31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang – BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
31 Rumah di Banjar Rusak, BNPB Minta Waspada Cuaca Ekstrem
31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang - Dalam kejadian terbaru, 31 rumah di Banjar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Selasa (26/5/2026). Badai yang disertai hujan deras mengakibatkan dampak utama pada dua desa, yakni Benua Anyar di Kecamatan Astambul dan Pematang Baru di Kecamatan Martapura Timur. Bencana ini menghancurkan struktur bangunan dan mengganggu kehidupan warga setempat, memperlihatkan keparahan situasi cuaca ekstrem.
Detail Kerusakan dan Dampak pada Masyarakat
Angin kencang yang menerjang pada hari Selasa mengakibatkan beberapa rumah hancur sebagian atau rusak total, dengan 11 kepala keluarga terkena dampak langsung. Diperkirakan 35 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara sejumlah warga mengalami luka ringan akibat pohon tumbang atau atap rumah terlempar. BPBD Kabupaten Banjar sedang berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pengumpulan data dan penegakan keterangan perihal kerusakan yang terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa badai tersebut merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan. "BNPB meminta masyarakat Banjar dan sekitarnya tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja, terutama pada akhir musim hujan," tambahnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Bencana ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk memperkuat sistem tanggap darurat di tingkat desa. BNPB menekankan bahwa pengawasan terhadap perubahan musim dan kondisi cuaca menjadi kunci mengurangi risiko kerusakan lebih besar. "Angin kencang dan hujan deras bisa menimbulkan dampak luas jika tidak diantisipasi dengan baik," ujar Muhari, yang menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana.
Langkah-Langkah Penanggulangan dan Kesadaran Masyarakat
Pasca-bencana, pihak BPBD Kabupaten Banjar telah mengkoordinasikan tim penyelamatan untuk membersihkan daerah terdampak dan memulihkan akses transportasi. Selain itu, BNPB menyarankan warga mengaktifkan sistem peringatan dini melalui aplikasi resmi atau media sosial untuk memantau kondisi cuaca secara real-time. "31 Rumah di Banjar Rusak adalah indikasi bahwa kita harus lebih siap menghadapi cuaca ekstrem di wilayah pesisir," tegas Muhari, yang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan BMKG.
Dalam upaya mitigasi, BNPB menekankan pentingnya sosialisasi tentang cara mengatasi dampak angin kencang dan hujan deras. Lembaga tersebut merekomendasikan persiapan alat keselamatan seperti selimut penghangat, tenda darurat, dan bahan makanan untuk jangka pendek. "BNPB memastikan bahwa sistem informasi bencana terus berjalan, termasuk memberikan pemutakhiran kondisi terkini di Banjar," tambahnya, menyoroti kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi risiko.