Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kaget! Dokter Gia Ternyata Pernah Jadi Figuran di Sinetron Tukang Ojek Pengkolan RCTI

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Mary Jones - nusantaranews1.com

Foto : Mary Jones - nusantaranews1.com

Penampilan Lama Dokter Gia di Sinetron Kembali Jadi Sorotan

Nusantaranews1.com – Nama dr. Gia Pratama kini dikenal luas melalui konten edukasi kesehatan dan aktivitasnya sebagai dokter. Namun, sebuah potongan adegan lawas memperlihatkan sisi lain perjalanan kariernya: ia pernah tampil singkat sebagai figuran dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan yang tayang di RCTI.

Cuplikan tersebut muncul kembali saat dr. Gia berbincang dengan dr. Tirta Mandira Hudhi dalam Podcast Pulang Praktik di kanal YouTube miliknya. Pada awal pembicaraan, keduanya sedang mengulas sekaligus memberikan komentar jenaka terhadap sejumlah penggambaran rumah sakit dan tenaga medis dalam film maupun sinetron.

Perbincangan kemudian berubah ketika tim podcast memutarkan adegan yang memperlihatkan seorang dokter keluar dari ruangan rumah sakit. Sosok itu mengenakan jas dokter, kacamata, serta gaya rambut yang membuat dr. Tirta segera merasa familiar. Ternyata, figuran dalam adegan tersebut memang dr. Gia.

Hanya Muncul Sebentar Tanpa Dialog

Dalam tayangan itu, dr. Gia terlihat berjalan keluar dengan ekspresi serius, seakan akan menuju keluarga pasien atau menghadapi situasi penting. Meski tampil sebagai dokter, ia tidak mendapatkan dialog sama sekali. Perannya hanya berlangsung singkat, tetapi cukup untuk memancing tawa ketika rekamannya diputar kembali bertahun-tahun kemudian.

Dr. Tirta yang melihat video tersebut langsung meminta rekannya menjelaskan kemunculan itu. Reaksinya juga selaras dengan tema obrolan mereka yang sebelumnya membahas adegan tenaga medis di layar kaca.

“Kayaknya saya kenal ini. Muka Anda di situ ngeselin, ya! Anda mau mengucapkan hal yang sama dengan yang kita roasting tadi? Itu Anda kan? Ayo klarifikasi!”

Ucapan itu disampaikan dr. Tirta, dikutip Jumat (18/9/2026). Dr. Gia pun langsung tertawa saat menyaksikan kembali penampilannya sendiri. Ia tidak menyangkal bahwa orang dalam cuplikan tersebut adalah dirinya.

“Aku bisa klarifikasi, Dok! Aku bisa klarifikasi!”

Berawal dari Shift Siang di IGD

Dr. Gia menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung pada 2018, ketika ia masih bertugas di instalasi gawat darurat atau IGD. Saat mendapat jadwal shift siang, ia tiba di rumah sakit lebih awal sebelum waktu jaga dimulai. Di sana, ia mendapati area rumah sakit sedang dipakai untuk kebutuhan pengambilan gambar sinetron.

Situasi tersebut cukup mengejutkannya. Rumah sakit yang biasanya menjadi tempat pelayanan pasien saat itu juga menjadi lokasi produksi adegan Tukang Ojek Pengkolan. Sambil menunggu waktu bertugas, ia berada dalam keadaan santai sebelum akhirnya didatangi seseorang dari pihak produksi.

“Jadi begini, kan IGD itu ada tiga shift, shift pagi, shift siang, shift malam. Aku lagi shift siang, aku datang jam sebelum harusnya aku jaga. Tiba-tiba aku kaget, kok rumah sakit lagi ada syuting-syutingan gitu Tukang Ojek Pengkolan.”

Kru tersebut rupanya membutuhkan seseorang yang benar-benar berprofesi sebagai dokter untuk mengisi adegan sederhana. Permintaannya tidak rumit: dr. Gia hanya perlu memakai jas dokter, keluar dari pintu, lalu bertingkah seperti hendak berbicara dengan keluarga pasien.

“Kaget aku kan, ini ngapain, gitu. Terus dia butuh dokter. ‘Dok, dokter lagi santai nggak dok?’, ‘Ngapain?’, ‘Dok, dokter nggak usah ngomong apa-apa, cuma keluar dari pintu, terus pura-puranya mau ngomong sama keluarga’.”

Pengalaman Tak Terduga Sebelum Dikenal sebagai Edukator Kesehatan

Pengalaman menjadi figuran itu menjadi bagian kecil tetapi unik dari perjalanan dr. Gia. Ia tidak datang ke lokasi sebagai pemeran maupun memiliki rencana untuk terlibat dalam produksi sinetron. Kesempatan tersebut hadir secara spontan ketika ia sedang menunggu giliran bertugas di IGD.

Keberadaan dokter asli dalam sebuah adegan rumah sakit juga memberi latar menarik bagi cerita ini. Meski perannya tanpa dialog dan hanya berlangsung sesaat, penampilannya tetap terasa autentik karena ia memang tengah menjalankan profesinya pada masa itu. Adegan tersebut kemudian menjadi bahan candaan yang relevan ketika ia dan dr. Tirta membahas representasi dokter di dunia hiburan.

Cuplikan lama itu juga menunjukkan bahwa perjalanan seseorang sebelum dikenal publik dapat dipenuhi pengalaman yang tidak direncanakan. Bagi dr. Gia, kemunculan singkat di sinetron tersebut kini menjadi kenangan ringan yang kembali hidup melalui podcast, bukan karena peran besar atau adegan dramatis.

Perhatian penonton justru muncul dari kejutan sederhana: sosok dokter yang dahulu hanya lewat sebentar di layar ternyata kemudian dikenal sebagai figur yang aktif menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui media sosial dan berbagai platform digital. Rekaman itu pun menjadi pengingat bahwa momen kecil dalam pekerjaan sehari-hari dapat berubah menjadi cerita menarik ketika dilihat kembali bertahun-tahun sesudahnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kaget Dokter Gia Ternyata Pernah Jadi?

Kaget Dokter Gia Ternyata Pernah Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kaget Dokter Gia Ternyata Pernah Jadi matter?

Kaget Dokter Gia Ternyata Pernah Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.