New Policy: BRI Operasikan Money Changer di Lokasi Strategis, Perluas Akses Transaksi Valas
BRI Perluas Akses Transaksi Valas dengan Operasikan Money Changer di Lokasi Strategis
New Policy - Komitmen BRI untuk mendorong transaksi valas menjadi lebih mudah diwujudkan melalui kebijakan baru yang mulai dijalankan. Perusahaan yang dikenal dengan julukan "Bank Rakyat" ini telah menghadirkan layanan pertukaran mata uang asing di berbagai titik strategis, memperluas kesempatan bagi nasabah untuk melakukan transaksi internasional tanpa hambatan. Kebijakan ini merupakan langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih cepat dan praktis, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Strategi Peningkatan Akses Transaksi Valas
Langkah BRI dalam mengoperasikan money changer di lokasi strategis tidak hanya berfokus pada ketersediaan fisik, tetapi juga pada optimalisasi layanan. Melalui pengembangan infrastruktur, BRI menargetkan penggunaan layanan valas menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, termasuk nasabah yang sering melakukan aktivitas lintas negara. Kebijakan ini memastikan bahwa transaksi forex dapat dilakukan dengan cepat, efisien, dan aman, sejalan dengan visi bank untuk menjadi mitra utama dalam keuangan digital.
Sebagai bagian dari kebijakan baru ini, BRI Money Changer kini menyediakan pertukaran 20 mata uang utama seperti USD, SGD, EUR, AUD, GBP, JPY, PHP, NZD, MYR, KRW, HKD, SAR, THB, TWD, VND, CNY, CHF, CAD, AED, dan BND. Akses ke layanan ini tidak terbatas pada gerai khusus, tetapi juga melalui jaringan Unit Kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan sistem yang terintegrasi, nasabah bisa mengakses kebutuhan transaksi valas kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan preferensi mereka.
Menurut pernyataan Dhanny, Selasa (30/5/2026), kebijakan baru ini menunjukkan bahwa BRI terus berkomitmen untuk menyediakan solusi keuangan yang inovatif. Dengan nilai tukar kompetitif dan standar layanan yang terjaga, BRI memastikan kepastian bagi nasabah, terutama saat berada di titik keberangkatan atau kedatangan. “Kami berupaya memudahkan transaksi valas dengan menghadirkan fasilitas yang lebih dekat ke kebutuhan masyarakat,” jelas Dhanny.
Pengembangan money changer di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, stasiun kereta, dan bandara adalah salah satu contoh kebijakan baru BRI yang fokus pada kebutuhan nyata pengguna. Layanan ini dirancang untuk memenuhi permintaan transaksi valas yang semakin meningkat, terutama di tengah gelombang bisnis lintas batas dan investasi asing. Dengan strategi ini, BRI mencoba menjawab tantangan akses yang selama ini dihadapi oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan jangka panjang.
Terlepas dari unit gerai khusus, BRI juga memperluas jaringan Unit Kerja BRI yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Layanan valas bisa diakses secara luas melalui 16.000 cabang, memastikan bahwa setiap nasabah, terlepas dari lokasi, bisa menjalankan transaksi forex dengan mudah. Peningkatan ini sejalan dengan visi BRI untuk memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan mudah digunakan. Kebijakan baru juga mencakup integrasi teknologi, sehingga transaksi bisa dilakukan melalui aplikasi mobile BRI atau layanan digital lainnya.