Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Al Ghazali Jadi Drummer Konser Dewa 19 di Malaysia, Gantikan Tyo Nugros!

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Sandra Thomas

Al Ghazali Tampil Sebagai Drummer Dewa 19 di Malaysia, Menggantikan Tyo Nugros

Visit Agenda – Konser Dewa 19 yang digelar di Axiata Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 6 Juni 2026, menjadi peristiwa musik yang dinanti-nantikan banyak penggemar. Acara bertajuk Cintaku TerTinggal ini tidak hanya menampilkan kekuatan musik grup yang berdiri sejak 1999, tetapi juga menghadirkan kejutan dengan keberadaan Al Ghazali sebagai drummer pengganti Tyo Nugros. Putra Ahmad Dhani ini memperkuat formasi band untuk pertama kalinya, menunjukkan peran baru dalam industri musik. Dewa 19, yang terkenal dengan genre musik pop rock dan lagu-lagu hits yang selalu mencuri perhatian, tetap memastikan kehadiran penonton yang membludak. Sebagai bagian dari Visit Agenda, konser ini menjadi wadah untuk memperkenalkan generasi muda yang aktif dalam dunia musik, sementara menghormati legasi para senior yang telah membangun nama besar grup ini selama bertahun-tahun.

Konser Dewa 19 di Malaysia dan Perubahan Personel

Kehadiran Al Ghazali di panggung tidak terlepas dari perubahan personel yang terjadi di tengah persiapan konser. Tyo Nugros, drummer sejak awal berdirinya Dewa 19, mengalami absensi karena alasan pribadi. Namun, keputusan untuk mempercayakan posisi tersebut kepada Al Ghazali justru menciptakan gelombang antusiasme di kalangan fans. Tak hanya menjadi pengganti, Al Ghazali juga membawa pengalaman baru dalam mengisi tempat di belakang drum. Sebagai seorang yang aktif di berbagai proyek musik, ia dikenal memiliki bakat yang matang. Visit Agenda ini sekaligus menjadi momen penting untuk menunjukkan keterlibatan aktif keluarga Ahmad Dhani dalam industri musik, terutama dalam memperkuat eksistensi Dewa 19 di pasar internasional.

Reaksi Penggemar dan Komentar Ahmad Dhani

Perubahan ini langsung memicu respons dari publik. Banyak fans mengapresiasi kehadiran Al Ghazali, yang dianggap sebagai simbol pengembangan baru dari keluarga musik yang telah terbentuk sejak era 90-an. Di media sosial, tagar #AlGhazaliDewa19 dan #VisitAgenda membanjir, mencerminkan antusiasme terhadap kisah kebangkitan grup ini. Ahmad Dhani, sang founder, memberikan penjelasan melalui unggahan Instagramnya. Ia menegaskan bahwa Al Ghazali terlibat secara aktif dalam pertunjukan tersebut, sekaligus memberi semangat kepada para fans. "Selama di Kuala Lumpur, saya juga mengikuti penampilan Al Ghazali bersama Dewa 19. Ini menjadi momen yang penting bagi keluarga," tulisnya, menunjukkan dukungan penuh terhadap peran anaknya dalam Visit Agenda.

Konser berlangsung lancar meskipun dengan perubahan mendadak. Al Ghazali memperlihatkan kemampuan teknik yang baik, terutama dalam menyesuaikan irama dengan gaya bermain yang sudah familiar di kalangan penggemar. Fans dari berbagai usia menyambut baik kehadirannya, menganggap ini sebagai langkah strategis Dewa 19 untuk memperkaya dinamika grup dan menarik perhatian generasi baru. Pertunjukan ini juga menjadi pengingat bahwa Visit Agenda tidak hanya fokus pada kesenian, tetapi juga pada keberlanjutan legasi musik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dewa 19, yang sudah membawakan ratusan lagu, kembali menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perubahan, baik dari sisi personel maupun penonton.

Pengaruh Perubahan Personel pada Performa Dewa 19

Al Ghazali, yang pernah meraih popularitas melalui single Cinta Kita, memperlihatkan kualitas musik yang konsisten. Meski tidak menjadi bagian dari formasi utama Dewa 19 sebelumnya, ia mampu menyeimbangkan irama dengan luar biasa, memastikan kekompakan dalam setiap lagu yang dibawakan. Kehadiran drummer muda ini juga menjadi pembuktian bahwa Visit Agenda tidak hanya tentang pertunjukan, tetapi juga peningkatan kualitas dan inovasi dalam penyajian musik. Konser di Malaysia ini menjadi salah satu dari sekian banyak aktivitas yang menunjukkan komitmen Dewa 19 untuk tetap relevan dan diminati di seluruh penjuru dunia.

Dewa 19, yang kini beranggotakan empat orang, menunjukkan bahwa perubahan personel bisa menjadi peluang untuk mengembangkan musik secara dinamis. Visit Agenda menjadi katalis untuk memperkuat hubungan antara band dan penonton, sekaligus menghadirkan segmen baru yang berminat mengikuti langkah kreatif dari grup ini. Al Ghazali, sebagai salah satu dari banyak musisi yang berasal dari keluarga Ahmad Dhani, kembali menegaskan bahwa kesenian adalah jembatan antar generasi. Dengan memainkan drum di konser Malaysia, ia menunjukkan kemampuan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bagian dari warisan musik yang terus hidup. Keberhasilan Visit Agenda ini menjadi bahan perbandingan bagi konser-konser lainnya, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan penonton dengan kreativitas penampilan. Dewa 19, dengan kehadiran Al Ghazali, menegaskan bahwa mereka tetap relevan dan mampu menciptakan momen-momen spesial, bahkan dalam pengaturan yang tak terduga.