Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Viral 2 Remaja di Kendari Tabrak Ibu Hamil dan Suami gegara Tak Terima Ditegur

Published Juni 9, 2026 · Updated Juni 9, 2026 · By Elizabeth Jones

Historic Moment: 2 Remaja di Kendari Tabrak Ibu Hamil dan Suami Gegara Tak Terima Ditegur

Berawal dari Teguran Singkat, Peristiwa Kekerasan di Kendari Menghebohkan Media Sosial

Historic Moment - Sebuah Historic Moment terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, saat video dua remaja yang menabrakkan sepeda motor ke pasangan suami isteri ibu hamil viral di berbagai platform media sosial. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu pagi, tepatnya di kawasan Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, dan langsung memicu perdebatan masyarakat tentang kesadaran kesopanan dan toleransi di lingkungan sehari-hari.

Korban, ER (32 tahun) dan istrinya SH (28 tahun), yang sedang hamil usia kehamilan enam bulan, sedang berjalan kaki di sekitar lokasi. Mereka terlihat tenang sambil menikmati suasana pagi, hingga tiba-tiba dua remaja melewati mereka dengan kecepatan tinggi. Historic Moment ini pun dimulai ketika ER mencoba menegur pelaku karena menganggap mereka terlalu memakan jalan.

“Kejadiannya korban dan istrinya sedang berjalan kaki di sekitar lokasi. Lalu, datang dua remaja yang berboncengan tersebut melintas berulang kali di hadapan mereka dengan kecepatan tinggi,” kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, Senin (8/6/2026). Ia menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi setelah pelaku merasa dihina oleh korban.

Reaksi korban setelah teguran menimbulkan kemarahan di antara pelaku. Dalam rekaman video yang beredar luas, para remaja terlihat membalas teguran dengan bahasa tubuh yang agresif sebelum memanggil teman-temannya untuk melancarkan serangan. Mereka menggunakan galah sebagai senjata untuk menyerang korban, hingga ER terjatuh ke jalan dan mengalami luka lecet. Historic Moment ini menjadi sorotan karena melibatkan kehamilan korban, yang menambah ketegangan situasi.

Penyidik Polresta Kendari Fokus pada Penyelidikan dan Keterangan Saksi

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan bahwa penyidik telah mengidentifikasi kedua pelaku utama yang terlibat dalam kekerasan tersebut. “Anggota kami masih melakukan pengejaran intensif di lapangan, dan kami memastikan kasus ini akan diproses tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa keterangan dari saksi dan korban menjadi dasar utama dalam penyelidikan.

Video kejadian yang viral menunjukkan proses konflik dari awal hingga akhir. Para pelaku, yang diduga berasal dari lingkungan sekitar, terlihat mempercepat laju sepeda motornya setelah korban menegur. Historic Moment ini memperlihatkan bagaimana kemarahan bisa merubah tindakan santai menjadi kekerasan. Menurut warga setempat, kejadian ini memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya kesopanan dan sikap toleran dalam berlalu lintas.

ER dan SH mengalami kerugian fisik namun beruntung tidak mengalami cedera serius. Setelah kejadian, keduanya sempat dihimpit oleh rasa takut, tetapi akhirnya berani melaporkan peristiwa ini ke pihak berwenang. “Saya hanya ingin menegur mereka, tapi mereka justru menyerang saya. Ini jadi Historic Moment yang mengingatkan kita tentang kebutuhan untuk menghargai orang lain,” kata SH yang masih dalam perawatan.

Impak Sosial dan Tanggung Jawab Masyarakat

Peristiwa ini memicu reaksi luas dari masyarakat dan media. Banyak warganet menyoroti tingkah laku remaja yang tidak menghargai orang tua serta sesama warga. “Ini bukan hanya soal kesalahan remaja, tapi juga tentang kurangnya edukasi kesopanan di kalangan generasi muda,” komentar netizen di salah satu media sosial. Historic Moment ini menjadi bahan pembelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya sikap hormat dan etika dalam interaksi sehari-hari.

Di sisi lain, pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan sanksi hukum yang adil. “Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait perbuatan pelaku, termasuk kejadian yang terjadi sebelum tabrakan,” terang Malau. Ia menegaskan bahwa penyidikan akan berjalan cepat dan transparan agar masyarakat merasa puas dengan hasilnya. Historic Moment ini juga menjadi momentum untuk mendorong program penguatan disiplin lalu lintas dan edukasi sosial di daerah tersebut.

Kasus tabrakan yang diawali dari teguran sederhana ini membuktikan betapa mudahnya konflik bisa terjadi jika tidak dikelola dengan baik. Dengan adanya Historic Moment ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan memahami bahwa setiap tindakan, terlebih kecil, bisa memicu dampak besar. Polresta Kendari menargetkan penyelesaian kasus dalam satu minggu dan siap memberikan kepastian hukum kepada korban serta masyarakat yang terlibat.