Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sikat Begal dan Kreak – Polda Jateng Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Semarang

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By David Jackson

Sikat Begal dan Kreak, Polda Jateng Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Semarang

Sikat Begal dan Kreak - Dalam upaya mengatasi peningkatan kejahatan jalanan di Kota Semarang, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah melakukan operasi besar-besaran yang menargetkan area rawan kriminalitas. Operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan yang marak serta aksi kelompok gangster atau yang dikenal sebagai 'kreak' yang meresahkan warga lokal.

60 Petugas Kepolisian Diterjunkan dalam Operasi Senyap

Operasi yang melibatkan 60 petugas kepolisian ini diatur dalam tiga wilayah berbeda yang dianggap rentan terhadap tindak kriminal. Dalam pengawasan lapangan, petugas sengaja mengenakan seragam preman (intel) untuk memudahkan pengamatan. Mereka fokus pada jalur sepi yang sering menjadi sasaran pembegalan, serta tempat berkumpulnya komplotan kreak menjelang dini hari.

Kawasan pemukiman padat dan ruas jalan utama yang masuk dalam daftar rawan tindak kriminalitas juga menjadi sasaran utama. Operasi berlangsung maraton mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, dengan petugas menyisir area secara intensif untuk menemukan pelaku potensial.

Limang Pemuda Ditemukan Mengebor Miras

Pada tengah malam, petugas menemukan lima remaja yang sedang menghabiskan minuman keras di salah satu sudut jalan. Karena khawatir aktivitas tersebut memicu tawuran atau aksi kriminal, kelima pemuda langsung dibawa untuk pemeriksaan dan pemberian pembinaan. Miras yang ditemukan di lokasi kemudian dimusnahkan di tempat.

"Operasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas. Sekaligus, upaya mengikis habis aksi kelompok gangster atau kreak yang kerap meresahkan masyarakat," kata Kombes Pol Anwar Nasir, Senin (1/6/2026).

Dengan penggalakan patroli pada jam-jam rawan, Polda Jateng berharap ruang gerak pelaku kejahatan jalanan di Jawa Tengah dapat dipersempit. Langkah tegas ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih beraktivitas di malam hari.