Main Agenda: Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya yang Benar, Niat dan Amalannya
Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya yang Benar, Niat dan Amalannya
Main Agenda - Sholat Idul Adha menjadi bagian penting dalam Main Agenda Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026. Dengan pemerintah menetapkan hari raya tersebut jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, umat Muslim perlu memahami tata cara dan bacaan sholat ini untuk menjalankannya secara tepat. Sholat Idul Adha termasuk dalam kategori ibadah sunnah muakkadah, yang memperkuat nilai syi'ar min sya'air al-Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, disebutkan bahwa orang-orang Jahiliyah dulu merayakan dua hari besar dengan cara bersenang-senang. Namun, Nabi Muhammad SAW menetapkan dua hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai pengganti." (HR An Nasai)
Persiapan dan Niat Sholat Idul Adha
Sebelum sholat Idul Adha dimulai, terdapat beberapa persiapan yang dianjurkan, termasuk memperhatikan kebersihan diri dan bacaan niat. Main Agenda ini melibatkan penjelasan bahwa niat sholat harus diucapkan sebelum mengangkat tangan dan membaca takbiratul ihram. Bagi imam dan makmum, niat ditujukan untuk melaksanakan dua rakaat sholat Idul Adha dengan tujuan memperingati hari raya yang merupakan bagian dari kesucian Islam.
"Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta'aalaa" Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
Setelah niat, pembacaan takbiratul ihram dimulai dengan mengangkat kedua tangan. Dalam rakaat pertama, takbir diucapkan tujuh kali, diiringi tasbih: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. Pada rakaat kedua, jumlah takbir berkurang menjadi lima kali, namun bacaan tasbih tetap dilakukan untuk memperkuat keikhlasan dalam ibadah.
Langkah-Langkah dan Bacaan Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilakukan dengan seruan asholaatul jaam'iah, bukan azan atau iqomah. Makmum diwajibkan menunggu imam menggerakkan rukuk dan sujud sebelum meniru. Dalam Main Agenda ini, disebutkan bahwa surah yang dibaca pada rakaat pertama biasanya Surat Qaf atau Al-A’la, sementara rakaat kedua umumnya menggunakan Surah Al-Ghasyiah atau surah pendek lainnya.
"Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan sholat Idul Adha sebelum sholat Idul Fitri, seperti yang tercatat dalam hadits: 'أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ' Artinya: Nabi SAW menulis surat untuk sebagian sahabat agar mengutamakan sholat Idul Adha dibandingkan Idul Fitri."
Setelah menyelesaikan dua rakaat, umat Muslim disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha. Khutbah ini memperjelas makna hari raya tersebut dalam Main Agenda, termasuk menyampaikan Alhamdulillah, salawat, ayat al-Qur’an, serta wasiat Taqwa. Sholat Idul Adha juga memperkuat persatuan umat Muslim dalam memperingati kesucian hari raya yang dirayakan sekaligus menjadi ajang pengabdian kepada Allah.
Amalan Sunnah dan Makna dalam Main Agenda
Dalam Main Agenda sholat Idul Adha, amalan sunnah seperti mandi sebelum berangkat ke tempat ibadah menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Ini didasarkan pada kebiasaan Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, sebagaimana tercantum dalam atsar: "Abdullah Ibnu Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu mandi pada hari raya fitri sebelum pergi shalat."
"Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menetapkan atsar tersebut sebagai hadits shahih dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab. Dengan mengetahui tata cara sholat dan amalan sunnah, umat Muslim dapat memenuhi Main Agenda yang diharapkan Allah."
Sholat Idul Adha tidak hanya menjadi bagian dari Main Agenda, tetapi juga mengingatkan umat Muslim untuk menjalani ibadah dengan kesungguhan dan ketulusan. Amalan sunnah lainnya seperti mencukur rambut, memakai pakaian baru, dan berbagi daging qurban memberikan makna lebih dalam dalam kehidupan spiritual dan sosial. Dengan mengikuti semua tahapan, umat Muslim menjalani hari raya secara utuh sesuai ajaran Islam.