Inews Tv

Latest Program: Balas Gempuran AS, Garda Revolusi Iran Gempur Lanud Al Azraq Secara Masif

Balas Gempuran AS, Garda Revolusi Iran Gempur Lanud Al Azraq Secara Masif

Latest Program mencatatkan peristiwa serius di Timur Tengah dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggempur Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania secara masif pada Kamis (11/6/2026). Serangan ini menunjukkan kemungkinan perang dingin antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin berubah menjadi konflik langsung. IRGC menyatakan bahwa serangan rudal ini bertujuan menghancurkan fasilitas penting dan merusak sejumlah besar pesawat tempur AS, yang berperan penting dalam operasi militer di wilayah tersebut.

Strategi Serangan Rudal Masif

Korps Garda Revolusi Iran mengungkapkan bahwa serangan ke Lanud Al Azraq adalah bagian dari Latest Program untuk menunjukkan kemampuan militer mereka dalam menghadapi tekanan dari kekuatan luar. Sebelumnya, AS melakukan gempuran udara yang menargetkan wilayah sipil dan industri di Karaj serta Nazarabad, serta markas IRGC di Pishva. Dengan menggempur pangkalan udara Yordania, Iran mencoba menegaskan dominasi mereka dalam medan pertempuran dan mengurangi kemampuan AS untuk mendukung pasukan militer di Timur Tengah.

Menurut laporan, serangan rudal terjadi dalam waktu singkat, dengan 12 peluncuran rudal balistik yang menyerang infrastruktur militer. Pihak IRGC mengklaim bahwa serangan ini berhasil menimbulkan kerusakan signifikan, termasuk merusak sistem radar dan tempat parkir pesawat tempur. Ini menunjukkan strategi yang lebih agresif dalam Latest Program, di mana Iran berusaha membalikkan keuntungan strategis yang sebelumnya diperoleh AS melalui operasi udara mereka.

Respons Amerika Serikat

Selain itu, Latest Program ini juga memicu respons cepat dari AS. Pentagon mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki akibat dari serangan rudal tersebut dan menyiapkan rencana aksi balasan. AS menganggap bahwa serangan ke Lanud Al Azraq adalah bentuk ancaman terhadap keamanan regional, terutama karena pangkalan tersebut menjadi basis penting bagi operasi udara militer mereka di Timur Tengah.

Di sisi lain, Yordania memperlihatkan kebingungan terkait keterlibatan Iran dalam serangan ini. Meski negara tersebut tergolong dekat dengan AS, mereka tetap mengecam aksi rudal yang mengenai wilayah mereka. Peristiwa ini menambah kompleksitas dinamika kekuasaan dalam Latest Program, di mana Iran dan AS saling melancarkan tindakan teror untuk mencapai tujuan strategis masing-masing.

Histori Konflik dan Alasan Serangan

Sebelumnya, IRGC juga melakukan gempuran ke 18 titik strategis militer AS di Teluk. Target utama meliputi pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain. Serangan-serangan ini adalah bagian dari Latest Program yang mencoba memperkuat posisi Iran sebagai pemain utama dalam konflik Timur Tengah.

Pangkalan Udara Al Azraq menjadi sasaran utama karena posisinya yang strategis sebagai hub operasional penting bagi AS. Serangan ini bukan hanya sebagai bentuk pembalasan atas serangan udara AS pada Selasa (10/6/2026), tetapi juga untuk menunjukkan kemampuan IRGC dalam menghadapi musuh di luar wilayah Iran. Dengan Latest Program, Iran berusaha memperluas pengaruhnya di wilayah Timur Tengah dan mengurangi kemampuan AS untuk terus memperluas operasi militer.

Dalam konteks ini, Latest Program mencerminkan perubahan kebijakan Iran dari posisi perlawanan pasif menjadi tindakan ofensif yang lebih intensif. Penyerangan ke Yordania, sebagai bagian dari Latest Program, memberikan sinyal bahwa Iran siap mengambil inisiatif dalam konflik yang berkepanjangan. Meski serangan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas regional, IRGC mengklaim bahwa tindakan mereka adalah upaya untuk melindungi kepentingan nasional dan menghentikan intervensi AS di wilayah Timur Tengah.

Leave a Comment