Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pemilik Tak Jelas, 2 Boeing 737 di PTDI Akan Jadi Laboratorium Edukasi Penerbangan

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Elizabeth Jones

Dalam Rangka Latest Program, PTDI Perkenalkan Konsep Laboratorium Edukasi Penerbangan

Latest Program yang dicanangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung semakin mendapat perhatian publik setelah dua unit Boeing 737-200 ditemukan dalam kondisi tidak teridentifikasi. Pesawat tersebut, yang telah terparkir selama lebih dari 20 tahun di area pabrik PTDI, akan diubah menjadi fasilitas edukasi bagi masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa. Tindakan ini menunjukkan upaya PTDI dalam mengoptimalkan penggunaan aset serta mendukung pengembangan industri penerbangan di Indonesia.

Aset Terbengkalai Menjadi Sarana Pendidikan

Dua pesawat Boeing 737-200, yang awalnya diserahkan oleh PT Burak ke PT ANI untuk perawatan dan overhaul, kini menjadi bahan pertimbangan dalam Latest Program PTDI. Namun, setelah PT ANI mengalami perubahan kepemilikan, proses maintenance tidak selesai, dan status kepemilikan pesawat menjadi ambigu. Seiring waktu, kedua unit pesawat tersebut tetap berada di area PTDI tanpa digunakan secara aktif, menghambat ruang produksi serta memberi kontribusi minimal bagi bisnis perusahaan.

“Kita coba hubungi PT ANI di sana juga tidak didapati catatan dua pesawat ini. Untuk mengelola pesawat ini kita butuh aspek legal makanya kita umumkan di media untuk mencari siapa pemiliknya,” ujar Adi Prastowo, Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PTDI.

Menurut Adi Prastowo, PTDI telah menyiapkan rencana untuk menjamin legalitas penggunaan aset tersebut. Dalam Latest Program ini, perusahaan menetapkan bahwa pesawat-pesawat yang tidak memiliki identitas kepemilikan akan dialihfungsikan sebagai media pembelajaran. Nantinya, pesawat akan menjadi bahan kajian untuk meningkatkan pemahaman teknologi penerbangan, sekaligus menjadi sarana membangun minat masyarakat terhadap bidang kedirgantaraan.

Transformasi Berkelanjutan dalam Latest Program

Kebijakan ini merupakan bagian dari Latest Program yang bertujuan mengubah pola penggunaan sumber daya di sektor penerbangan. Adi Prastowo menjelaskan bahwa pengalihan fungsi pesawat akan dilakukan secara bertahap. PTDI berharap inisiatif ini bisa menjadi contoh bagaimana aset yang tidak produktif bisa dimanfaatkan secara lebih maksimal, sekaligus menginspirasi inovasi serupa di perusahaan lain.

Dalam Latest Program ini, PTDI juga menyiapkan program kerja sama dengan lembaga pendidikan, seperti sekolah teknik dan universitas, untuk memberikan pelatihan praktis. Pesawat Boeing 737-200 yang kini akan menjadi laboratorium edukasi akan digunakan untuk membuka sesi pembelajaran tentang sistem penerbangan, pengoperasian mesin, dan manajemen kabin. Selain itu, perusahaan juga berencana menyelenggarakan workshop bagi calon pilot dan insinyur di masa depan.

Adi Prastowo menegaskan bahwa Latest Program ini merupakan keputusan strategis untuk menjaga relevansi PTDI dalam era transformasi teknologi. "Dengan menyiapkan laboratorium edukasi, kami percaya pesawat ini akan memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat dan sektor penerbangan Indonesia, terlepas dari kondisi kepemilikan yang tidak jelas," katanya.

Peluncuran Latest Program ini juga dilakukan sebagai bagian dari komitmen PTDI dalam mendukung ekosistem penerbangan yang lebih kuat. Dengan menyediakan akses langsung ke perangkat keras seperti Boeing 737, perusahaan ingin memperkuat kapasitas SDM nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global di bidang aviasi. Harapan besar pun ditempatkan pada Latest Program ini, sebagai penggerak perubahan paradigma pembelajaran di sektor penerbangan.