Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Palu Diguncang Gempa M 6,7! Warga Panik Berhamburan – Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By Elizabeth Jones

Gempa M6,7 Mengguncang Palu, Warga Panik dan Bangunan Rusak

Palu Diguncang Gempa M 6 7 Warga - Kota Palu, Sulawesi Tengah, serta wilayah sekitarnya kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 ini menimbulkan reaksi kepanikan di kalangan masyarakat, dengan banyak warga terburu-buru keluar rumah untuk mencari perlindungan. BMKG menyebutkan bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya di koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Pelaksanaan Pemantauan dan Dampak di Wilayah Terdampak

Getaran gempa terasa sangat kuat, dengan durasi sekitar 4-6 detik di Kota Palu, memicu reaksi warga yang berhamburan ke luar rumah. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, guncangan di Kabupaten Donggala berlangsung selama 2 detik, sementara di Kabupaten Poso, gempa dirasakan selama 6 detik. Meski intensitas berbeda, kepanikan tetap terjadi di seluruh wilayah terdampak. BMKG mencatat, setelah gempa utama, hingga pukul 12.17 WITA, tercatat 13 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi.

"Kita masih mengamati aktivitas tektonik di area gempa utama. Meski belum ada laporan kerusakan berat, sejumlah bangunan ringan di Kota Palu dan sekitarnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan,"

kata Abdul Muhari dalam siaran persnya.

Kerusakan terutama terjadi pada bangunan seperti toko, kios, dan struktur kecil di Kota Palu. Pihak BPBD Palu langsung turun ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi bangunan dan melakukan pengumpulan data. Di Kabupaten Sigi, warga mempercepat proses evakuasi setelah gempa menggoyang bangunan hingga 5 detik, menyebabkan beberapa jendela berderik dan dinding berbunyi.

Upaya Pemulihan dan Koordinasi Tim

Koordinasi antar instansi seperti BPBD, TRC, dan Pusdalops masih berlangsung untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kerusakan lanjutan. Menurut laporan terkini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun sejumlah bangunan rusak memerlukan perbaikan darurat. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi kapan saja.

"Kami menunggu laporan lebih rinci dari tim lapangan. Aktivitas gempa di wilayah tersebut masih tinggi, sehingga pemantauan terus dilakukan untuk mencegah risiko lebih besar,"

terang Abdul Muhari.

Wilayah Parigi Moutong menjadi salah satu daerah yang terdampak, dengan getaran terasa jelas di dalam dan luar ruangan. Pemerintah setempat serta organisasi tanggap darurat sedang bergerak untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Di sisi lain, infrastruktur seperti jembatan dan jalan raya di beberapa daerah masih dalam pengecekan untuk mengetahui apakah ada gangguan yang mengancam lalu lintas.

Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas wilayah setelah gempa utama. BMKG menegaskan bahwa lokasi gempa berada di area sismik aktif, sehingga potensi gempa susulan atau guncangan lebih besar tetap menjadi perhatian. Sementara itu, warga yang panik sebagian besar kembali tenang setelah getaran berhenti, meski beberapa di antaranya masih menghindari daerah dengan risiko tertinggi.