Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026, Fokus Penguatan SDM dan Transformasi Desa 5.0

Published Mei 24, 2026 · Updated Mei 24, 2026 · By Jessica Moore

BRI Luncurkan Program Desa BRILiaN 2026, Tujukan Penguatan SDM dan Transformasi Digital

Special Plan - Jakarta, pada hari Kamis (7/5/2026), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan program strategis yang dinamakan Special Plan Desa BRILiaN 2026. Acara Kick-Off Batch 1 diadakan secara virtual, dengan peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memperkuat sumber daya manusia dan mendorong transformasi desa sesuai dengan era digital yang semakin maju.

Program Desa BRILiaN 2026: Membangun Ekosistem Desa Adaptif

Kegiatan ini membuka peluang bagi desa-desa untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan inovasi. Tema yang diusung, “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan,” menunjukkan komitmen BRI untuk mengintegrasikan teknologi dan pemimpin desa yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani.

“Special Plan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan desa yang lebih adaptif dan berdaya. Kami percaya, transformasi desa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan SDM dan tata kelola yang baik,” ujar Akhmad Purwakajaya. Program ini dirancang dalam dua tahap selama Mei hingga November 2026, dengan pendampingan intensif dan penilaian berkelanjutan.

Struktur dan Tujuan Special Plan

Special Plan Desa BRILiaN 2026 mencakup pelatihan daring selama dua bulan, diikuti oleh pendampingan oleh BRI dan mitra strategis. Tujuan utamanya adalah menguatkan kemampuan teknis desa dalam pengelolaan keuangan BUMDes, pemanfaatan dana desa, serta pengembangan sektor tematik seperti pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan. Melalui pendekatan human-centered leadership, program ini diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih mandiri dan berdaya.

Dalam rangka mewujudkan Special Plan, BRI menekankan pentingnya penguatan SDM melalui pelatihan yang relevan. Desa yang terpilih akan menerima dukungan teknis untuk membangun strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, dan inovasi produk berbasis potensi lokal. Keterlibatan Unsoed dalam program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengakses sumber daya akademik dan praktis yang mendukung transformasi digital.

Program Special Plan ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Selama dua bulan pelatihan, peserta akan belajar cara mengelola dana desa secara efektif, serta mengembangkan ide-ide inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BRI menyatakan bahwa keberhasilan Special Plan bergantung pada partisipasi aktif dan keterlibatan masyarakat desa dalam proses transformasi.

Pelaksanaan dan Kegiatan dalam Special Plan

Kick-Off Batch 1 memulai proses pelatihan dan penguatan kapasitas desa di seluruh Indonesia. BRI menargetkan peningkatan kualitas SDM melalui pembekalan teknis, manajemen proyek, dan penerapan teknologi di bidang desa. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemimpin desa, khususnya dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Desa yang menjadi peserta akan diberikan bimbingan untuk mengembangkan sektor unggulan sesuai dengan kondisi lokal.

Special Plan juga melibatkan evaluasi berkala untuk menilai progres desa dan menyempurnakan strategi penguatan. Acara ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ekosistem desa yang lebih modern dan berdaya. Dengan menggabungkan pendekatan teknologi dan kepemimpinan yang human-centered, BRI berharap program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam pembangunan desa di Indonesia.

Selain pelatihan daring, Special Plan menyediakan pendampingan intensif untuk memastikan desa dapat mengimplementasikan rencana strategis mereka. BRI menargetkan pengembangan 5.000 desa dalam dua tahun, dengan harapan mewujudkan transformasi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pendaftaran program ini terbuka bagi seluruh desa di Indonesia, dan peserta dapat mendaftar melalui unit kerja BRI terdekat.