Kagumi Konser Tehillim: The Heart of Worship yang Digagas Liliana Tanoesoedibjo, Jaya Suprana Berikan Penghargaan MURI
Kagumi Konser Tehillim: MURI Mengakui Inovasi Jaya Suprana dan Liliana Tanoesoedibjo
Kagumi Konser Tehillim, sebuah acara musik ibadah yang mengejutkan banyak pihak, mendapat pengakuan resmi dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam konser The Heart of Worship. Acara ini diselenggarakan oleh Liliana Tanoesoedibjo, yang juga menjadi Executive Chairwoman MNC Group, di MNC Conference Hall, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026). Sebagai bentuk apresiasi, Jaya Suprana, pendiri MURI, memberikan penghargaan khusus kepada Liliana atas kontribusi luar biasanya dalam menggabungkan musik dan rohani.
Background Konser Tehillim dan Makna Ibadah Musik
Konser Tehillim - The Heart of Worship dirancang sebagai bentuk pengembangan ekspresi keagamaan melalui seni musik. Tehillim, dalam konteks ini, merujuk pada kitab lagu-lagu keagamaan yang mengandung makna spiritual dan emosional mendalam. Liliana Tanoesoedibjo menggambarkan konser ini sebagai pertemuan antara tradisi dan inovasi, dengan setiap lagu dibuat secara khusus untuk mengguncang hati audiens dan memperkuat hubungan antara manusia dengan Tuhan. Acara ini tidak hanya menjadi penyelenggaraan musik, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan rohani secara kreatif.
Jaya Suprana, dalam wawancara khusus di acara tersebut, menegaskan bahwa konser ini menciptakan bentuk pelayanan yang belum pernah dilihat sebelumnya. "Ini adalah rekor yang luar biasa, baik di Indonesia maupun dunia internasional," kata Jaya. Ia menjelaskan bahwa MURI, yang telah mencatat lebih dari 12.000 rekor sepanjang sejarah, merasa bangga karena ada yang mampu menggabungkan seni musik dengan nilai-nilai keagamaan secara harmonis. Penghargaan yang diberikan tidak hanya untuk karya musiknya, tetapi juga untuk semangat inovasi yang mendorong pertumbuhan budaya ibadah di kalangan masyarakat.
"Kagumi Konser Tehillim bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana hati yang tulus bisa menciptakan pengalaman ibadah yang berkesan seumur hidup," ujar Jaya Suprana. Ia menyoroti bahwa Liliana, meskipun tidak memiliki latar belakang musik formal, mampu menampilkan kreativitas yang luar biasa melalui lagu-lagunya. Karya yang dihasilkan dianggap sebagai bentuk pujian yang menyentuh secara mendalam, menunjukkan bagaimana pengalaman spiritual dapat diwujudkan melalui ekspresi seni.
Konser Tehillim - The Heart of Worship menarik perhatian lebih dari 2.000 peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Acara ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menciptakan dialog antarumat beragama dan penggemar musik. Pemilihan lagu yang dirancang dengan hati-hati, serta alur acara yang menekankan kebersamaan dalam doa, memberikan pengalaman yang unik. Selain itu, kesuksesan konser ini juga memperlihatkan bagaimana seni bisa menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai keagamaan secara modern dan relevan.
Pengaruh dalam Dunia Musik dan Ibadah
Penyelenggaraan konser ini mendapat respons positif dari komunitas musik dan pengikut ibadah. Banyak peserta menyatakan bahwa lagu-lagu dalam konser mengubah cara mereka berdoa dan menghayati keagamaan. Liliana Tanoesoedibjo, sebagai pencipta musik, mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan ruang di mana peserta bisa merasakan kehadiran Tuhan melalui keindahan musik. Konser ini dianggap sebagai bentuk inovasi yang berdampak jangka panjang dalam memperkaya tradisi ibadah di Indonesia.
Dalam konteks pencapaian MURI, penghargaan khusus yang diberikan kepada Liliana Tanoesoedibjo membuktikan bahwa inisiatif rohani dapat menjadi bagian dari rekor sejarah. Jaya Suprana menambahkan bahwa konser ini menunjukkan bagaimana seni bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan yang lebih luas, termasuk nilai-nilai keagamaan dan kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya Kagumi Konser Tehillim, MURI berharap bisa mendorong lebih banyak inisiatif serupa yang menggabungkan kreativitas dan iman dalam bentuk yang menarik.