Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

OPM Kembali Berulah – TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Michael Jones

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

OPM Kembali Berulah - Kelompok separatis Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPM) kembali memicu situasi krisis di Pegunungan Bintang, Papua, yang berdampak pada aktivitas warga setempat. Dalam upaya memastikan keselamatan penduduk, Komando Operasi TNI Habema melakukan evakuasi massal terhadap sejumlah pendulang emas dari Distrik Awimbon menuju Kabupaten Boven Digoel. Langkah ini diambil setelah aksi OPM mengganggu mobilitas masyarakat dan membahayakan kehidupan mereka di kawasan yang rawan. Sebanyak 44 penduduk berhasil dievakuasi menggunakan lima awak perahu penjelajah, dengan perjalanan mengambil jalur laut untuk mencapai Pelabuhan Tanah Merah pada Minggu (24/5/2026).

Kondisi Keamanan dan Dampak di Distrik Awimbon

Pendulang emas, yang sering menjadi sasaran tindakan kekerasan oleh OPM, kembali terancam setelah kelompok tersebut melakukan aksi berulang di Pegunungan Bintang. Distrik Awimbon, yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sarmi dan Boven Digoel, menjadi saksi bisu ketegangan yang memicu keharusan evakuasi. Menurut laporan, kegiatan penambangan emas di sini berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, dengan sebagian besar pekerja berasal dari desa-desa di sekitar kawasan. Aksi OPM yang meningkat mengakibatkan gangguan terhadap operasional penambangan dan keselamatan warga, terutama para pekerja yang menempuh rute perahu dari Awimbon ke kota utama.

Sebelumnya, pihak keamanan telah melakukan upaya preventif untuk meminimalkan konflik, tetapi ketegangan terus memuncak. Di Distrik Awimbon, aktivitas OPM mencakup penembakan, penyergapan, serta penggusuran terhadap wilayah yang dianggap sebagai bagian dari wilayah otonom mereka. Evakuasi yang dilakukan TNI Habema ini bukan hanya untuk melindungi para pendulang emas, tetapi juga untuk mengamankan titik-titik perlintasan dan memutus mata rantai operasi kelompok separatis. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua hari, dengan penduduk dijemput secara berangkatan menggunakan tiga unit perahu yang telah dipersiapkan sejak awal.

Proses Evakuasi dan Koordinasi Tim Gabungan

Evakuasi para pendulang emas dilakukan secara terkoordinasi oleh Tim Gabungan TNI dan instansi terkait, termasuk elemen dari Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Pamtas) yang bertugas di kawasan perbatasan. Dalam kondisi keamanan yang tidak stabil, para penduduk mengungsi ke pelabuhan setelah mendapat informasi dari warga setempat yang lebih awal mengalami ancaman. Selama perjalanan, semua warga diberikan bantuan logistik dan bimbingan oleh tim penyelamat. Setelah tiba di Boven Digoel, para pendulang emas langsung berada di bawah pengawasan aparat gabungan, dengan rencana berikutnya mencakup pendaftaran, pemantauan kesehatan, serta penempatan di tempat penampungan sementara.

Komando Operasi TNI Habema menjelaskan bahwa evakuasi ini merupakan bagian dari langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi aksi OPM yang semakin intens. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya telah terjadi, di mana warga dan pekerja mengungsi ke daerah yang lebih aman sebagai respons terhadap gangguan yang berulang. "Koops TNI Habema berupaya memperkuat kehadiran pasukan di sekitar Distrik Awimbon untuk mencegah ancaman terhadap kegiatan ekonomi masyarakat," kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema. Selain itu, pihak keamanan juga mengambil langkah-langkah strategis seperti peningkatan pengintaian dan penegakan hukum di titik-titik rawan.

Menurut informasi yang didapat, aktivitas penambangan emas di kawasan tersebut memicu perhatian OPM karena kawasan tersebut dianggap sebagai wilayah yang seharusnya menjadi bagian dari wilayah mereka. Para pendulang emas, yang sering menggunakan perahu untuk menempuh perjalanan, menjadi korban langsung dari aksi kelompok separatis. Evakuasi ini juga membantu mengurangi risiko penambangan di daerah yang sedang konflik, karena sebagian besar warga telah berpindah ke Boven Digoel. Selain itu, pemerintah dan TNI terus berupaya membangun komunikasi dengan warga setempat untuk meminimalkan kesalahpahaman dan memperkuat solidaritas terhadap kegiatan pemerintah di wilayah tersebut.

Situasi keamanan yang tidak stabil di Pegunungan Bintang telah berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat. Penambangan emas, yang merupakan sumber penghasilan utama bagi warga Distrik Awimbon, terpaksa dihentikan sementara hingga kondisi keamanan kembali normal. TNI Habema bersama pihak terkait berupaya menstabilkan situasi dengan mengerahkan sejumlah personel tambahan dan meningkatkan persiapan darurat. Pemangkasan akses ke daerah konflik ini juga memicu perubahan dalam pola kerja para pendulang emas, yang kini lebih fokus pada penggunaan rute udara atau darat untuk mencapai lokasi penambangan.

Dengan evakuasi ini, TNI Habema menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas di wilayah Papua, khususnya di daerah yang rawan terhadap aksi OPM. Langkah-langkah yang diambil menunjukkan bahwa kehadiran pasukan di kawasan tersebut tetap diperlukan untuk mengamankan kegiatan ekonomi warga dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Para pendulang emas yang telah dievakuasi diharapkan dapat kembali bekerja setelah situasi kembali tenang, sementara pemerintah terus memantau perkembangan keamanan di Distrik Awimbon sebagai bagian dari strategi pengendalian OPM.