New Policy: Kecelakaan Bus Study Tour Tabrak Truk Boks di Tol Cipali, 1 Orang Tewas 10 Penumpang Luka
Kecelakaan Bus Study Tour Tabrak Truk Boks di Tol Cipali, 1 Orang Tewas 10 Penumpang Luka
New Policy – Dalam rangka mendukung new policy keamanan transportasi, kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 89 Tol Cipali, arah Jakarta, wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026) dini hari menjadi perhatian publik. Insiden ini menewaskan satu korban dan melukai sepuluh penumpang, sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan regulasi terkini di sektor transportasi. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.16 WIB, dengan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta untuk penanganan medis.
Detail Kecelakaan dan Korban
Bus PO EJ 78 Trans dengan nomor polisi K 7064 OE mengalami kerusakan berat di bagian depan kiri setelah bertabrakan dengan truk boks. Kekerasan benturan menyebabkan truk boks terdorong hingga menabrak truk tangki tanpa muatan dan guardrail. Bus yang terlibat membawa rombongan study tour dari SMP 2 Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, yang sedang menuju Jakarta dan Bandung. Rombongan terdiri dari lima bus, dengan total penumpang sekitar 40 orang, terdiri dari 35 siswa, guru pendamping, serta awak kendaraan.
“Bus berada di jalur dua, kemudian di depan ada mobil boks dan mobil Pertamina. Tiba-tiba mobil boks dari jalur satu masuk ke jalur dua. Sopir terkejut dan tidak bisa mengendalikan kendaraan, akhirnya bus menabrak truk boks lalu truk menabrak truk tangki,” ujar Paizin, guru pendamping, saat ditemui di RS Abdul Radjak Purwakarta, Selasa (19/5/2026).
Kernet yang berada di bagian kiri bus mengalami luka paling parah akibat benturan kuat. Korban yang meninggal dunia bernama Daniel, warga Semarang, yang merupakan bagian dari rombongan tersebut. Sementara tujuh pelajar dan tiga guru mengalami luka ringan, mereka masih menjalani perawatan di IGD RS Abdul Radjak Purwakarta. Menurut informasi yang diterima, kondisi korban masih stabil dan siap diberi pengobatan lanjutan sesuai new policy kesehatan darurat.
Latar Belakang Rombongan Study Tour
Rombongan study tour ini merupakan bagian dari program pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan wawasan siswa melalui kunjungan langsung ke Bandung dan Jakarta. Program ini selaras dengan new policy pendidikan yang mendorong penggunaan transportasi umum untuk kegiatan belajar mengajar. Rombongan telah mengatur jadwal perjalanan dengan memperhatikan aspek keamanan, namun kecelakaan ini menggambarkan risiko yang tetap ada meski telah diimplementasikan kebijakan terbaru.
Empat bus lain dari rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Korban luka direncanakan menyusul setelah kondisi mereka stabil. Setelah evakuasi selesai, bangkai bus dibawa ke tempat penyimpanan kendaraan di KM 92, Kalijati, Subang. Saat ini, kasus kecelakaan ditangani Unit Laka Lantas Polres Subang untuk investigasi lebih lanjut. Selain itu, pihak Astra Tol Cipali juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan jalan sesuai new policy keselamatan lalu lintas.
Langkah Pemerintah dan Penegakan Kebijakan
Dalam upaya mencegah insiden serupa, pemerintah daerah dan unit manajemen jalan terus mengupayakan penegakan new policy berkendara. Hal ini mencakup peningkatan pengawasan di sekitar area rawan seperti KM 89 Tol Cipali, serta penerapan batas kecepatan maksimal 100 km/jam dan minimal 60 km/jam. Kebijakan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang memperkuat keamanan transportasi umum, khususnya untuk rombongan seperti study tour.
Kepala Departemen Sustainability Management & Corporate Communications Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan berkendara. Pengendara diminta menjaga jarak aman antarkendaraan, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah atau mengantuk. Dalam konteks new policy yang diterapkan, kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk memperbaiki kebijakan dan penerapan di lapangan.