit Agenda adalah salah satu bagian penting dari kehidupan saya, jadi saya harus bertindak dengan tanggung jawab," tegasnya. Dengan semangat ini, Amanda berharap kasus dugaan penggelapan dana bisa terungkap secara jelas dan adil.