New Policy: BRInita Perkuat Pengembangan Kebun Gangnam di Jakut, Jadi Ruang Produktif Warga
New Policy: BRInita Perkuat Kebun Gangnam di Jakut Jadi Ruang Produktif Warga
New Policy - Dalam rangka mendorong inisiatif baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program New Policy meluncurkan inisiatif revitalisasi kawasan bekas rusak. Salah satu proyek yang sukses di bawah kebijakan ini adalah Kebun Gangnam, yang kini berdiri di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Area seluas sekitar 1.330 meter persegi ini tidak hanya mengubah bentuk tanah kosong menjadi ruang produktif, tetapi juga menunjukkan bagaimana New Policy bisa memperkaya kehidupan masyarakat secara ekonomi dan lingkungan.
Pengembangan Berkelanjutan Melalui New Policy
Kebun Gangnam menjadi contoh nyata inovasi yang diusung dalam New Policy. Dengan menggandeng instansi teknis dan kelompok tani, transformasi ini memungkinkan tanah berbatu diubah menjadi lahan pertanian perkotaan. Proses penataan yang dimulai pada September 2023 melibatkan pembuatan bedengan, pembersihan bebatuan, dan penimbunan tanah subur. Tujuannya tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, sejalan dengan visi New Policy dalam mendorong ketahanan lokal.
Produktivitas dan Komoditas Utama
Sebagai bagian dari New Policy, Kebun Gangnam menawarkan berbagai komoditas pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Kangkung dan pakcoi menjadi dua jenis tanaman utama yang diproduksi. Kangkung ditanam secara konvensional di lahan, sedangkan pakcoi menggunakan sistem hidroponik untuk mengoptimalkan ruang dan sumber daya. Proses penanaman, perawatan, serta regenerasi tanah terus dilakukan secara teratur, sehingga memastikan produktivitas berkelanjutan. Hasil panen juga kerap dijual ke toko-toko sayur di Jakarta Utara, memperkuat dampak ekonomi dari New Policy.
Pelatihan dan Edukasi Komunitas
Di bawah kebijakan New Policy, Kebun Gangnam tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memberikan pelatihan bercocok tanam kepada warga. Kelompok Tani yang bekerja sama dengan BRInita menyediakan program pelatihan teknik pertanian, termasuk cara menanam, merawat tanaman, dan meregenerasi kesuburan tanah. “Kebun ini bisa jadi sarana pembelajaran langsung untuk masyarakat,” kata Lurah Pegangsaan Dua Sarmudi. Kebun juga menjadi tempat edukasi bagi anak-anak sekolah, dengan program yang diakses melalui media sosial untuk memastikan partisipasi lebih luas.
Kegiatan Sosial dan Keterlibatan Masyarakat
Salah satu inovasi menarik dalam New Policy adalah kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan di Kebun Gangnam. Setiap Jumat, warga dapat mengambil sayuran secara gratis setelah melakukan aktivitas olahraga atau kunjungan. Program ini menunjukkan komitmen BRInita dalam menciptakan ruang produktif yang inklusif. Dalam hari biasa, sayuran juga bisa dibeli langsung dari kebun, dengan pengunjung diperbolehkan memetik tanaman sebelum ditimbang dan dibayar via mesin EDC BRI.
Integrasi dengan Lingkungan Kota
Kebun Gangnam mencerminkan visi New Policy dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat urban. Dengan menggabungkan pertanian perkotaan, pengelolaan lingkungan, dan pendidikan, area ini menjadi contoh keberhasilan penggunaan ruang terbuka hijau untuk kegiatan produktif. Proyek ini tidak hanya menumbuhkan kebun, tetapi juga membangun komunitas yang lebih solid, sejalan dengan konsep sustainable development yang diusung dalam kebijakan baru.
Prospek dan Harapan Masa Depan
Berikutnya, Kebun Gangnam dipercaya bisa menjadi model dalam New Policy untuk area lain di Jakarta Utara. Sarmudi berharap proyek ini terus berkembang, dengan lebih banyak warga yang terlibat dalam bercocok tanam. “Kita ingin kebun ini menjadi salah satu pusat pengembangan keterampilan pertanian untuk masyarakat sekitar,” imbuhnya. Dengan kebijakan yang lebih mendukung, BRInita berkomitmen untuk memperluas program ini, memastikan keberlanjutan proyek yang mengubah lahan bekas rusak menjadi ruang produktif dan berkelanjutan.