Historic Moment: Waspada! Dokter Ortopedi Ungkap Cedera Paling Sering Menyerang Pemain Padel
Waspada! Cedera Umum pada Pemain Padel Diungkapkan Dokter Ortopedi
Historic Moment - Dalam sebuah Historic Moment yang menarik perhatian masyarakat, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Irsan Abubakar, SpOT, Subsp.TL.B.M (K), dari Primaya Hospital Kelapa Gading, memberikan penjelasan tentang cedera yang sering dialami oleh para pemain padel. Minat terhadap olahraga ini di kalangan urban semakin meningkat, tetapi kenyataannya, risiko cedera juga naik. Dalam wawancara podcast Hola Dok pada Kamis (4/6/2026), dr Irsan menyoroti bahwa pergelangan tangan adalah area yang paling rentan, terutama bagi pemain pemula yang belum terbiasa dengan teknik dan latihan yang tepat.
Peringatan: Cedera pada Pergelangan Tangan yang Serius
Historic Moment ini memberikan gambaran jelas bahwa padel tidak hanya menawarkan kesenangan tetapi juga ancaman bagi tubuh. dr Irsan menjelaskan bahwa nyeri pergelangan tangan adalah keluhan utama yang sering dikeluhkan. Masalah ini bisa terjadi akibat penggunaan berlebihan atau overuse yang tidak disadari. Pemain padel terutama mengalami gejala ini setelah bermain secara intensif selama beberapa minggu tanpa penyesuaian teknik. Selain itu, cedera ligamen seperti TFCC injury juga menjadi perhatian, yang sering terjadi karena gerakan berulang dan kontraksi otot yang tidak seimbang.
Dokter ortopedi ini menekankan bahwa cedera pada pergelangan tangan bukan hanya akibat latihan, tetapi juga terkait dengan cara bermain. "Pemain yang tidak memperhatikan postur tubuh saat bermain bisa mengalami trauma pada sendi. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa teknik yang kurang tepat justru memperparah risiko," kata dr Irsan. Faktor seperti peralatan yang tidak sesuai ukuran, kurangnya pemanasan, dan kelelahan berlebihan semakin meningkatkan peluang cedera.
Permainan padel membutuhkan koordinasi yang tinggi dan gerakan cepat, yang bisa menyebabkan cedera pada pergelangan tangan jika tidak didukung latihan yang teratur. Dalam Historic Moment ini, para pemain padel diingatkan untuk mengenali tanda-tanda awal kelelahan, karena gejala seperti nyeri atau kaku sendi sering diabaikan hingga kondisi memburuk.
Meningkatnya Insiden Cedera di Area Siku
Tidak hanya pergelangan tangan, cedera pada siku juga menjadi isu utama dalam Historic Moment ini. Sebelumnya, cedera siku lebih dikenal dengan istilah Tennis Elbow, tetapi sekarang muncul istilah baru, Padel Elbow, yang menggambarkan kondisi serupa akibat aktivitas padel. "Siku pemain padel sering mengalami peradangan pada tendon akibat gerakan berulang, terutama pada backhand yang tidak teknis. Teknik memegang raket dan gerakan tubuh harus dipelajari agar mengurangi tekanan pada sendi," jelas dr Irsan.
Menurut dr Irsan, kebanyakan cedera pada siku terjadi karena kurangnya kesadaran tentang cara mengurangi beban pada sendi. "Beberapa pemain terlalu mengunci pergelangan tangan saat bermain, sehingga otot siku terus-menerus bekerja. Hal ini bisa menyebabkan inflamasi yang memerlukan waktu lama untuk pulih. Oleh karena itu, pemain harus memahami batas kemampuan tubuh mereka sebelum memulai latihan intensif," tambahnya.
Area Tubuh Lain yang Rentan Cedera
Dokter ortopedi ini juga menyoroti bahwa cedera tidak hanya terbatas pada tangan dan siku. Pemain padel juga berisiko mengalami gangguan pada lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. "Padel adalah olahraga dinamis yang memerlukan gerakan berubah-ubah, termasuk rotasi tubuh. Ini membuat berbagai bagian tubuh menjadi rentan," ujar dr Irsan. Lutut, misalnya, sering terkena karena pemanasan yang tidak memadai atau gaya bermain yang tidak seimbang.
Lebih lanjut, dr Irsan menjelaskan bahwa cedera pada pinggul dan pergelangan kaki bisa terjadi karena kurangnya stabilitas dan keseimbangan tubuh. "Pemain yang belum terbiasa dengan kecepatan dan arah bola sering memaksa tubuh mereka untuk bergerak secara ekstrem. Hal ini berisiko menimbulkan cedera akut atau kronis, terutama jika tidak didukung latihan kekuatan dan fleksibilitas yang konsisten," katanya. Oleh karena itu, Historic Moment ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan persiapan yang matang sebelum memulai aktivitas padel.
Persiapan dan Teknik untuk Mencegah Cedera
Untuk menghindari cedera, dr Irsan menekankan pentingnya pemanasan dan pendinginan yang rutin. "Pemanasan adalah bagian integral dari setiap sesi bermain. Tubuh yang belum siap akan lebih rentan terhadap cedera akibat gerakan tiba-tiba. Pemain yang memperhatikan pemanasan bisa mengurangi risiko nyeri atau kelelahan berlebihan," jelasnya. Teknik bermain yang benar juga diperlukan, terutama bagi pemula, agar tubuh dapat beradaptasi secara perlahan.
Dalam Historic Moment ini, dr Irsan juga memberikan saran untuk pemain yang ingin mengurangi risiko cedera. "Pemain padel harus memahami bagian-bagian tubuh yang sering terkena, seperti pergelangan tangan dan siku. Latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh sangat dianjurkan. Selain itu, peralatan yang tepat ukuran dan pilihan bisa menjadi faktor penentu dalam mencegah cedera selama bermain," tuturnya.
Peran Pelatih dalam Meningkatkan Kualitas Bermain
Salah satu Historic Moment yang paling signifikan adalah pengakuan terhadap peran pelatih dalam mencegah cedera. "Pelatih tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga membantu pemain mengenali kelemahan fisik mereka. Dengan pendekatan yang tepat, pelatih bisa meminimalkan risiko cedera," kata dr Irsan. Ia menambahkan bahwa pemain yang mendapatkan bimbingan dari pelatih lebih mungkin menghindari kecelakaan dan meraih performa terbaik.
Kesadaran akan Historic Moment ini juga mendorong para pemain untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum dan sesudah bermain. "Cedera yang terjadi di lapangan bisa mengganggu kesenangan bermain. Dengan persiapan yang matang dan teknik yang benar, pemain padel dapat menjaga kesehatan mereka sambil menikmati olahraga yang dinamis ini," pungkas dr Irsan. Ia berharap kesadaran ini bisa menyebar luas agar lebih banyak pemain terhindar dari risiko cedera yang tidak perlu.