News

Main Agenda: BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

Main Agenda: BI Perluas QRIS ke India dan Hong Kong Tahun 2026

Main Agenda – Dalam Main Agenda, Bank Indonesia (BI) merencanakan pengembangan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) sebagai sistem pembayaran digital lintas batas negara (cross-border) yang akan diterapkan di negara-negara seperti India, Timor Leste, dan Hong Kong pada tahun 2026. Strategi ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi global dan mendorong integrasi transaksi digital di skala internasional. Dengan ekspansi QRIS ke pasar-pasar baru, BI berharap bisa meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan bagi masyarakat dunia serta mendorong pertumbuhan bisnis kecil dan menengah (UKM) secara berkelanjutan.

Strategi QRIS dalam Menjembatani Pasar Global

“QRIS cross-border akan menjadi bagian dari Main Agenda BI dalam mendorong ekonomi digital Indonesia ke kancah global,” kata Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI, dalam taklimat media hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Main Agenda ini melibatkan kolaborasi intensif dengan otoritas keuangan negara-negara mitra, termasuk India dan Hong Kong. QRIS, yang saat ini digunakan secara luas di Indonesia, akan menjadi katalisator utama dalam menyelesaikan tantangan transaksi lintas batas yang masih dihadapi oleh sebagian besar negara. Dengan sistem ini, pengguna dapat melakukan pembayaran secara real-time tanpa perlu mengandalkan mata uang asing atau layanan pihak ketiga, yang sebelumnya memperlambat proses transaksi internasional.

BI telah melakukan beberapa uji coba kemitraan QRIS di wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura, untuk memastikan stabilitas sistem sebelum melangkah ke negara-negara lain. Proses ini melibatkan harmonisasi standar teknis, pengujian koneksi jaringan, dan pembentukan kesepahaman mengenai kebijakan moneter. Dengan memperluas jaringan QRIS ke India, negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, BI memperkirakan akan ada peningkatan signifikan dalam volume transaksi antar kedua negara, terutama di sektor perdagangan dan pariwisata.

Langkah Maju untuk Integrasi Ekonomi

Pembangunan QRIS cross-border tidak hanya berfokus pada keamanan dan efisiensi, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi. Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tujuan Main Agenda BI untuk mendorong transformasi digital dalam sektor keuangan. “QRIS cross-border menjadi strategi penting dalam mempercepat integrasi ekonomi dan memperluas lingkup kerja sama pembayaran,” paparnya. Selain itu, BI juga bekerja sama dengan pihak ketiga seperti bank dan penyedia layanan pembayaran untuk memastikan adopsi QRIS berjalan mulus. Proses ini melibatkan pengembangan infrastruktur teknologi, pelatihan petugas, serta kampanye edukasi kepada masyarakat. Dengan langkah ini, BI berharap mampu menciptakan ekosistem pembayaran yang inklusif dan efisien, terutama bagi masyarakat yang kurang terjangkau oleh sistem keuangan konvensional.

“QRIS cross-border adalah bagian dari Main Agenda BI untuk mewujudkan ekonomi digital yang lebih terbuka,” tambah Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam wawancara khusus.

Main Agenda ini juga menargetkan pembentukan ekosistem transaksi digital yang terintegrasi di kawasan Asia Tenggara, terutama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Dengan QRIS yang terhubung ke negara-negara tetangga, bisnis lokal dapat memperluas jaringan distribusi, sementara wisatawan mancanegara akan lebih mudah bertransaksi menggunakan uang rupiah. BI memproyeksikan bahwa ekspansi QRIS akan meningkatkan volume ekspor dan impor, serta mempermudah arus investasi langsung (FDI) dari negara-negara mitra.

Proyek ekspansi QRIS ke India dan Hong Kong juga mencakup kebijakan pengurangan biaya transaksi. Dengan menstandarkan protokol pembayaran, BI berharap dapat menekan biaya administrasi yang selama ini menjadi hambatan utama dalam transaksi lintas batas. Selain itu, sistem ini akan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan digital, yang menjadi prioritas utama dalam Main Agenda BI untuk mendukung inovasi keuangan dan perbankan. Penggunaan QRIS cross-border juga diharapkan memberikan dampak positif pada kawasan ASEAN, karena Indonesia menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital yang terhubung. BI memandang QRIS sebagai alat penting dalam membangun kemitraan ekonomi dan keuangan antarnegara, yang akan memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

Leave a Comment