Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Tragis, 2 Pemancing di Pangkep Tewas Tenggelam usai Jatuh di Sungai Pangkajene

Published Juni 9, 2026 · Updated Juni 9, 2026 · By Patricia Rodriguez

Tragis, 2 Pemancing di Pangkep Tewas Tenggelam di Sungai Pangkajene

Visit Agenda - Tragedi yang menyebabkan dua pemancing tewas tenggelam terjadi di Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 9 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi saat dua korban, Imam (34) dan Ansyarullah (26), sedang melakukan aktivitas memancing di belakang rumah mereka. Sejak awal, Visit Agenda menjadi sorotan karena peristiwa ini menunjukkan risiko yang sering diabaikan saat orang berkunjung ke daerah wisata alam seperti Sungai Pangkajene.

Kondisi dan Lokasi Sungai yang Berbahaya

Sungai Pangkajene, yang terkenal sebagai destinasi pancing populer, ternyata menyimpan bahaya tak terduga bagi pengunjung. Pada hari kejadian, air sungai terlihat tenang, namun kedalaman yang mencapai beberapa meter serta lapisan lumpur yang konsisten membuatnya rentan menyeret korban ke dasar air. Lokasi kejadian berada di Jalan Keadilan, Kelurahan Pabbundukang, Kecamatan Pangkajene, tempat yang tidak terlalu ramai tetapi sering dikunjungi oleh warga sekitar untuk aktivitas rekreasi.

Proses Kecelakaan yang Membawa Tragedi

Kedua korban, Imam dan Ansyarullah, bermain pancing bersama rekan mereka, Muh Rusli (38), yang tinggal di sekitar lokasi. Menurut Muh Rusli, kejadian dimulai saat Ansyarullah melempar kail ke arah air. Saat itu, ia berpegangan pada dahan pohon di tepi sungai, tetapi dahan patah tiba-tiba, menyebabkan korban terjatuh ke dalam. Imam langsung menurun untuk menolong, tetapi tidak sempat menyelamatkan. "Saat melempar kail pancing dia berpegangan pada dahan pohon, tetapi dahannya patah sehingga dia jatuh ke dalam sungai. Visit Agenda di sini memberi gambaran bagaimana bahaya bisa terjadi di tempat yang terlihat aman," kata Rusli dikutip dari iNews Celebes.

Evakuasi dan Penyelamatan yang Tidak Berhasil

Setelah Ansyarullah tenggelam, Imam berusaha menyelamatkannya. Namun, proses evakuasi tidak berjalan lancar karena kondisi air yang dalam dan berlumpur. Muh Rusli langsung memanggil bantuan dari warga sekitar untuk menolong. Meski usaha evakuasi dilakukan, keduanya tidak bisa diselamatkan. "Korban sempat berbicara di dalam air saat mencari lokasi yang lebih dangkal, tetapi kondisi yang tidak stabil membuat mereka kesulitan keluar," tambah Rusli.

Respons BPBD dan Upaya Pencegahan Kecelakaan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat tenggelam di area sungai yang berbahaya. "Korban sudah dievakuasi oleh warga dan dibawa ke RS Batara Siang, namun saat tiba di sana, mereka sudah tidak bernyawa," kata Akbar. BPBD kemudian mengeluarkan larangan bagi warga untuk memancing atau bermain di sekitar lokasi. Area tersebut dianggap rawan karena kedalaman air dan kondisi lumpur yang tidak stabil.

Korban Meninggal Dunia dan Pengaruh pada Masyarakat

Dua korban, Imam dan Ansyarullah, dinyatakan meninggal dunia setelah ditarik dari dalam air. Kejadian ini mengejutkan masyarakat sekitar, terutama para pemancing yang sering berkunjung ke Sungai Pangkajene. "Ini menjadi peringatan bagi warga untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas pancing di area yang tidak diketahui risikonya," ujar warga setempat. Visit Agenda juga menjadi topik diskusi di media sosial, dengan banyak pengguna menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya alam di tempat-tempat wisata.

Analisis dan Rekomendasi untuk Mencegah Kecelakaan Serupa

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kecelakaan ini bisa dicegah dengan adanya penerapan protokol keselamatan. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak memancing di area yang tidak dilengkapi alat pelindung dan informasi tentang kedalaman air. Selain itu, pihak setempat berencana memasang tanda bahaya dan menyiapkan tempat pengamatan yang lebih aman. "Korban tidak memiliki perlengkapan keselamatan, seperti pelampung atau sabuk pengaman, yang bisa menjadi penyelamat," jelas Akbar. Visit Agenda di daerah ini juga perlu diintegrasikan dengan edukasi keamanan sebelum pengunjung memasuki lokasi.