Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Militer Iran Klaim Gunakan Rudal Qadir untuk Paksa Mundur Armada Angkatan Laut AS

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Jessica Moore

Militer Iran Klaim Gunakan Rudal Qadir untuk Paksa Mundur Armada Angkatan Laut AS

Militer Iran Klaim Gunakan Rudal Qadir - Menyusul pernyataan militer Iran mengenai penggunaan rudal Qadir dalam operasi terhadap armada Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS), ketegangan di wilayah Teluk Oman kembali memanas. Rudal Qadir, yang diklaim menjadi alat utama dalam upaya ini, digunakan untuk menghentikan operasi kapal-kapal destroyer AS, DDG-103 dan DDG-87, di perairan strategis tersebut. Pernyataan resmi dari lembaga komunikasi militer Iran menyatakan bahwa rudal tersebut memicu perubahan arah dari kapal AL AS, yang sebelumnya dalam perjalanan ke Samudera Hindia.

Respons Militer Iran dan Serangan Rudal

Menurut informasi terkini, militer Iran telah melakukan serangan rudal jelajah Qadir dan drone kamikaze Shahed Danesh sebagai bentuk reaksi terhadap intervensi militer AS. Serangan ini terjadi setelah kapal-kapal AS dilaporkan mengganggu kegiatan maritim Iran, termasuk menghambat pengiriman bahan bakar minyak dan logistik penting. Rudal Qadir, yang merupakan senjata canggih buatan Iran, dilaporkan mengarahkan dua kapal AS ke posisi yang lebih aman, meski tidak ada kerusakan signifikan dilaporkan.

Kritik dari Pentagon

Badan Militer AS, Pentagon, menyangkal klaim Iran mengenai serangan rudal yang mengakibatkan kapal mereka mundur. Menurut pernyataan Komando Pusat AS, informasi tersebut tidak akurat dan tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa rudal Qadir diarahkan ke kapal AL AS. Mereka menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari blokade maritim yang telah berlangsung lama, dan belum ada pengakuan resmi terkait kerusakan atau penembakan pada perahu milik negara lain.

Banyak sumber internasional mempertanyakan kebenaran pernyataan militer Iran. Dalam wawancara terbaru, mantan perwira militer AS menyatakan bahwa rute kapal AL AS tetap aman, dan rudal Qadir hanya digunakan untuk memperkuat klaim militer Iran terhadap dominasi mereka di wilayah strategis tersebut. Angkatan Laut AS juga mempertahankan pendirian bahwa operasi mereka tetap dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku, tanpa pelanggaran yang signifikan.

Perkembangan Situasi di Teluk Oman

Situasi di Teluk Oman terus memanas sejak pihak Iran menyatakan penggunaan rudal Qadir. Kepala staf angkatan laut Iran, Ali Faghih, mengklaim bahwa tindakan ini bertujuan mengurangi kehadiran AL AS di kawasan tersebut, yang ia anggap mengganggu keamanan laut dan kepentingan nasional Iran. Menurut laporan, operasi rudal dilakukan secara cepat dan efisien, dengan target utama kapal-kapal destroyer yang dianggap sebagai ancaman terhadap operasi Iran.

Sebagai respons, pasukan AL AS melaporkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan selama operasi. Meski tidak ada serangan langsung yang dilaporkan, Pentagon menyebut bahwa rudal Qadir tetap menjadi ancaman yang signifikan bagi kegiatan militer AS di wilayah yang kaya sumber daya alam tersebut.

Penjelasan tentang Rudal Qadir

Rudal Qadir adalah senjata rudal jelajah yang dikembangkan oleh Iran untuk berbagai tujuan pertahanan dan ofensif. Dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer, rudal ini dapat menargetkan kapal atau pesawat di wilayah laut jauh. Pernyataan militer Iran menyebut bahwa Qadir digunakan sebagai alat untuk menegaskan kekuatan militer mereka, terutama dalam konteks konflik dengan AS.

Dalam laporan intelijen, rudal Qadir juga terlibat dalam beberapa operasi sebelumnya di Teluk Persia. Masyarakat internasional memperdebatkan apakah penggunaan rudal ini mengubah dinamika keamanan laut, atau hanya merupakan bagian dari strategi konfrontasi yang telah lama dijalankan Iran.

Respon Internasional dan Dampak Politik

Klaim militer Iran mengenai rudal Qadir memicu reaksi dari berbagai pihak. Negara-negara anggota PBB seperti Rusia dan China menyatakan dukungan terhadap tindakan Iran sebagai bentuk protes terhadap dominasi AS di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Uni Eropa meminta pihak-pihak terkait untuk menghindari eskalasi konflik yang dapat mengganggu perdagangan internasional.

Penggunaan rudal Qadir juga dianggap sebagai langkah strategis untuk menegaskan posisi Iran dalam isu keamanan laut. Dengan ini, Iran berharap menambah tekanan terhadap AS dalam upaya memperkuat kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung. Namun, beberapa analis menyatakan bahwa tindakan ini bisa memicu respons militer AS yang lebih tajam, terutama dalam konteks persaingan global saat ini.

Kebijakan militer Iran dalam penggunaan rudal Qadir menunjukkan keinginan untuk menegaskan kekuatan mereka di kawasan Teluk Oman. Kebijakan ini juga memperlihatkan bahwa Iran bersiap untuk memperluas pengaruh militer mereka, terutama dalam konteks pertarungan geopolitik antar negara-negara besar.

Dengan penerapan strategi ini, militer Iran menggambarkan bahwa rudal Qadir bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga sebagai bentuk peringatan terhadap kehadiran AS. Konflik ini terus berkembang, dan dinamika keamanan laut menjadi sorotan utama dalam hubungan antara Iran dan AS. Pihak-pihak berterus terang menyatakan bahwa kejadian ini tidak akan menghentikan operasi militer mereka, namun akan memperkuat kebijakan konfrontasi di kawasan tersebut.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar