Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Viral Pemotor Diduga Oknum Polisi Pukul Pengamen Badut di Tuban

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Sarah Hernandez

Viral Pemotor Diduga Oknum Polisi Pukul Pengamen Badut di Tuban

Insiden di Jalan Sunan Kalijaga

Viral Pemotor Diduga Oknum Polisi Pukul - Sebuah video yang menunjukkan sikap kasar seorang pengendara sepeda motor di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat ini menjadi perbincangan luas di media sosial. Pria yang diduga sebagai anggota polisi tersebut tiba-tiba membelakangi seorang pengamen yang berpakaian badut, hanya karena terjadi gesekan kecil di jalur raya. Aksi tersebut direkam oleh kamera CCTV dan langsung memicu reaksi kritis dari masyarakat.

Berdasarkan rekaman yang beredar, insiden terjadi di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban. Saat itu, pengamen berpakaian badut sedang menyeberang jalan. Ketika berada di tengah marka jalan, ia diduga terbentur oleh sepeda motor yang dikemudikan pria berbaya. Pria pengendara sempat membawa anak dan istrinya, tetapi tidak mengalami cedera serius.

Barang-barang yang dibawa korban berpencar di permukaan jalan setelah benturan. Meski tak terjatuh, korban tampak kewalahan membenarkan barang-barangnya. Pengendara lantas berbalik arah, langsung mendekati korban tanpa menunjukkan sikap baik. Bukan hanya menghina, ia juga menarik kerah baju korban dan meninju wajahnya.

"Sebagai warga Tuban, saya merasa cukup kecewa. Insiden tabrakan di jalan raya itu biasa-biasa saja, tapi korban sudah menunjukkan iktikad meminta maaf, lalu malah dimaki-maki," kata Ali Imron, Minggu (7/6/2026).

Ali menambahkan, dalam video tersebut terlihat korban tidak menawar atau memperjuangkan diri. "Ia sepertinya tak berusaha melawan karena mungkin sudah merasa salah, atau takut berkata keras," ujarnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau instansi terkait mengenai identitas dan status pria yang melakukan aksi arogan. Masyarakat Tuban meminta investigasi objektif dan transparan, khususnya jika oknum aparat penegak hukum benar-benar terlibat.