Erin Wartia Bantah Tuduhan Penganiayaan Eks ART – Klaim Punya Bukti CCTV hingga Pelanggaran Privasi
Erin Wartia Bantah Tuduhan Penganiayaan Eks ART, Klaim Punya Bukti CCTV hingga Pelanggaran Privasi
Erin Wartia Bantah Tuduhan Penganiayaan Eks ART – Erin Wartia, mantan istri Andre Taulany, kembali menegaskan penyangkalan terhadap tuduhan penganiayaan yang diajukan oleh mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (20 Mei 2026), Erin bersama tim pengacaranya mengklaim memiliki bukti CCTV dan fakta lain yang membantah segala tudingan terkait kekerasan yang disebutkan Herawati. Penyangkalan ini menjadi respons terhadap isu yang viral di media sosial, yang menyebar cepat sebelum penyelidikan resmi dimulai.
Latar Belakang Perkara
Perkara ini memicu perdebatan luas di media sosial setelah Herawati mengunggah video pendek yang menunjukkan Erin melakukan tindakan kasar terhadap dirinya. Menurut pernyataan Herawati, Erin dituduh mencekik, mengancam dengan pisau, dan menendang kepala ART. Ia juga menyebutkan bahwa gaji ART dipotong tanpa alasan jelas. Tim hukum Erin, yang dipimpin oleh Stivany Agusia, menegaskan bahwa tuduhan ini tidak memiliki dasar yang kuat dan sudah melanggar privasi keluarga.
Perdebatan Privasi dan Fakta
Erin dan tim hukumnya mengungkapkan bahwa beberapa postingan di media sosial yang menyebarkan video tersebut telah merusak reputasi mereka. “Dengan mengunggah foto-foto pribadi anak-anak kami dan menceritakan kehidupan kami secara detail, Herawati telah melakukan pelanggaran hak privasi yang berpotensi mengarah ke sengketa hukum,” jelas Stivany. Selain itu, Erin menegaskan bahwa ia memiliki bukti-bukti konkret, termasuk rekaman CCTV, yang menunjukkan kebenaran perbuatannya.
Menurut Stivany, Herawati membangun narasi tertentu untuk mengarahkan opini publik. “Dari awal, Herawati mengatakan bahwa ia merasa teraniaya dan menceritakan pengalaman bekerja di rumah Erin sebagai bagian dari upaya membangun kisah tragis,” tambahnya. Tim pengacara mengklaim bahwa semua tudingan tentang penganiayaan dianggap sebagai salah paham dan tidak didukung oleh bukti nyata.
Erin juga menyebutkan bahwa Herawati pernah mengunggah teks yang menunjukkan ia merasa nyaman bekerja di rumah mereka. “Kalau saya orangnya jahat, pasti dia sudah ngomong-ngomong. Tapi di sini, dengan buktinya dia, saya bisa tunjukkan katanya kerja di sini santuy, HP bebas, temannya asyik-asyik, makanan bebas, free WiFi, enggak ada potongan gaji,” ujarnya dalam konferensi pers. Ini menjadi bukti bahwa keduanya memiliki hubungan yang baik sebelum konflik terjadi.
Dalam upaya menegaskan kebenaran, Erin meminta agar media menyampaikan fakta secara utuh. “Bukti-bukti ini harus dipertimbangkan oleh pihak berwenang sebelum menarik kesimpulan bahwa saya melakukan penganiayaan,” imbuhnya. Tim hukumnya juga mengingatkan bahwa pelanggaran privasi bisa memperburuk situasi dan menimbulkan konsekuensi hukum jika tidak dibuktikan secara jelas.
Kasus ini menimbulkan perhatian publik karena melibatkan dua pihak yang memiliki hubungan kekeluargaan. Pihak kepolisian telah memanggil Herawati untuk mengumpulkan keterangan, tetapi belum menyebutkan tindakan terhadap Erin secara langsung. “Klien kami, Ibu Erin, belum diberi pemanggilan oleh polisi untuk menindaklanjuti laporan dari saudari Hera,” tambah Stivany. Ini menunjukkan bahwa penyelidikan masih dalam proses, dan Erin berharap fakta akan muncul secara utuh untuk memperjelas kebenaran.