Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebiasaan Tidur seperti Ini Bisa Rusak Bentuk Tubuh

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By William Garcia - nusantaranews1.com

Kebiasaan Tidur seperti Ini Bisa Rusak Bentuk Tubuh Anda

Nusantaranews1.com – Jakarta – Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa rutinitas tidur setiap malam memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh. Posisi saat beristirahat yang tidak sesuai, jika dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun, dapat memengaruhi postur dan bahkan menyebabkan masalah pada tulang belakang. Kebiasaan tidur yang buruk tidak hanya membuat Anda bangun dengan rasa lelah, tetapi juga secara bertahap mengubah bentuk tubuh secara fisik.

dr. Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, menjelaskan bahwa terdapat hubungan langsung antara posisi tidur dengan perubahan postur tubuh. Menurutnya, efek dari kebiasaan tidur yang keliru tidak selalu terasa segera, melainkan terakumulasi perlahan seiring berjalannya waktu. Hal ini sering kali terabaikan karena perubahan terjadi secara gradual dan tidak terasa sakit pada awalnya.

Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur.

Unggahan video dr. Tirta di akun Instagramnya, yang dikutip pada Kamis (13/8/2026), menyoroti beberapa kebiasaan tidur yang perlu diwaspadai. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan tidur seperti ini bisa merusak bentuk tubuh secara permanen jika tidak diperbaiki sejak dini.

Dampak Bantal yang Terlalu Tinggi dan Keras

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah penggunaan bantal dengan ketinggian dan kekerasan berlebihan. Kondisi ini membuat posisi leher serta tulang belakang tidak berada pada keadaan optimal saat beristirahat. Kebiasaan tidur seperti ini bisa menyebabkan leher menjadi kaku dan nyeri pada pagi hari.

Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit.

Pentingnya Memilih Kasur yang Sesuai

Menurut dr. Tirta, kondisi tubuh setiap individu juga menentukan kebutuhan terhadap tempat tidur. Perbedaan anatomi membuat kebutuhan bantal maupun kasur tidak selalu sama untuk semua orang. Kebiasaan tidur seperti ini bisa menjadi penyebab utama nyeri punggung kronis yang sering diabaikan.

Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda.

Dokter ini memberikan contoh berdasarkan kondisi fisiknya sendiri. dr. Tirta memiliki massa otot yang cukup besar pada bagian rhomboid dan latissimus dorsi. Hal ini membuatnya memerlukan dukungan kasur tertentu ketika tidur dalam posisi miring.

Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini.

Perhatian Khusus untuk Penderita Gangguan Tulang Belakang

Bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pada tulang belakang, perhatian terhadap posisi tidur dan alas tidur menjadi semakin krusial. dr. Tirta menyebutkan bahwa penderita skoliosis maupun HNP (Herniated Nucleus Pulposus) atau saraf terjepit memerlukan pengaturan tempat tidur yang sesuai.

Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya.

Rekomendasi untuk Kebiasaan Tidur yang Lebih Baik

Kebiasaan tidur dengan posisi yang sama setiap malam perlu diperhatikan, terutama jika hal tersebut membuat tubuh terasa nyeri atau kaku saat bangun pagi. Penggunaan bantal yang terlalu tinggi dan keras sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenyamanan awal.

Memilih bantal dan kasur yang sesuai dengan posisi tidur serta kondisi tubuh dapat membantu menjaga kenyamanan selama beristirahat. Jika muncul nyeri leher, punggung, atau gejala yang menetap, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih mendalam.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebiasaan Tidur

Apa kebiasaan tidur seperti ini bisa merusak bentuk tubuh? Ya, kebiasaan tidur yang tidak sesuai dengan anatomi tubuh dapat menyebabkan perubahan postur secara bertahap dan merusak bentuk tubuh dalam jangka panjang.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat perubahan bentuk tubuh akibat kebiasaan tidur? Perubahan biasanya terjadi secara gradual dan dapat terlihat setelah beberapa tahun melakukan kebiasaan tidur yang salah secara konsisten.

Apakah semua orang membutuhkan kasur yang sama? Tidak, setiap individu memiliki kebutuhan kasur yang berbeda berdasarkan anatomi tubuh, massa otot, dan kondisi kesehatan tulang belakang masing-masing.

Kapan sebaiknya saya berkonsultasi dengan dokter tentang posisi tidur? Segera konsultasikan jika Anda mengalami nyeri leher, punggung, atau bahu yang menetap dan tidak membaik setelah mengubah posisi tidur.

Related Reading