Berita
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Berita

Kecelakaan di Jombang – 2 Pemotor Emak-Emak Tertabrak Truk Tangki usai Pulang Ngaji

David Jackson ⏱ 3 min read

Kecelakaan di Jombang: Dua Ibu-ibu Rumah Tangga Tertabrak Truk Tangki Usai Pulang Ngaji

Kecelakaan di Jombang terjadi pada Selasa (12/5/2026) di Jalan Raya Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Peristiwa ini melibatkan truk tangki yang mengangkut air isi ulang dan dua pengendara sepeda motor. Kedua korban, yang merupakan ibu-ibu rumah tangga, mengalami cedera serius setelah tertabrak oleh kendaraan truk tersebut. Kecelakaan ini menjadi perhatian publik karena melibatkan dua pengendara wanita yang sedang pulang ngaji, sebuah kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh masyarakat setempat.

Latar Belakang dan Lokasi Kecelakaan

Kecelakaan di Jombang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Raya Desa Betek. Lokasi ini dikenal sebagai jalur utama yang dilalui oleh banyak kendaraan, termasuk truk besar. Truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan dikemudikan oleh Mustofa (56), warga Pacet, Mojokerto. Menurut informasi, truk tersebut sedang berusaha melakukan manuver balik untuk memasuki jalan sepi setelah mengantar barang. Dalam kejadian tersebut, dua pemotor emak-emak yang sedang pulang ngaji dari sebuah masjid di desa sekitar tidak sempat menghindar.

“Karena truk tangki sedang berputar balik, posisi kedua emak-emak ini berada di samping truk dan diduga tidak melihat lampu sein yang sudah dinyalakan, sehingga akhirnya tertabrak,” kata Mulyono, warga setempat, di lokasi kejadian.

Kecelakaan di Jombang ini menimbulkan kekacauan di jalur lalu lintas. Truk tangki dengan kecepatan sekitar 40 km/jam melakukan manuver tiba-tiba, sementara kedua pemotor terkejut karena tidak menyangka situasi tersebut. Benturan terjadi secara mendadak, mengakibatkan kedua korban terjatuh dan tergeletak di permukaan jalan. Mereka segera diberi pertolongan pertama oleh warga sekitar sebelum polisi tiba di lokasi.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Korban yang terluka adalah Neneng Irmawati (45) dan Rohmawati (47), warga Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Mojoagung dengan kondisi memar dan luka ringan. Meski tidak terlalu parah, keduanya mengalami trauma psikologis akibat kecelakaan di Jombang yang terjadi di akhir pekan. Petugas medis mengatakan bahwa kondisi korban stabil dan sudah bisa berbicara, meski masih membutuhkan perawatan intensif.

Kecelakaan di Jombang ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan berkendara di jalur jalan raya. Saat kejadian, cuaca terang namun jalur yang sempit membuat pengemudi truk kesulitan mengantisipasi gerakan pemotor. Truk tangki yang bergerak dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghentikan kendaraannya sebelum tabrakan terjadi. Kedua pemotor mengalami kerusakan signifikan di bagian depan sepeda motor mereka, sementara truk hanya mengalami kerusakan kecil di bagian belakang.

Persiapan dan Respons Petugas

Setelah kejadian, Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 20 menit. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan mengambil keterangan dari saksi serta korban. Menurut Kepala Unit Gakkum, Bripka Aris Wibowo, kecelakaan di Jombang ini menjadi contoh penting tentang pentingnya kesadaran berkendara, terutama saat berhadapan dengan kendaraan besar.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, polisi memberikan kesempatan kepada warga untuk melihat rekaman kamera pengawas yang dipasang di sekitar lokasi. Rekaman tersebut menunjukkan bahwa truk tangki sempat mengatur lampu sein, tetapi pemotor emak-emak terlalu dekat dan tidak mampu menghindar. Polisi juga mengimbau kepada para pengemudi truk untuk mengecek kondisi jalan sebelum melakukan manuver balik dan memastikan jarak aman dengan kendaraan lain.

Kecelakaan di Jombang ini menyisakan dampak psikologis yang cukup mendalam bagi korban. Rohmawati mengatakan bahwa kejadian tersebut membuatnya terkejut karena sedang dalam perjalanan pulang ngaji yang biasanya aman. Neneng Irmawati menambahkan bahwa ia sempat memikirkan keluarga yang masih menunggu di rumah. Meski demikian, keduanya bersyukur karena kecelakaan tidak menyebabkan kematian.

Sebagai langkah preventif, Satlantas Polres Jombang telah mengadakan sosialisasi keselamatan berkendara di sekitar Desa Betek. Program ini mencakup pengecekan jalan raya dan penerapan aturan lalu lintas yang ketat. Kecelakaan di Jombang menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat setempat untuk lebih waspada, terutama di jalur yang sering dilalui oleh truk tangki. Selain itu, kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan di sepanjang jalur tersebut.

Bagikan artikel ini