Kris Tomahu hingga Gery & Gany Ungkap Keistimewaan Konser Tehillim – Sarat Pesan Syukur
Kris Tomahu dan Gery & Gany Hadirkan Pesan Syukur dalam Konser Tehillim
Kris Tomahu hingga Gery Gany Ungkap - Konser Tehillim, yang berkonsep "Cinematic Concert," diadakan di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat pada 6 Juni 2026, menarik perhatian sejumlah musisi ternama. Dalam acara ini, Kris Tomahu hingga Gery & Gany menjadi salah satu penyaji utama yang memberikan nuansa rohani berbeda dari konser biasa. Keduanya menyatakan bahwa konser ini tidak hanya menjadi momen hiburan, tetapi juga pengalaman spiritual yang penuh makna, terutama dalam menyampaikan pesan syukur melalui lagu-lagu karya Liliana Tanoesoedibjo, pengasas MNC Group.
Menyajikan Keistimewaan Melalui Musik dan Visual
Kris Tomahu mengungkapkan bahwa konser ini menjadi pengalaman baru baginya, karena pertama kalinya ia memainkan lagu-lagu rohani dalam format acara besar. "Hari ini adalah hari yang istimewa, karena kita bisa membagikan kebahagiaan melalui musik yang murni dari hati," katanya setelah acara. Dalam konser ini, Gery & Gany juga memperlihatkan perbedaan pendekatan dalam menyampaikan lagu-lagu yang sarat makna, dengan kombinasi visual dan musik yang lebih intens.
Konsep Tehillim Concert - The Heart of Worship dinilai sangat unik karena menggabungkan elemen sinematik yang memberikan pengalaman lebih mendalam bagi penonton. Kris Tomahu menjelaskan bahwa sinematik ini memperkuat emosi dan menyampaikan pesan syukur secara lebih dramatis. "Musik bukan hanya tentang suara, tetapi juga bagaimana kita bisa menggambarkan hati yang sepenuhnya menyembah melalui visual dan suasana yang dibangun," tambahnya.
Pesan Syukur yang Terinspirasi oleh Karya Liliana Tanoesoedibjo
Konser ini juga menjadi platform bagi Gery & Gany untuk mengungkap kesan mendalam tentang album Tehillim. Mereka menegaskan bahwa setiap lagu dalam album ini dirancang dengan tujuan mengajarkan rasa syukur kepada pendengar. "Lagu-lagu ini seperti cermin hati, yang mengingatkan kita bahwa syukur adalah inti dari kehidupan rohani," ujar salah satu dari duo tersebut.
Dalam rangkaian konser, Kris Tomahu dan Gery & Gany turut memperlihatkan keseriusan mereka dalam menyampaikan pesan spiritual melalui musik. Mereka mengakui bahwa karya-karya Liliana Tanoesoedibjo memiliki daya tahan yang luar biasa, sehingga mampu menginspirasi pendengar untuk menghayati makna setiap nada. "Setiap chord dan lirik di dalam album Tehillim mengandung doa dan penghargaan kepada Tuhan," tambah Kris.
Para penonton pun merasakan dampak dari konsep ini. Banyak yang menyatakan bahwa konser ini memberikan kesan tak terlupakan, terutama dalam bagian akhir ketika lagu-lagu Tehillim ditampilkan dengan pencahayaan dan efek visual yang memukau. "Saya merasa diri saya benar-benar terhubung dengan Tuhan melalui musik ini," ujar salah satu penonton yang hadir.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan ribu, konser Tehillim tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi musik, tetapi juga menyatukan hati para pendengar dalam kesyukuran. Kris Tomahu hingga Gery & Gany berharap konser ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menjalani kehidupan dengan lebih penuh rasa terima kasih. "Musik ini adalah jembatan antara hati manusia dan Tuhan, dan kami berharap semua penonton merasakan itu," tutup mereka.