Latest Program: Indonesia Memasuki Masyarakat Menua, BKKBN: Lansia Perlu Perhatian Serius
Indonesia Kini Menghadapi Perubahan Populasi Menua, BKKBN: Lansia Butuh Perhatian Serius
Populasi Lansia Naik, Membentuk Tantangan Baru
Latest Program - Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia telah mencapai 12 persen dari total populasi. Fakta ini menunjukkan bahwa negara ini sedang berada dalam fase demografi menua. Meski menghadirkan tantangan, fenomena ini juga menjadi peluang untuk memaksimalkan bonus demografi.
Menurut Elsa Pongtuluran, Pelaksana Tugas Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan BKKBN, kesehatan lansia sangat penting agar mereka tetap bisa berkontribusi dalam pembangunan. Pihaknya menjelaskan bahwa lansia yang sehat, mandiri, serta berdaya dapat menjadi bagian aktif dari ekosistem sosial dan ekonomi.
42,81 Persen Lansia Mengalami Masalah Kesehatan
Dari data BPS 2024, sekitar 42,81 persen lansia mengalami gangguan kesehatan. Angka morbiditas mencapai 20,71 persen, sehingga memperkuat perlunya peningkatan layanan kesehatan dan pendampingan. Untuk mewujudkan ini, BKKBN berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemnekes) serta lembaga lainnya.
"Kami bekerja sama dengan Kemnekes untuk menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis," ujar Elsa. Kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga dilakukan untuk mencegah tumpang tindih program dan memastikan keberlanjutan layanan.
Program Sekolah Lansia, Penyambung Bonus Demografi Kedua
Menurut Elsa, saat ini terdapat 3.051 sekolah lansia yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini dianggap sebagai salah satu alat pemerintah dalam membangun ekosistem care economy menghadapi populasi menua dan bonus demografi kedua.
"Misalnya kalau ada yang memiliki keahlian menganyam, ya bisa menjadi pengajar apabila sekolah lansianya membutuhkan. Ini mencegah mereka dari depresi," ujarnya.