Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sadis! Pria di Kotim Tewas Ditusuk Sahabat Karib usai Pesta Sabu

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By William Garcia

Sadis! Pria di Kotim Tewas Ditusuk Sahabat Karib usai Pesta Sabu

Sadis Pria di Kotim Tewas Ditusuk - Dalam sebuah peristiwa yang mengejutkan, seorang pria di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tewas ditudus oleh sahabat karibnya setelah terlibat pesta sabu. Peristiwa berdarah ini terjadi di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, pada Rabu (10/6/2026). MN (32) dan AD (33), dua sahabat yang dikenal dekat, akhirnya berhadapan pisau di lokasi kejadian setelah emosi mereka terpicu oleh penggunaan narkoba dan minuman keras.

Konteks Pertikaian di Warung Pesta Sabu

Insiden dimulai saat MN dan AD, bersama tiga teman lainnya, berkumpul di sebuah warung di Desa Tangar untuk menghabiskan waktu bersama. Di tempat itu, mereka menggelar pesta minuman keras berupa arak sejak siang hari. Meski awalnya hanya terjadi cekcok kecil antara MN dengan salah satu temannya, situasi segera memanas ketika MN meminta AD untuk membeli sabu dari areal perkebunan kelapa sawit milik warga. Kegiatan tersebut memicu ketegangan yang berujung pada aksi kekerasan antara kedua pria.

"Usai membeli sabu, keduanya menuju ke areal kebun kelapa sawit dan mengonsumsi barang haram tersebut secara bergantian," kata Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol dan narkoba, emosi MN dan AD menjadi tidak stabil. Kekerasan terjadi tiba-tiba saat MN menyerang AD dari belakang dengan memukul bahu menggunakan sepotong kayu. AD terjatuh, lalu bangkit dan memulai duel sengit dengan korban. Dalam keadaan panik, pelaku mengeluarkan badik dari pinggangnya dan menusuk tubuh MN berkali-kali hingga tewas di tempat.

Korban dan Pelaku: Hubungan yang Terkait dengan Narkoba

Korban, MN, dikenal sebagai seseorang yang sering mengikuti kegiatan pesta narkoba bersama AD. Keduanya memiliki hubungan kekeluargaan dan telah menjalin persahabatan selama bertahun-tahun. Sebelum kejadian, MN dan AD terlihat berkumpul dalam keadaan tenang, tetapi kebiasaan mengonsumsi sabu membuat mereka rentan terhadap perubahan mood. Mayat MN ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian, dengan empat luka tusuk yang mengenai bagian perut dan dada.

Menurut sumber di Desa Tangar, MN dan AD sering kali menghabiskan waktu bersama di kawasan perkebunan. Mereka membeli sabu dari penjual lokal setiap minggu dan sering membagi-bagi barang haram tersebut di tengah suasana pesta. "Mereka tak pernah menyadari bahwa kebiasaan ini bisa mengarah pada kekerasan," ujar seorang warga setempat.

Pertikaian berawal dari kesalahpahaman kecil yang berkembang menjadi konflik besar. Pasca mengonsumsi sabu, MN tampak emosional dan langsung menargetkan AD dengan senjata tajam. Aksi tersebut terjadi tanpa peringatan, mengakibatkan kematian MN yang mengejutkan masyarakat setempat.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Polisi

Saat ini, AD telah diamankan oleh polisi untuk menjalani proses hukum. Ia dijerat dengan Pasal 458 ayat 1 KUHP, yang berbunyi "Pembunuhan dengan sengaja dan tanpa alasan yang dibenarkan." Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, pelaku harus menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi menyatakan bahwa AD terlihat memegang badik dengan tangan kiri saat menusuk korban.

Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso, menjelaskan bahwa pertikaian berlangsung singkat, tetapi akibatnya fatal. "AD mengaku melakukan penusukan terhadap MN setelah terjadi adu jotos. Ia terlihat tak terkendali dan langsung memulai tindakan eksekusi," tambah Sugiharso.

Tim penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan motif dan peran AD dalam kejadian tersebut. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian juga diperiksa untuk memperkuat kasus yang diselidiki oleh polisi.

Konteks Narkoba di Kotim dan Dampaknya

Kota Kotim, yang terletak di Kalimantan Tengah, dikenal sebagai daerah dengan tingkat penggunaan sabu yang cukup tinggi. Narkoba jenis ini sering diperjualbelikan di sekitar perkebunan kelapa sawit, menjadi sarana penghasil uang bagi sebagian warga. Peristiwa tewasnya MN menunjukkan bagaimana narkoba bisa memicu konflik antar sesama teman.

Penggunaan sabu tidak hanya memengaruhi perilaku individu