Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: QRIS BRI Bikin Transaksi di Depot Mirah Bulungan Praktis, Bayar Tinggal Scan

Published Mei 24, 2026 · Updated Mei 24, 2026 · By Mary Jones

QRIS BRI Mengubah Cara Transaksi di Depot Mirah Bulungan

Facing Challenges, pengelola depot makan Mirah Bulungan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mencatat perubahan signifikan dalam metode pembayaran. Usaha yang telah berjalan sejak 20 tahun lalu kini memanfaatkan QRIS BRI sebagai solusi praktis untuk mengatasi hambatan dalam proses transaksi. Pemilik depot, Choirul Bariyah, menjelaskan bahwa adopsi teknologi ini memudahkan pengunjung, termasuk pelajar dan karyawan, untuk membayar secara instan tanpa repot. “Mereka hanya perlu scan QR code, dan transaksi selesai,” katanya saat ditemui iNews.id di lokasi, Minggu (24/5/2026).

Menghadapi Tantangan dalam Operasional

Sebelum penggunaan QRIS BRI, Bariyah mengatakan bahwa pengelolaan uang kembalian seringkali mengganggu alur kerja. “Sering kali ada kesalahan hitung atau uang habis,” ujarnya. Dengan sistem digital ini, ia merasa lebih terbantu mengatasi masalah teknis seperti kehabisan kembalian. Selain itu, transaksi menjadi lebih cepat, terutama saat jam makan siang yang sibuk. “Kini antrian lebih singkat, karena pembayaran langsung dilakukan melalui aplikasi,” tambahnya.

“Selama ini kadang kapan-kapan ada error, tapi orang BRI langsung datang, dicoba, lalu bisa,”

Kemudahan ini juga mengurangi risiko kesalahan antar pelanggan dan pengelola. Bariyah menilai QRIS BRI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan kemudahan bagi pelanggan yang terbiasa dengan teknologi. “Sebelumnya, mereka harus menunggu lama untuk membayar. Kini bisa langsung beres,” kata ibu dua anak ini. Meski masih ada tantangan, seperti kecepatan internet yang tidak stabil, ia optimis teknologi akan terus berkembang.

Kontinuitas Usaha di Era Digital

Usaha Mirah Bulungan tidak hanya bertahan hingga 20 tahun, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Bariyah, yang berasal dari Malang, menjelaskan bahwa usaha ini dimulai saat anak keduanya duduk di kelas 1 SD. Awalnya, ia hanya menjual mi ayam, jus, dan gorengan di trotoar Jalan Mahakam, Jakarta Selatan. Namun, setelah ada penataan kawasan, lokasi berpindah ke tempat saat ini, tetapi konsepnya tetap relevan.

Penggunaan QRIS BRI adalah bagian dari upaya Bariyah untuk tetap relevan di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat. Ia menjelaskan bahwa keberadaan layanan digital seperti QRIS membantu menghadapi tantangan mempertahankan pelanggan. “Ada peningkatan pengunjung, karena banyak orang lebih nyaman membayar secara digital,” pungkasnya. Selain QRIS, Bariyah juga memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk memperkuat modal usaha.

Dengan QRIS BRI, Bariyah mengakui bahwa Depot Mirah Bulungan kini menjadi lebih modern. Meski tantangan masih ada, seperti kebutuhan pelanggan memahami cara penggunaan QRIS, ia yakin ini adalah langkah yang tepat. “Pertama-tama perlu sosialisasi, tapi sekarang sudah bisa diterima,” katanya. Ia juga menyoroti kecepatan dukungan teknis dari BRI, yang memastikan sistem berjalan lancar meski ada hambatan.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Daya Saing

Transisi ke QRIS BRI tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan daya saing depot ini. Bariyah menjelaskan bahwa banyak pelanggan, terutama generasi muda, lebih memilih metode pembayaran digital karena efisiensinya. “Anak-anak sepulang sekolah lebih suka scan daripada membawa uang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan penggunaan QRIS berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan.

Meski terdapat tantangan teknis seperti error pada aplikasi, Bariyah mengapresiasi kecepatan BRI dalam menyelesaikan masalah. “Masih ada kekurangan, tapi cepat ditangani,” katanya. Dukungan ini menjadi aset penting dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah pandemi dan pergeseran kebiasaan konsumen. QRIS BRI, menurutnya, membantu depot tetap menjadi pilihan utama masyarakat sekitar.

Kompetisi dalam sektor kuliner di Jakarta Selatan semakin ketat, tetapi Bariyah yakin QRIS BRI menjadi alat strategis untuk menghadapi tantangan tersebut. “Pengelolaan keuangan lebih terstruktur, dan transaksi lebih cepat,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa adopsi teknologi ini memperkuat hubungan dengan pelanggan, karena mereka merasa lebih dihargai dengan layanan yang modern. “Ini bagian dari upaya untuk tetap berdiri di tengah tantangan,” pungkasnya.

Dengan QRIS BRI, Depot Mirah Bulungan kini menjadi contoh usaha kecil yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk menghadapi tantangan. Bariyah berharap layanan ini terus berkembang, sehingga bisa memberikan pengalaman lebih baik bagi pelanggan. “Kalau bisa lebih cepat lagi, akan lebih bagus,” katanya. Ia menegaskan bahwa QRIS BRI bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga jembatan untuk menjaga kelangsungan usaha di masa depan.