Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Sepekan Menguat 4,24 Persen – Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp10.749 Triliun

Published Juli 18, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Michael Jones - nusantaranews1.com

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Indeks IHSG Naik 4,24 Persen, Kapitalisasi Pasar Melampaui Rp10,749 Triliun

Nusantaranews1.com – Pasar modal Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan dalam seminggu terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,24 persen. Angka ini memperlihatkan kekuatan pasar yang kembali menguat, meski di tengah ketidakpastian global. Kenaikan IHSG membawa kapitalisasi pasar ke level Rp10,749 triliun, dengan peningkatan 3,95 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Peningkatan Transaksi dan Pergerakan Saham

Peningkatan IHSG terjadi di tengah volume transaksi harian yang mengalami peningkatan signifikan. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 26,174 miliar, naik 27,75 persen dari 20,488 miliar di minggu sebelumnya. Nilai transaksi harian juga melonjak 36,25 persen, mencapai Rp13,99 triliun dari Rp10,26 triliun sebelumnya. Frekuensi transaksi meningkat 24,60 persen, mencapai 2,33 juta kali dalam sehari.

Dalam kurun waktu 13–17 Juli 2026, total volume transaksi mencapai 130,871 miliar saham, dengan nilai total sebesar Rp69,953 triliun atau setara USD3,875 miliar. Kapitalisasi pasar yang mencapai Rp10,749 triliun menunjukkan kepercayaan investor terhadap sektor-sektor utama, seperti bahan baku, konsumer siklikal, dan energi. IHSG bergerak antara level 5.898,147 dan 6.192,658, mencerminkan volatilitas yang terkendali.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menegaskan bahwa kenaikan IHSG terjadi seiring dinamika positif pasar. "Peningkatan ini didorong oleh optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang stabil," ujarnya dalam wawancara terpisah.

Kenaikan IHSG juga berdampak pada sektor-sektor yang berkontribusi terbesar. Sektor bahan baku menjadi pemenang dengan kenaikan 5,47 persen, diikuti oleh konsumer siklikal (5,32 persen), energi (4,62 persen), dan infrastruktur (4,55 persen). Teknologi dan properti menguat 3,38 persen dan 3,46 persen, masing-masing. Sebaliknya, sektor keuangan dan industri mengalami kenaikan lebih rendah, yaitu 2,73 persen dan 2,35 persen.

Peningkatan kapitalisasi pasar tidak hanya mencerminkan nilai saham yang meningkat, tetapi juga indikator kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia. Dengan total nilai Rp10,749 triliun, pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan daya tarik instrumen keuangan lokal. IHSG yang kini mencapai 6.175,535 memperlihatkan pergerakan yang stabil, seiring penguatan sektor bahan baku dan ekonomi makro yang positif.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa 435 saham atau 45 persen dari total saham yang terdaftar mengalami kenaikan lebih dari 2 persen. Sementara 105 saham naik antara 0 hingga 2 persen, dan 223 saham tidak mengalami perubahan harga. Di sisi lain, 93 saham mengalami penurunan hingga 2 persen, serta 109 saham yang turun di atas 2 persen. Hal ini menunjukkan keberagaman respons pasar terhadap berbagai faktor eksternal.