Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging – Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Michael Jones

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging, Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging - Kembali ke sorotan, penggunaan plastik hitam untuk membungkus makanan dan daging kurban dianggap berisiko. Meski populer di kalangan masyarakat, bahan ini tidak semestinya digunakan untuk kemasan makanan karena mengandung zat-zat berbahaya yang berasal dari daur ulang limbah elektronik. Menurut Profesor Agustino Zulys dari FMIPA Universitas Indonesia, plastik hitam sering dijadikan alternatif untuk membungkus daging, padahal hal ini tidak disarankan.

“Plastik hitam yang digunakan untuk bungkus daging berasal dari daur ulang alat elektronik seperti kasings televisi, komputer, dan kabel. Dulu, bahan tersebut hanya berfungsi sebagai pelindung perangkat listrik, sekarang malah digunakan untuk membungkus makanan,” jelas Profesor Zulys, dikutip Jumat (29/5/2026).

Plastik hitam juga mengandung pewarna carbon black untuk menyembunyikan kontaminasi yang mungkin terjadi selama proses daur ulang. Zat ini awalnya dipilih untuk melindungi produk elektronik, tetapi ketika dipakai kemasan makanan, dampaknya bisa lebih buruk. Dalam kondisi panas atau kontak lama dengan makanan, bahan berbahaya ini bisa terlepas dan masuk ke dalam bahan makanan.

Risiko kesehatan yang muncul meliputi gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan bahkan potensi karsinogenik. Profesor Zulys menegaskan bahwa plastik hitam tidak cocok untuk kemasan makanan karena sumber bahan produksinya tidak terjamin. Ia menyarankan penggunaan wadah yang lebih aman dan ramah lingkungan sebagai pengganti.

Beberapa opsi alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah daun pisang, daun jati, besek, atau kotak makanan yang bisa dipakai berulang. Jika tetap memilih plastik, sebaiknya menggunakan plastik bening yang memenuhi standar food grade. Bahan ini dianggap lebih aman dan terkontrol untuk pengemasan makanan.