Topics Covered: Kesulitan Ikuti Mata Kuliah Bahasa Inggris, Dewi Perssik: Saya Gak Tahu Dosen Ngomong Apa
Topics Covered: Kesulitan Ikuti Mata Kuliah Bahasa Inggris, Dewi Perssik Cerita Soal Perasaan Tidak Paham
Topics Covered menjadi topik utama dalam cerita perjalanan pendidikan Dewi Perssik, artis yang kembali mengambil kelas akademik. Pemilik nama kecil Depe ini menceritakan pengalaman menantangnya saat mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris di lembaga pendidikan. Meski berusaha menghadapi tantangan tersebut dengan tekun, ia mengakui masih ada titik yang membuatnya bingung, khususnya saat dosen menggunakan bahasa asing sepenuhnya dalam materi pembelajaran.
Mata Kuliah Bahasa Inggris yang Menantang
Dewi Perssik, dalam wawancara di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengungkapkan betapa sulitnya beradaptasi dengan lingkungan belajar yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai media utama. Ia mengatakan, selama dua jam sesi kuliah, ia merasa seperti terjebak dalam dunia yang tak sepenuhnya bisa diakses. "Aku akhirnya berkata, 'Aku translate dulu.' Tapi, 'Bapak ngomong apa dari A sampai Z, saya nggak tahu'," ujarnya sambil menirukan cara berbicara dosen di kelas.
Mata kuliah ini terasa lebih berat karena selain materi yang beragam, Depe juga harus menghadapi sistem komunikasi yang berbeda dari yang biasa ia alami. Ia menjelaskan bahwa banyak materi tidak hanya dibacakan, tetapi juga dipertanyakan secara langsung, sehingga kesulitan menerjemahkan makna kata-kata bisa memperlambat pemahaman. "Kalau saya tidak bisa langsung ngerti, ya saya nggak bisa ikut kelas," tambahnya dengan nada tertawa.
Cerita Nyata dari Seorang Artis yang Belajar Kembali
Dewi Perssik, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu, mengakui bahwa belajar Bahasa Inggris tidak bisa dianggap enteng. Meski ia sudah terbiasa dengan dunia hiburan yang menuntut kemampuan berkomunikasi, situasi akademik berbeda. Ia menyebutkan bahwa ada momen-momen kritis di mana ia harus berusaha keras untuk mengikuti pelajaran, terutama saat materi berupa teori yang disampaikan dalam bahasa asing.
Di tengah kesulitan itu, ia mengatakan bahwa dirinya tidak ragu untuk bertanya dan meminta penjelasan tambahan. "Aku minta susulan karena hari itu aku lagi kerja, dan dosennya alhamdulillah boleh," lanjutnya. Dengan pendekatan yang jujur dan terbuka, ia mencoba memperbaiki pemahaman dan mengurangi rasa bingung dalam proses belajar.
Kesulitan dalam mata kuliah Bahasa Inggris justru menjadi pengalaman yang bermakna bagi Depe. Ia menyadari bahwa berada di bangku kuliah tidak hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga kesabaran dan keinginan belajar. "Kalau yang namanya ilmu, itu nggak pandang usia. Mau berapa pun usia, ilmu tetap bisa diikuti," pungkasnya dengan semangat.
Dalam keadaan yang sebenarnya mungkin tidak nyaman, Dewi Perssik tetap berusaha mengambil pelajaran dari pengalaman ini. Ia menekankan bahwa beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi tantangan adalah bagian dari proses pertumbuhan pribadi. "Meski kesulitan, saya tetap semangat mengikuti kelas karena ini bagian dari perjalanan belajar saya," jelasnya.
Mata kuliah Bahasa Inggris yang ia ikuti juga menjadi cerminan perbedaan antara dunia hiburan dan dunia pendidikan. Dalam dunia kerja, ia bisa mengandalkan ekspresi dan suara, tetapi di kelas, ia harus belajar mengakses informasi melalui bahasa yang berbeda. "Ini jadi kesempatan bagus untuk melatih diri dan mengetahui bahwa semua orang bisa belajar, termasuk saya," tutupnya dengan antusias.