Budi Setiawan Jadi Sekjen AFI, Target Bawa Piala Dunia Futsal ke Indonesia
Pemilihan dan Visi Baru untuk Pengembangan Futsal
Key Discussion menjadi fokus utama dalam perekrutan Budi Setiawan sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) Asosiasi Futsal Indonesia (AFI). Pernyataan resmi dikeluarkan saat Kongres Biasa AFI berlangsung pada Selasa (12/5/2026), di mana para perwakilan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) dan klub futsal dari berbagai wilayah turut hadir. Pemilihan ini tidak hanya mengubah struktur kepemimpinan AFI, tetapi juga menandai langkah strategis untuk menyiapkan Indonesia sebagai calon tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Budi Setiawan, dengan pengalaman dalam pengelolaan event dan pembangunan infrastruktur olahraga, dianggap memiliki kapasitas untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas kompetisi nasional.
Key Discussion juga mencakup visi Budi dalam meningkatkan keterlibatan publik dan kolaborasi dengan sektor swasta serta pemerintah daerah. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya peran klub profesional dalam menjadikan futsal sebagai olahraga yang lebih terkenal. “Saya percaya bahwa Key Discussion tentang kolaborasi dan dukungan infrastruktur akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan jangka panjang ini,” ujarnya. Selain itu, Budi menyoroti kebutuhan AFI untuk memperkuat sistem pengelolaan pertandingan, termasuk pembangunan stadion dan fasilitas pendukung yang kompetitif.
Kesiapan Infrastruktur dan Koordinasi Nasional
Pelaksanaan Piala Dunia Futsal di Indonesia memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam aspek infrastruktur. Budi Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai manajer event di FIFA Office Jakarta, mengaku siap menghadapi tantangan ini. Ia menyoroti bahwa Key Discussion seputar koordinasi antar daerah menjadi prioritas, karena pengembangan futsal tidak bisa dilakukan secara terpisah dari partisipasi seluruh provinsi. “Kami perlu membangun konsensus nasional untuk memastikan semua kota siap menjadi venue acara internasional,” jelasnya.
Dalam Key Discussion yang diadakan selama Kongres, AFI juga membahas rencana pembangunan pusat pelatihan futsal di beberapa daerah. Budi menekankan bahwa infrastruktur yang terjangkau dan modern akan memperkuat daya tarik olahraga ini bagi pemain muda. Ia juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk mendanai proyek tersebut. “Investasi dari sektor swasta akan menjadi salah satu strategi utama untuk memastikan Indonesia bisa bersaing dalam Key Discussion global,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Pihak Lain dan Peran AFI
Menjadi Sekjen AFI memberikan tanggung jawab besar bagi Budi Setiawan, terutama dalam mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat. Key Discussion yang dilakukan dalam Kongres menunjukkan bahwa AFI berupaya membangun aliansi kuat antara federasi, klub, dan pemain. Budi menyebutkan bahwa Key Discussion tentang penguatan regulasi dan pengakuan olahraga futsal dalam agenda nasional harus terus dilakukan. “Kami perlu mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem futsal yang berkelanjutan,” katanya.
“Key Discussion tentang hubungan antara federasi dan klub harus terus diperkuat. Tanpa kerja sama yang solid, impian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal tidak akan tercapai,” ujar Budi Setiawan.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Popularitas
AFI telah memulai beberapa inisiatif konkret untuk meningkatkan popularitas futsal di Indonesia. Salah satunya adalah mengadakan turnamen regional yang lebih menarik bagi penonton. Budi Setiawan menyatakan bahwa Key Discussion seputar inovasi dalam penyelenggaraan event menjadi fokus utama timnya. “Kami ingin membuat futsal tidak hanya dikenal di kalangan pemain, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat,” katanya. Selain itu, AFI juga berencana menggandeng media nasional untuk menyebarkan narasi positif tentang futsal.
Sebagai bagian dari Key Discussion strategis, Budi juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pelatih serta pemain. Ia berharap melalui program pelatihan yang berkelanjutan, kualitas pertandingan di Indonesia dapat meningkat signifikan. “Kami akan menyelenggarakan kursus pelatih dan program pemain muda, agar bisa menghasilkan tim nasional yang kompetitif di masa depan,” jelasnya. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang siap menghadapi tantangan global.
Kesiapan untuk Bidding Piala Dunia Futsal 2028
Memasuki periode baru