Facing Challenges: Ashanty Ngaku Stres Berat saat Ujian S3, Sempat Blank di Depan 10 Penguji
Ashanty Menghadapi Tantangan Berat Saat Ujian S3, Buka Pembicaraan tentang Pengalaman Menegangkan
Facing Challenges – Dalam perjalanan mengejar gelar doktor, Ashanty mengakui bahwa Facing Challenges menjadi bagian tak terelakkan yang dihadapinya. Setelah memperoleh gelar S3 dari Universitas Airlangga, mantan istri Anang Hermansyah ini membagikan pengalaman unik dan penuh tekanan selama proses ujian akhir. Ia mengungkapkan bahwa momen paling berat dalam pendidikan tingginya terjadi ketika harus menjawab pertanyaan di depan 10 penguji, yang membuatnya sempat blank dan memicu stres berat. Cerita ini menjadi bahan inspirasi bagi banyak orang yang sedang melewati fase serupa.
Proses Ujian yang Memakan Waktu dan Emosi
Ujian tertutup S3 yang dijalaninya berlangsung selama dua jam, dengan Ashanty duduk di hadapan sepuluh orang penguji yang terdiri dari dosen dan ahli di bidangnya. Ia mengatakan bahwa Facing Challenges tidak hanya terkait dengan materi akademik, tetapi juga suasana mental yang sangat berat. “Ketika ujian dimulai, aku benar-benar merasa menegangkan, bahkan sampai blank. Apalagi ada 10 penguji yang mengamati setiap langkahku,”
Ashanty menjelaskan.
Persiapan selama berbulan-bulan ternyata tidak cukup mengurangi rasa takutnya. Ashanty merasa bahwa kehadiran penguji di ruang ujian menciptakan atmosfer yang mengharuskan ia berbicara dengan rasa tanggung jawab besar. Di sisi lain, ia juga menyebut bahwa Facing Challenges membuatnya lebih matang dalam menghadapi tekanan, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritisnya.
Momen Gugup dan Strategi Penyesuaian
Meski terlihat percaya diri saat menyampaikan tugas akhir, Ashanty mengakui bahwa ada momen-momen di mana gugupnya mencapai puncak. “Aku baca doa, zikir terus, tapi ketika pertanyaan mulai datang, rasanya seperti kehilangan fokus,”
lanjutnya.
Untuk mengatasi situasi tersebut, ia menjelaskan bahwa memiliki strategi seperti memfokuskan diri pada konten yang telah dipelajari, serta tetap tenang meski ada kekacauan di dalam pikirannya. Facing Challenges di masa ujian S3 justru melatihnya untuk lebih berani dan mampu mengelola emosi. Ia juga membagikan bahwa mendengar pertanyaan dari penguji tamu dan dosen besar memperkuat rasa persaingan di dalam dirinya.
Belajar dari Pengalaman Menegangkan
Seusai ujian, Ashanty merasa bahwa Facing Challenges adalah pengalaman yang sangat berharga. “Proses ini membuatku paham bahwa setiap tahap kehidupan punya ujian dan kesulitan sendiri,”
Ashanty menambahkan.
Menurutnya, rasa stres yang dialaminya tidak hanya berdampak pada kepercayaan diri, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih siap menghadapi situasi sulit. Ia menyebut bahwa alur ujian S3 yang intensif dan dinamis memaksa dirinya untuk tetap stabil, terlepas dari tekanan di luar kendali. “Jadi, buat yang sedang berjuang, jangan takut menghadapi Facing Challenges,”
kesimpulannya.
Di luar ujian, Ashanty juga berbicara tentang rencananya untuk memulai karier mengajar. Ia ingin menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman akademiknya kepada generasi muda. “Insyaallah setelah wisuda Juni, aku akan mulai mengajar di Solo dan Jakarta. Tapi aku bilang, mulai dari anak semester satu dulu,”
katanya.
Kebutuhan untuk Tetap Tenang dan Konsisten
Pengalaman ujian S3 yang berat menjadi bukti bahwa Facing Challenges bisa menjadi sarana pembelajaran yang mendalam. Ashanty mengakui bahwa keberhasilannya tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kemampuan mengatur emosi dan berpikir jernih di tengah tekanan. “Ketika semuanya mengharapkan jawaban sempurna, aku justru belajar bahwa kesalahan pun bisa menjadi bagian dari proses,”
ia menuturkan.
Dengan menceritakan perjalanan ini, Ashanty ingin memberikan motivasi bahwa Facing Challenges adalah cara untuk tumbuh. Ia menyatakan bahwa setiap orang pasti mengalami kesulitan, tapi bagaimana mengatasinya menentukan keberhasilan akhir. “Saya nggak menyesal karena menghadapi Facing Challenges, sebab itu membentuk saya menjadi lebih tangguh,”
katanya.