Berita
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Berita

Geger! Anjing Gila Positif Rabies Gigit 8 Warga di Maros – Akhirnya Ditembak Mati

David Jackson ⏱ 3 min read

Anjing Gila Positif Rabies Gigit 8 Warga di Maros, Akhirnya Ditembak

Geger Anjing Gila Positif Rabies Gigit 8 – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah terjadi kejadian anjing gila positif rabies yang menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Satu ekor anjing liar dengan kondisi abnormal menyerang delapan warga di Kecamatan Camba, yang akhirnya membuat petugas keamanan mengambil tindakan tegas dengan menembak hewan tersebut. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana anjing rabies bisa mengancam kehidupan manusia, terutama jika tidak segera ditangani. Pemerintah daerah langsung mengambil langkah preventif melalui vaksinasi massal dan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan di sekitar lokasi.

Kejadian Mencengangkan: Anjing Gila Rabies Menyerang Warga

Anjing berbulu coklat putih itu sebelumnya diketahui memiliki perilaku aneh, seperti menyerang warga tanpa sebab jelas. Saat ini, hewan tersebut terbukti mengandung virus rabies setelah diperiksa di laboratorium Balai Besar Veteriner Maros. Kejadian ini terjadi pada akhir Mei 2026, ketika hewan yang diduga terinfeksi mulai meresahkan warga. Beberapa korban mengalami luka di tangan dan kaki saat secara mendadak diserang, bahkan ada yang terpaksa melawan dengan menendang hewan tersebut.

“Saya sedang jogging pagi hari ketika tiba-tiba diterkam. Saya coba menendang, tapi anjing itu sangat ganas,” kata salah satu korban, Senin (11/5/2026).

Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana anjing rabies bisa menimbulkan bahaya nyata. Virus ini menyebar melalui gigitan dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diatasi. Dalam beberapa jam setelah kejadian, warga yang tergigit langsung diberikan vaksinasi rabies sebagai langkah pencegahan. Kecemasan masyarakat meningkat, dengan banyak orang khawatir akan penularan ke orang lain.

Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Anjing Gila Rabies

Bupati Maros Chaidir Syam mengungkapkan bahwa laporan adanya anjing rabies datang dari Camat Camba setelah beberapa warga melaporkan kejadian. “Kami terima informasi tentang anjing yang menunjukkan tanda-tanda gila, lalu mengecek di laboratorium untuk memastikan diagnosis,” jelasnya. Pemerintah segera merespons dengan mengoordinasikan tim vaksinasi dan memeriksa kondisi anjing-anjing lain di sekitar lokasi. Selain itu, pihak berwenang juga memberikan sosialisasi mengenai cara menghindari kontak dengan hewan liar.

Menurut petugas kesehatan, vaksinasi harus dilakukan dalam waktu 24 jam setelah gigitan untuk mencegah penyakit menular ini berkembang. Anjing yang menyerang delapan warga sebelumnya telah dikonfirmasi positif rabies, yang menambah kekhawatiran terhadap penyebaran virus ke warga lain. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama saat menjelang malam atau di area terpencil.

Kebutuhan Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Rabies

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas untuk memahami bahaya anjing gila rabies. Rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui gigitan. Jika tidak diberikan pengobatan tepat waktu, penyakit ini bisa menyebabkan kematian dalam beberapa hari. Menurut dokter hewan, tanda-tanda awal anjing rabies termasuk agresivitas berlebihan, menggigit tanpa alasan, dan perilaku tidak normal.

Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Maros menyatakan akan menggelar vaksinasi terhadap seluruh anjing peliharaan di daerah tersebut. “Kita perlu memastikan semua anjing memiliki vaksinasi agar tidak terjangkit virus ini,” kata petugas kesehatan setempat. Selain itu, kesadaran warga untuk melaporkan anjing yang menunjukkan gejala rabies juga dianggap penting dalam mengurangi risiko serangan serupa di masa depan.

Respons Masyarakat dan Upaya Mencegah Penyebaran

Dalam beberapa hari setelah kejadian, warga sekitar memperlihatkan kepedulian tinggi terhadap hewan peliharaan. Banyak orang mulai memantau kondisi anjing-anjing mereka dan memastikan mereka tidak menyimpang dari rutinitas. Petugas kebersihan dan warga lingkungan juga aktif membersihkan area yang ditinggali anjing rabies, agar tidak terjadi kontak dengan manusia.

Masyarakat yang tergigit disarankan segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk diberikan suntikan rabies. Selain itu, mereka dianjurkan menjaga kebersihan luka dan menghindari kontak dengan anjing liar. Anjing gila rabies tersebut dianggap sebagai sumber utama penyebaran virus, sehingga pemerintah dan organisasi kesehatan bersama-sama mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanan warga.

Kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit rabies tidak hanya terbatas pada wilayah Maros, tetapi juga menjadi isu nasional. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus menggalakkan program pencegahan, termasuk vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan. Tindakan cepat dalam menangani anjing rabies adalah kunci untuk meminimalkan risiko kematian di antara manusia.

Bagikan artikel ini