Berita
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Berita

Visit Agenda: Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik saat Bantu Renovasi Rumah Tetangga

William Garcia ⏱ 3 min read

Visit Agenda: Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik Saat Bantu Renovasi Rumah Tetangga

Visit Agenda – Tragedi yang mengguncang Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terjadi saat warga setempat terlibat dalam kegiatan renovasi rumah tetangganya. Hirmanto (46), seorang pekerja yang mengalami kecelakaan listrik, meninggal dunia setelah tersengat tegangan tinggi saat memotong kawat besi yang mengikat tiang antena pemancar sinyal. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (14/5/2026), dan menjadi perhatian publik terkait keamanan dalam pekerjaan konstruksi.

Detik-detik Kejadian dan Faktor Penyebab

Korban bersama sejumlah warga lainnya sedang bekerja di atas ketinggian sekitar 17 meter untuk memperbaiki struktur rumah. Saat memotong kawat besi yang menghubungkan tiang antena dengan bagian lain bangunan, tiba-tiba tiang logam tersebut kehilangan keseimbangan dan tumbang, menyentuh kabel listrik utama PLN. Karena masih memegang kawat, Hirmanto terkena arus listrik langsung dan jatuh ke tanah, meninggalkan sisa hidupnya dalam kondisi terluka parah.

“Korban memotong kawat besi saat menaiki tangga di lantai dua. Tiba-tiba tiang antena logam terjatuh, menyentuh kabel tegangan tinggi. Saat itu, korban masih menggenggam kawat dan langsung tersengat,” ujar Mulyadi, perangkat desa yang memberi laporan ke polisi.

Respons Cepat dan Pengamatan Lingkungan

Warga sekitar terkejut setelah mendengar ledakan dan melihat percikan api akibat korsleting listrik. Api dengan cepat merambat dan menghanguskan bagian dinding kayu rumah, tetapi berhasil dipadamkan oleh masyarakat secara mandiri sebelum menyebar. Kapolsek Wirosari, AKP Saptono Widyo Hariyanto, menyatakan bahwa tim penyidik langsung datang ke lokasi untuk mengumpulkan bukti.

Menurut penjelasan polisi, ada potensi risiko kecelakaan karena tiang antena berada dalam posisi miring sebelum tumbang. Pihak kepolisian dan tenaga medis dari Puskesmas Wirosari II melakukan pemeriksaan di TKP dan menemukan bahwa korban tidak mengalami tanda-tanda kekerasan. Selain itu, bahan konstruksi logam seperti galvalum dan router sinyal juga diperiksa sebagai faktor penambah risiko.

Kondisi Tubuh dan Penolakan Autopsi

Dari hasil pemeriksaan medis, Hirmanto mengalami luka bakar di seluruh tubuh, terutama di bagian lengan dan telapak tangan kiri. Luka tersebut diduga terjadi akibat kontak langsung dengan sumber arus listrik yang terjadi saat tiang antena tumbang. Petugas medis mengklaim bahwa kondisi tubuh korban tidak menunjukkan adanya tindakan paksa atau kecelakaan akibat faktor eksternal.

Keluarga korban menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah, memandang kejadian ini sebagai musibah alam yang tidak terduga. Jenazah Hirmanto diserahkan untuk dimakamkan sesegera mungkin. Kapolsek Wirosari memberikan peringatan bahwa pekerjaan di dekat jaringan listrik harus memperhatikan keselamatan, terutama saat menggunakan bahan logam.

Pelajaran Keselamatan dan Kecelakaan Serupa

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Grobogan terkait kehati-hatian saat melakukan pekerjaan di area berlistrik. Visit Agenda menyoroti bahwa kecelakaan serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah lain, di mana pekerja tidak memperhatikan jarak aman dari kabel utama. Dalam beberapa kasus, luka bakar parah terjadi karena kontak langsung dengan kawat logam yang terhubung ke sumber listrik.

Pihak kepolisian dan PLN tengah menyelidiki apakah ada kekurangan dalam pemasangan kabel listrik atau kesalahan dalam penggunaan alat pemotong. Sementara itu, para pekerja yang terlibat dalam renovasi memperhatikan langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan koordinasi dengan pihak penyedia listrik sebelum memulai pekerjaan di area tinggi. Visit Agenda juga menyarankan penggunaan alat pelindung tambahan seperti sarung tangan isolator dan penutup kabel yang lebih aman.

Konteks dan Dampak pada Masyarakat

Kecelakaan ini memicu reaksi dari warga Desa Dokoro, yang merasa prihatin atas nasib Hirmanto. Beberapa warga menilai bahwa kejadian tersebut bisa dicegah jika ada pemeriksaan lebih ketat terhadap infrastruktur listrik sebelum pekerjaan dimulai. Visit Agenda mengungkap bahwa sebagian besar warga lokal tidak terbiasa dengan risiko kecelakaan di lokasi konstruksi, terutama saat bekerja di ketinggian.

Dalam perjalanan penyelidikan, petugas menemukan bahwa tiang antena yang tumbang berada dalam kondisi kurang stabil, mungkin akibat kelelahan pekerja atau kurangnya pengawasan. Kapolsek juga menekankan bahwa kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para pekerja yang menggunakan alat logam di dekat kabel listrik. Visit Agenda berharap pihak terkait dapat memperkuat kesadaran keselamatan dalam setiap proyek renovasi.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Preventif

Setelah kejadian, masyarakat Desa Dokoro mulai mengambil langkah-langkah preventif. Beberapa warga mengusulkan untuk menambahkan jalur listrik tambahan di area konstruksi agar pekerja tidak terancam oleh korsleting. Visit Agenda mencatat bahwa beberapa desa di Jawa Tengah sedang mengadakan program keselamatan kerja yang melibatkan pelatihan dasar untuk pekerja yang berada di dekat jaringan listrik.

Tim investigasi masih terus mempelajari kejadian tersebut, termasuk memeriksa laporan teknis dari PLN dan menyimpulkan apakah ada kesalahan dalam penggunaan bahan konstruksi. Visit Agenda juga berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat menangani material logam dalam pekerjaan renovasi. Dengan peningkatan kesadaran, harapannya risiko serupa bisa diminimalkan di masa depan.

Bagikan artikel ini