Techno

Makin Melek Teknologi, 36,8 Persen UMKM Indonesia Mulai Manfaatkan AI

codex-a62d356c93114d03b27176682d19756e
Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. UMKM Indonesia Mulai Memanfaatkan AI untuk Mendukung Bisnis
  2. Fleksibilitas Pengiriman Menjadi Kebutuhan UMKM
  3. FAQ Pemanfaatan AI bagi UMKM
  4. Related Reading

UMKM Indonesia Mulai Memanfaatkan AI untuk Mendukung Bisnis

Nusantaranews1.com – Makin Melek Teknologi 36 8 Persen menjadi gambaran meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Berdasarkan Survei UMKM 2026 yang dilakukan platform pengiriman Lalamove terhadap lebih dari 300 pelaku UMKM, sebanyak 36,8 persen responden mengaku telah menggunakan AI untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.

AI mulai dilirik sebagai alat pendukung kegiatan sehari-hari, terutama dalam pemasaran, pembuatan konten, serta komunikasi dengan pelanggan. Penggunaan teknologi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha semakin terbuka terhadap solusi digital untuk membantu pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Sementara itu, 29,6 persen responden belum menggunakan AI, tetapi mulai mempertimbangkan penerapannya. Kondisi tersebut memperlihatkan peluang adopsi yang masih besar, terutama ketika kebutuhan bisnis digital terus berkembang dan persaingan usaha menuntut respons yang lebih cepat terhadap pasar.

Pemasaran dan Layanan Pelanggan Jadi Area Utama

Dalam temuan survei tersebut, penggunaan AI paling banyak ditemukan pada kegiatan pemasaran dan pembuatan konten, dengan persentase 42,6 persen. Teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM mencari ide promosi, menyusun materi komunikasi, serta menyiapkan konten yang relevan untuk kebutuhan bisnis.

Selain pemasaran, sebanyak 23,5 persen responden menggunakan AI untuk mendukung layanan pelanggan dan komunikasi. Pemanfaatan ini memperlihatkan bahwa teknologi mulai menjadi pilihan bagi UMKM untuk membantu interaksi dengan konsumen, termasuk ketika kebutuhan pelanggan semakin beragam.

Makin Melek Teknologi 36 8 Persen juga mencerminkan perubahan cara pelaku usaha melihat teknologi. AI tidak hanya dipandang sebagai inovasi untuk perusahaan besar, tetapi mulai dipertimbangkan sebagai pendukung operasional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha kecil.

Fleksibilitas Pengiriman Menjadi Kebutuhan UMKM

Menjelang 2027, tantangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan penggunaan AI. Perubahan kebutuhan pelanggan juga membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan sistem operasional, khususnya dalam pengiriman barang. Sebanyak 60,7 persen responden menyatakan semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan.

Kemudian, 43,3 persen responden membutuhkan layanan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel. Kecepatan pelayanan pun menjadi perhatian karena 36,3 persen responden menyebut ekspektasi pelanggan terhadap layanan cepat sebagai faktor yang memengaruhi kegiatan operasional bisnis.

Sebanyak 34,3 persen responden juga mengaitkan perubahan kebutuhan pengiriman dengan meningkatnya jumlah pesanan pelanggan. Kondisi ini menuntut pelaku UMKM untuk memilih sistem logistik yang sesuai dengan jenis produk, volume pesanan, serta tujuan pengiriman.

Dari sisi barang yang dikirim, makanan dan minuman menjadi kategori terbesar dengan persentase 42,4 persen. Dokumen dan berkas kantor berada di posisi berikutnya sebesar 25,9 persen, sedangkan pakaian dan produk fesyen mencapai 23,2 persen. Keragaman produk tersebut membuat kebutuhan pengiriman tiap UMKM dapat berbeda-beda.

“Pelaku UMKM perlu semakin adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku pelanggan dan dinamika operasional bisnis. Di tengah perkembangan pemanfaatan teknologi, fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu aspek penting untuk membantu bisnis merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam,” ujar Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Pengelolaan Biaya dan Dukungan Pertumbuhan Usaha

Selain adaptasi teknologi dan pengiriman, pengelolaan biaya tetap menjadi perhatian pelaku UMKM. Kebutuhan operasional yang semakin beragam membuat pengusaha perlu menyesuaikan pengeluaran dengan kapasitas bisnis, terutama ketika jumlah pesanan meningkat.

Pelaku UMKM juga memandang dukungan pemasaran dan promosi, pembiayaan untuk pengembangan usaha, serta peluang membangun jejaring bisnis sebagai faktor penting bagi pertumbuhan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan pengelolaan operasional yang efisien dan pelayanan yang konsisten.

Makin Melek Teknologi 36 8 Persen menunjukkan bahwa kesiapan UMKM menghadapi perubahan pasar bukan hanya soal memakai AI. Kemampuan menjaga biaya, merespons pesanan, mengatur pengiriman, dan memahami kebutuhan pelanggan tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan usaha.

FAQ Pemanfaatan AI bagi UMKM

Apa manfaat AI bagi UMKM?

AI dapat membantu UMKM dalam pemasaran, pembuatan konten, pencarian ide promosi, dan komunikasi dengan pelanggan. Pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan usaha agar benar-benar mendukung operasional.

Apakah semua UMKM harus memakai AI?

Tidak semua UMKM harus langsung menggunakan AI. Pelaku usaha dapat mempertimbangkannya berdasarkan jenis usaha, kebutuhan pekerjaan, kemampuan operasional, dan anggaran yang tersedia.

Mengapa fleksibilitas pengiriman penting bagi UMKM?

Fleksibilitas pengiriman membantu UMKM merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, termasuk pengiriman ke beberapa lokasi, di luar jam operasional, atau saat volume pesanan meningkat.

Leave a Comment