Visit Agenda: Mahasiswi Kaltara Disekap dan Diperkosa di Makassar, Gubernur Zainal: Tangkap Pelaku!
Mahasiswi Kaltara Diperkosa di Makassar, Gubernur Zainal: Segera Tangkap Pelaku!
Respons Gubernur Zainal terhadap Kasus Pemerkosaan
Visit Agenda – Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, memberikan respons tegas terhadap kasus pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi asal wilayah tersebut, MR (20), di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pemimpin daerah itu menegaskan bahwa pelaku, DR (29), harus segera ditangkap dalam rangkaian kunjungan kerjanya untuk meninjau langsung kondisi korban.
Dalam kunjungan kerja ini, Zainal Paliwang bertemu dengan korban di lokasi kejadian untuk memberikan dukungan moral dan memastikan perlindungan hukum. Ia meminta pihak kepolisian agar lebih intensif mengejar pelaku, yang hingga kini masih buron. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan berkomitmen untuk memastikan kasus ini diungkap dengan cepat. Visit Agenda ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen kami terhadap keadilan,” kata Zainal setelah berdialog langsung dengan korban di Polrestabes Makassar.
Detil Peristiwa dan Langkah Penegakan Hukum
Kasus ini terjadi setelah korban, yang sedang menjalani beasiswa di Universitas Patria Arta, menerima tawaran kerja sebagai pengasuh bayi (baby sitter) dari DR melalui postingan di media sosial Facebook. MR datang ke rumah sewa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, dan segera diikat oleh pelaku. Peristiwa pemerkosaan berlangsung selama tiga hari sebelum korban berhasil kabur.
Zainal A Paliwang mengungkapkan bahwa korban telah menerima perlindungan sementara dari institusi terkait, termasuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Kami telah mengatur tim pendampingan khusus, termasuk pengacara, untuk membantu korban memulihkan diri,” jelas gubernur yang juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa Kaltara dalam proses ini. Visit Agenda menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara lembaga pemerintah dan instansi pendidikan.
Menurut informasi yang dihimpun, DR berasal dari luar Kota Makassar dan kini sedang buron. Kepolisian setempat menyatakan sedang memburu pelaku dengan memanfaatkan data dari media sosial serta keterangan saksi. Zainal Paliwang juga menyarankan agar korban diberi pelatihan keterampilan hidup untuk membangun kepercayaan diri setelah mengalami trauma.
Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan bahwa Visit Agenda ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pendidikan dan keamanan bagi mahasiswa yang berada di luar wilayah. “Kami tidak hanya menangani kasus ini secara hukum, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan psikologis dan bantuan sosial,” ujarnya.
Korban sekarang menjalani pengawasan medis dan bimbingan psikologis di Makassar. Tim khusus dari Pemprov Kaltara telah berkoordinasi dengan Polsek Tamalate, Polrestabes, serta institusi terkait untuk mempercepat proses hukum. “Visit Agenda ini juga menjadi titik awal kerja sama lintas sektoral,” kata gubernur yang menekankan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi kebijakan pengawasan terhadap mahasiswa yang bekerja sambilan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi mahasiswa di Makassar menyambut baik langkah Zainal. Mereka berharap kasus ini menjadi contoh bahwa pemerintah daerah siap bertindak cepat terhadap kejahatan yang melibatkan pelajar. “Visit Agenda tidak hanya sebatas kunjungan, tetapi juga menggambarkan komitmen kuat untuk menjaga martabat perempuan dan kemanusiaan,” tutur perwakilan organisasi mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki