Meeting Results: Ricuh di Depan Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Ditangkap
Ricuh di Depan Lapas Bollangi, 8 Orang Ditangkap dalam Aksi Demonstrasi
Detail Aksi dan Pemicu Keributan
Meeting Results - Dalam sebuah aksi yang disebut sebagai Meeting Results, keributan terjadi di depan Lapas Narkotika Sungguminasa, atau Lapas Bollangi, pada Senin (25/5/2026). Kericuhan yang memicu kegaduhan sekitar pukul 15.00 Wita berawal dari unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH). Menurut Rika Aprianti, juru bicara Ditjenpas Kemenimipas, massa yang menghadiri aksi ini membawa senjata tajam seperti badik dan busur panah.
"Unjuk rasa dilakukan tanpa mengajukan izin resmi dari Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu," ujarnya. Aksi yang dipicu oleh keluhan terkait penegakan hukum di lapas tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas dan sarana yang ada. Para peserta unjuk rasa menabrakkan sepeda motor ke pintu ruang P2U, melempari kaca, serta menghancurkan area kunjungan warga binaan.
Kelompok demonstran terdiri dari 40 orang yang datang untuk menyampaikan tuntutan terkait penggunaan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan. Meeting Results ini menimbulkan rasa takut dan guncang di sekitar Lapas, sehingga memicu tindakan penegakan hukum yang lebih intensif. Dalam situasi yang memanas, pihak lapas bekerja sama dengan Polsek Bontomarannu dan Koramil 1409-03 mengambil langkah-langkah pengamanan.
Penangkapan dan Temuan Barang Bukti
Dari aksi tersebut, delapan orang yang dianggap sebagai provokator langsung ditahan oleh polisi. Dua di antara mereka ditemukan memiliki barang bukti narkoba setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Meeting Results ini menunjukkan bahwa beberapa anggota aksi terlibat langsung dalam penggunaan narkoba, yang menjadi pemicu utama dari penyampaian tuntutan mereka.
"Penangkapan ini merupakan tindakan preventif untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan di sekitar Lapas Bollangi," tambah Rika. Dalam proses investigasi, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh peserta aksi telah diberikan kesempatan untuk menjelaskan alasan serta tujuan mereka menghadiri Meeting Results tersebut.
Keributan yang terjadi di area lapas menimbulkan kekhawatiran terkait kenyamanan dan keamanan warga binaan. Menurut Rika, aksi ini juga memicu rencana revisi terhadap sistem pengawasan di lapas, sebagai langkah responsif terhadap keluhan masyarakat. Selain itu, Meeting Results ini diharapkan menjadi sarana dialog antara pihak berwajib dan masyarakat untuk memperbaiki kebijakan penegakan hukum.
Usai kericuhan, lembaga pemasyarakatan masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengevaluasi dampak aksi dan merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas pengelolaan lapas. Meeting Results ini juga menjadi bahan diskusi untuk mengupas lebih dalam mengenai tantangan dalam penegakan hukum terkait narkotika.
Terlepas dari kegaduhan yang terjadi, aksi unjuk rasa ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap proses hukum di Lapas Bollangi. Meeting Results di depan lapas menjadi momen penting untuk menyampaikan aspirasi, meski terkadang berujung pada konflik yang memicu penangkapan.