Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Kebakaran Hebat Pabrik Ban Bekas di Mojokerto, Asap Hitam Membubung Tinggi

Published Mei 27, 2026 · Updated Mei 27, 2026 · By Sarah Hernandez

Kebakaran Besar di Pabrik Ban Bekas Mojokerto, Asap Hitam Menghiasi Langit

Visit Agenda - Mojokerto, Rabu (27/5/2026), sebuah kebakaran mengerikan mengguncang pabrik pengolahan ban bekas milik CV Indah Sentosa di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Api yang membara memporak-porandakan seluruh area gudang dan fasilitas produksi, mengakibatkan kepanikan di antara karyawan yang sedang beristirahat di siang hari. Kebakaran ini tidak hanya mengancam properti, tetapi juga memengaruhi lingkungan sekitar dengan asap hitam yang mengalir ke wilayah perkotaan.

Kondisi di Lokasi Kebakaran dan Dampak Lingkungan

Kebakaran yang dimulai dari gudang penyimpanan ban bekas menyebar dengan cepat, mencakup area luas yang menyebabkan api terus berkobar. Asap pekat berwarna hitam mencuat hingga mencapai lapisan atas, mengganggu penglihatan dan menyebabkan warga sekitar mengungsi. Karena sifat material yang mudah terbakar, seperti ban karet dan bahan bakar tambahan, api terus membesar hingga memaksa petugas pemadam untuk melakukan operasi pengendalian berkelanjutan.

"Api mulai terlihat dari area penyimpanan ban bekas saat para pekerja sedang istirahat. Penyebabnya belum terungkap, tetapi kekacauan sudah mengguncang seluruh area pabrik," kata Suwandi, satpam gudang yang pertama kali melaporkan kebakaran.

Kebakaran ini menyebabkan gangguan lalu lintas di sekitar Jalan Nasional By Pass Magersari, dengan warga menghindari area yang terpapar asap. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran yang terjadi pada siang hari memperparah situasi karena karyawan tidak siap menghadapi peristiwa tak terduga.

Upaya Pemadaman dan Koordinasi Tim Penanggulangan

Setelah menerima laporan kebakaran pada pukul 13.00 WIB, petugas Damkar Kota Mojokerto langsung melakukan intervensi. Namun, kekacauan yang terjadi memerlukan bantuan tambahan dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Karena api membesar ke bangunan belakang, tim pemadam kebakaran terpaksa memprioritaskan penanganan area yang paling rentan.

"Kami menerima laporan kebakaran jam 1 siang, langsung datang ke lokasi. Namun, api sudah merambat ke bagian belakang gudang, memperlihatkan kesulitan dalam pemadaman," ujar Suyitno, petugas Damkar Kota Mojokerto.

Dengan delapan unit mobil pemadam yang dikerahkan, situasi terus dikendalikan hingga Rabu petang. Meski demikian, beberapa bagian pabrik masih dalam kondisi terbakar. Pemerintah setempat sedang berupaya meminimalkan risiko terhadap lingkungan sekitar dengan membagikan informasi kebakaran kepada warga dan mengatur alur evakuasi.

Analisis Penyebab dan Langkah Pemulihan

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan petugas kepolisian mengumpulkan bukti dan menginterogasi saksi. Beberapa kemungkinan penyebab diperkirakan, seperti kebocoran listrik, kesalahan operasi alat berat, atau sengaja dibakar. Pihak kepolisian mengingatkan bahwa investigasi akan berlangsung hingga seluruh fakta terungkap.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami akan memeriksa semua kemungkinan, termasuk faktor alami dan kegiatan manusia," kata salah satu penyidik dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Sementara itu, perusahaan pabrik sedang berupaya mengumpulkan data kerugian dan merencanakan pemulihan. Sejumlah karyawan yang berhasil menyelamatkan bagian dari stok ban bekas tetap bekerja sambil menunggu hasil investigasi. Pemerintah setempat juga mengimbau warga sekitar untuk waspada terhadap tanda-tanda kebakaran yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Visit Agenda: Dampak Ekonomi dan Langkah Pemulihan

Kebakaran ini berdampak signifikan terhadap operasional pabrik dan rantai pasok ban bekas. Sebagai salah satu produsen ban bekas di wilayah Jawa Timur, CV Indah Sentosa memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Dengan kehilangan stok dan fasilitas produksi, perusahaan mungkin mengalami hambatan dalam memenuhi permintaan pasar. Para karyawan juga mengalami ketidaknyamanan, terutama karena kehilangan tempat kerja dan kepercayaan terhadap keamanan pabrik.

"Kami sedang mengumpulkan data kerugian dan merencanakan langkah pemulihan. Visit Agenda akan menjadi referensi untuk memperbaiki sistem keamanan di pabrik," ungkap manajer perusahaan, yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Di sisi lain, kejadian ini memicu refleksi terhadap standar keselamatan di industri pengolahan ban bekas. Para ahli menyarankan penerapan sistem pemantauan kebakaran lebih ketat, terutama di area yang berisiko tinggi seperti gudang penyimpanan. Dengan peningkatan kesadaran akan bahaya kebakaran, diharapkan tidak terulang kembali dalam waktu dekat.