Visit Agenda: Ratusan Mahasiswa BEM SI Jakarta Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPR RI
Latar Belakang Aksi Demonstrasi
Visit Agenda – Senin (15/6/2026) sore, ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI Jakarta memulai aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR RI. Aksi ini diadakan dalam rangka menuntut pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), yang menurut mereka telah menimbulkan beban ekonomi berat bagi masyarakat luas. Para peserta aksi menyampaikan tuntutan utama mereka melalui orasi, pesan tertulis, dan aksi simpatik yang bertujuan menarik perhatian publik terhadap kebijakan harga BBM terkini.
Kebijakan kenaikan harga BBM yang diterapkan pemerintah dinilai sebagai salah satu agenda kunjungan utama dalam pergerakan mahasiswa. Dalam acara yang dijadwalkan sejak awal bulan, BEM SI Jakarta memperkuat penekanan pada kebutuhan pengurangan biaya hidup. Aksi ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang disusun sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah yang dianggap tidak mengakomodasi kebutuhan rakyat, terutama di tengah situasi ekonomi yang memburuk.
Proses Kumpul dan Persiapan Aksi
Persiapan aksi yang terstruktur dilakukan sejak pagi hari, dengan peserta berkumpul di kawasan dekat Gedung DPR RI sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan di universitas swasta Jakarta, yang mengambil alih tugas organisasi dan koordinasi secara mandiri. Selama perjalanan, massa mendapat dukungan dari pengurus organisasi serta kelompok pendukung, seperti Aliansi Cipayung Menggugat, yang sebelumnya turut aktif dalam isu harga BBM.
Pelaksanaan aksi demo dibuka dengan pawai dari berbagai titik kumpul di sekitar kota, yang berakhir di depan Gedung DPR RI. Selama perjalanan, peserta aksi terus membagikan pesan terkait agenda kunjungan mereka, seperti surat permohonan dan poster yang memaparkan dampak kenaikan BBM pada kehidupan sehari-hari. Dalam upaya memastikan keamanan, polisi menurunkan 3.588 personel gabungan untuk mengawal dan mengarahkan massa agar tidak terjadi kekacauan.
Salah seorang mahasiswa yang hadir mengungkapkan,
“Visit Agenda ini merupakan jawaban kita terhadap kebijakan harga BBM yang dianggap sebagai pelecehan terhadap masyarakat. Kami ingin menyoroti ketidakadilan yang terjadi dalam satu malam, harga BBM naik Rp4.000 lebih,”
menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya membebani mahasiswa, tetapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Penekanan pada Isu Harga BBM
Aksi demonstrasi kali ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan harga BBM yang terus menanjak. Peserta aksi menyoroti bagaimana kenaikan harga BBM berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama lapisan ekonomi rendah yang terbatas dalam pengeluaran sehari-hari. Mereka juga mengkritik keputusan pemerintah yang dianggap terburu-buru dan tidak memperhatikan dampak sosial dari kebijakan tersebut.
Dalam agenda kunjungan ini, mahasiswa menyerukan tuntutan yang jelas, seperti penurunan harga BBM, revisi kebijakan subsidi, dan komunikasi yang lebih transparan dari pemerintah. Mereka menekankan bahwa perubahan harga BBM harus disertai dengan perhitungan yang tepat dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat umum dan pelaku usaha kecil.
Respon Kepolisian dan Masyarakat
Polisi yang hadir berusaha menjaga ketertiban dengan menyediakan titik-titik pengawasan serta menjaga jarak antara peserta aksi dan pihak-pihak yang mungkin memicu konflik. Petugas memastikan bahwa semua peserta aksi dapat menyampaikan aspirasinya secara damai, sesuai dengan instruksi yang diberikan. Kehadiran polisi juga membantu mengatur alur aksi agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI.
Di sisi lain, aksi ini menarik perhatian masyarakat umum yang turut menyaksikan dan mendukung keputusan mahasiswa. Banyak warga sekitar memberikan apresiasi atas tuntutan mereka, sementara lainnya menyampaikan kritik terhadap cara pemerintah menetapkan kebijakan harga BBM. Aksi yang berlangsung selama lebih dari 4 jam ini juga menunjukkan tingginya partisipasi mahasiswa dalam isu nasional, yang tidak hanya terbatas pada lingkaran akademik, tetapi juga mencakup aspirasi masyarakat luas.
Pengembangan Kegiatan dan Kesiapan Selanjutnya
Sebagai bagian dari Visit Agenda yang lebih besar, aksi demo hari ini diharapkan menjadi titik awal untuk pergerakan lebih luas. Mahasiswa BEM SI Jakarta juga menyatakan bahwa mereka siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditanggapi oleh pemerintah dalam waktu dekat. Selain itu, organisasi ini berencana mengundang tokoh-tokoh lain untuk berpartisipasi dalam diskusi terkait kebijakan harga BBM, baik di dalam maupun di luar Gedung DPR RI.
Perluasan agenda kunjungan ini juga mencakup penyampaian laporan kebijakan harga BBM selama beberapa bulan terakhir, serta penekanan pada kebutuhan perubahan struktural dalam sistem subsidi dan harga bahan bakar. Mahasiswa menilai bahwa kebijakan ini tidak hanya memengaruhi kebutuhan harian, tetapi juga menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dengan adanya aksi demo hari ini, mereka ingin menunjukkan bahwa isu harga BBM tetap menjadi prioritas dalam ruang publik dan parlemen.