Berita
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Berita

Terekam CCTV! Detik-Detik Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api Sangkuriang di Jember

Elizabeth Jones ⏱ 2 min read

Terekam CCTV! Detik-Detik Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api Sangkuriang di Jember

Terekam CCTV Detik Detik Pemotor Tewas – Kecelakaan maut yang terjadi di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Jember, telah direkam oleh kamera CCTV. Kejadian ini terjadi Rabu (13/5/2026) dan mengejutkan banyak warga setempat. Pemotor yang melintasi rel tanpa palang pintu terlibat tabrakan fatal dengan Kereta Api Sangkuriang, dengan kamera keamanan menangkap seluruh prosesnya secara jelas. Rekaman ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan kecelakaan tersebut.

Detik-Detik Kecelakaan di Pelintasan Tanpa Palang

Dalam video yang viral, terlihat pemotor berusia sekitar 18 tahun mengendari sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Saat hendak melewati rel, ia tidak mengurangi laju kendaraannya meski telah melihat kereta api yang mendekat. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban bermaksud melewati jalur rel dari arah selatan tanpa menyadari adanya KA Sangkuriang yang sedang berjalan. Tak sempat menghindar, ia terpental sekitar lima meter dan jatuh ke rel, lalu langsung meninggal di tempat kejadian.

“Korban berhenti sejenak di dekat rel, tapi jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan,” jelas Bowo, warga yang berada di lokasi. Ia menambahkan bahwa motor korban terlempar hingga berjarak beberapa meter dari posisi awal, dengan kondisi rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Kejadian ini terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.30, saat lalu lintas di sekitar area pelintasan masih sepi.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Korban, yang identitasnya belum diumumkan secara resmi, tergeletak di jalur rel setelah tabrakan. Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan menutupi jenazah hingga kedatangan petugas kepolisian. Motor yang hancur di lokasi kejadian kini telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember untuk dilakukan autopsi dan proses identifikasi lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kecelakaan ini terjadi di area pelintasan tanpa palang yang sudah lama dikenal rawan. Dalam laporan penyelidikan, mereka menemukan bahwa korban tidak menggunakan palang pintu dan melintas saat kereta api sedang melaju. “Korban mungkin terburu-buru atau tidak memperhatikan tanda peringatan,” kata Kapolres Jember, AKBP Rudi Setiawan, dalam konferensi pers. Ia juga menyebut bahwa kasus ini akan diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Video kecelakaan yang diunggah di media sosial menarik perhatian banyak netizen. Mereka mengapresiasi pihak kepolisian yang memperlihatkan rekaman CCTV sebagai bukti transparan. Banyak warganet juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan di pelintasan rel. “Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi pengendara lain untuk selalu waspada saat melewati jalur kereta api,” tulis seorang netizen dalam komentar di media sosial.

Kejadian ini menambah daftar kasus kecelakaan maut di Jember. Pihak kereta api juga menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut. Mereka menjelaskan bahwa KA Sangkuriang beroperasi sesuai jadwal dan tidak ada kesalahan teknis dari sisi pengemudi. “Kami memastikan kecepatan kereta sesuai standar, tetapi kejadian ini adalah akibat kesalahan pengendara,” kata juru bicara PT KAI Daop 8 Surabaya, Dwi Suryo. Ia menyarankan pengguna jalan raya untuk selalu mematuhi aturan pelintasan rel, terutama saat arus lalu lintas sedang ramai.

Bagikan artikel ini