Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Michael Jones

Meeting Results: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi

Meeting Results menjadi tema utama dalam konser rohani Tehillim yang digelar di iNews Tower, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Teologi di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kingdom. Dalam konser yang menghadirkan 12 lagu baru, Liliana Tanoesoedibjo, Executive Chairwoman MNC Group, menunjukkan hasil kreativitasnya yang terinspirasi dari perjalanan spiritual dan akademik selama empat tahun studi. Selain itu, konser ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan karya-karya mereka yang mencerminkan iman dan pengalaman pribadi.

Proses Spiritual dan Akademik sebagai Sumber Inspirasi

Liliana Tanoesoedibjo mengungkap bahwa perjalanan kuliah S2 Teologi berdampak besar terhadap kreativitasnya dalam menghasilkan lagu-lagu rohani baru. Ia menjelaskan, setiap lagu merupakan refleksi dari proses spiritual, pembelajaran teologis, serta pengalaman hidup yang dihadirkan oleh para mahasiswa. Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung sebelum konser, ia menegaskan bahwa Meeting Results tidak hanya tentang penyampaian lagu, tetapi juga tentang kebangkitan rohani dan komitmen untuk menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan melalui seni.

“Meeting Results dalam konser ini adalah bentuk komunikasi antara kreativitas dan iman. Setiap lagu diciptakan dengan tujuan untuk menyentuh hati dan memperkuat persekutuan spiritual,” ujar Liliana dalam wawancara di MNC Conference Hall, Jumat (6/6/2026).

Konser Tehillim ini juga menyajikan dua lagu lama yang masih relevan dan satu karya khusus yang merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Liliana menekankan bahwa perjalanan studi di STT Kingdom tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang praktik langsung dalam menghidupkan iman melalui karya seni. Dengan memadukan ilmu teologi dan seni musik, ia berharap dapat membangkitkan pemahaman masyarakat tentang makna ibadah yang lebih dalam.

Pengalaman Mahasiswa Berusia di Atas 50 Tahun

Konser ini juga menyoroti perjalanan spiritual para mahasiswa STT Kingdom yang mayoritas berusia di atas 50 tahun. Dalam sesi wawancara, Liliana menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh para peserta dalam mengejar pendidikan tinggi, seperti kesulitan mengakses sumber belajar dan perubahan pola hidup. Namun, ia menegaskan bahwa Meeting Results dari konser ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkarya dan menyebarluaskan iman.

“Meeting Results yang kami capai melalui konser ini adalah bukti bahwa setiap usia memiliki potensi untuk berkontribusi dalam dunia rohani,” tambahnya.

Liliana juga menjelaskan bahwa konsep Tehillim dalam konser ini mengacu pada puji-pujian dalam bahasa Ibrani, yang merupakan bagian dari ibadah puji-pujian dalam tradisi agama. Ia menyatakan bahwa lagu-lagu yang dibawakan bertujuan untuk mengajak pendengar memperdalam pengalaman spiritual dan mengapresiasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggabungkan musik dan teologi, konser ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkaya pemahaman masyarakat tentang ibadah yang lebih holistik.

Meeting Results dari konser Tehillim ini tidak hanya terlihat dalam kuantitas lagu yang ditampilkan, tetapi juga dalam kualitas karya yang dihasilkan. Liliana Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa setiap lagu dilahirkan melalui proses diskusi, refleksi, dan pengalaman pribadi. Ia menuturkan, "Setiap nada yang diukir dalam konser ini adalah hasil dari perjalanan spiritual dan akademik yang saya lalui selama menempuh studi S2 Teologi." Dengan menyelesaikan tugas PPL, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk berkarya di bidang rohani.

Dalam konser tersebut, beberapa lagu memiliki lirik yang menggambarkan perjalanan hidup seorang umat beriman, sementara yang lain mengupas tema tentang kasih karunia dan peran Tuhan dalam kehidupan manusia. Liliana mengatakan bahwa keberagaman konsep ini mencerminkan keragaman pengalaman spiritual para peserta. "Meeting Results dari konser ini adalah penggabungan antara pendidikan teologi dan ekspresi seni yang menjadi wujud iman dalam bentuk yang lebih menyentuh," pungkasnya.