Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Sarah Hernandez

Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter

Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD - Dalam upaya mengatasi demam berdarah dengue (DBD), masyarakat seringkali mengandalkan jus jambu merah sebagai bantuan pemulihan. Meski demikian, dokter spesialis penyakit dalam dari Primaya Evasari Hospital, Yudha Friatna, Sp.PD, memberikan penjelasan yang mengejutkan. Dalam podcast Hola Dok pada Kamis (21/5/2026), ia menyatakan bahwa klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang memadai.

Tentang Jus Jambu Merah

Banyak orang berpikir bahwa konsumsi jus jambu merah bisa mempercepat peningkatan trombosit. Namun, Yudha mengungkapkan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan efektivitasnya secara langsung. "Jus jambu atau buah naga tidak memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk meningkatkan trombosit," ujarnya dalam

podcast tersebut

.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa jus jambu tetap bisa menjadi pilihan yang baik selama masa pemulihan. "Konsumsi jus bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, tetapi jangan diandalkan sebagai satu-satunya asupan," tambah Yudha. Ia memperingatkan bahwa jika pasien hanya mengonsumsi jus tanpa makanan lain, risiko malnutrisi dan penurunan protein dalam tubuh bisa terjadi.

Mengenai Buah Naga Merah

Dalam kesempatan yang sama, Yudha menyebutkan bahwa buah naga merah sering kali dikaitkan dengan DBD. Namun, larangan konsumsinya bukan karena memperburuk kondisi penyakit atau menurunkan trombosit. "Pigmen merah pada buah naga dapat mengubah warna feses menjadi gelap atau hitam," jelasnya. Hal ini membuat pemantauan perdarahan saluran cerna menjadi lebih sulit, terutama bagi pasien yang mengalami BAB hitam.

Menurut Yudha, batasan ini bertujuan agar proses diagnosa lebih akurat. "Larangan bukan karena buah naga mengganggu kondisi DBD, tapi agar pemantauan perdarahan tidak terdistorsi," tuturnya. Ia menekankan bahwa pasien DBD harus tetap fokus pada asupan makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan rutin memeriksa kesehatan ke dokter.