News

Kapolri Temui Panglima TNI, Bahas Narkoba hingga Tambang Ilegal dan Ancaman Siber

codex-5011c6c065ef48d5a9535b48bc55de40
Foto : William Garcia - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Kapolri Temui Panglima TNI Bahas Penguatan Keamanan Nasional
  2. FAQ Sinergi TNI-Polri
  3. Related Reading

Kapolri Temui Panglima TNI Bahas Penguatan Keamanan Nasional

Nusantaranews1.com – Kapolri Temui Panglima TNI Bahas narkoba, pertambangan ilegal, hingga ancaman siber dalam pertemuan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya soliditas TNI dan Polri di tengah tantangan keamanan yang semakin beragam. Koordinasi tidak hanya dibutuhkan pada tingkat pusat, tetapi juga harus berjalan kuat hingga wilayah daerah agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara terpadu.

“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Kapolri.

Dalam agenda Kapolri Temui Panglima TNI Bahas tersebut, kedua institusi memberi perhatian pada persoalan yang berdampak langsung terhadap keamanan masyarakat dan kepentingan negara. Isu yang dibicarakan mencakup peredaran narkotika, aktivitas pertambangan ilegal, kejahatan transnasional, premanisme, pemalakan, serta perkembangan tindak kejahatan di ruang digital.

Pemberantasan Narkoba dan Tambang Ilegal

Kapolri menilai peredaran narkotika terus berkembang melalui beragam modus dan jalur penyelundupan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah dugaan penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai sarana peredaran narkotika cair. Perkembangan modus tersebut menuntut kewaspadaan lebih besar dari aparat dan dukungan kerja sama yang kuat antarlembaga.

Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh terhadap jaringan yang terlibat. Penindakan tidak hanya diarahkan kepada pelaku lapangan, tetapi juga kepada pihak yang diduga memberikan perlindungan atau membekingi kejahatan tersebut, termasuk apabila terdapat oknum aparat yang terlibat.

“Peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai modus dan jalur penyelundupan. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam pemberantasannya. Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” kata Kapolri.

Selain narkotika, pertambangan ilegal menjadi pembahasan penting dalam pertemuan itu. Aktivitas tersebut dipandang perlu ditangani secara tegas karena berkaitan dengan perlindungan kekayaan alam negara. TNI dan Polri didorong memperkuat langkah penindakan melalui pembentukan satuan tugas terpadu agar pengawasan serta penanganan pertambangan ilegal dapat dilakukan lebih efektif.

Penguatan kerja sama juga diperlukan untuk menghadapi kejahatan transnasional yang memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan. Penanganan persoalan ini membutuhkan koordinasi berkelanjutan, pertukaran informasi, serta tindakan yang konsisten sesuai kewenangan masing-masing institusi.

Ancaman Siber, Premanisme, dan Identitas Digital

Kapolri Temui Panglima TNI Bahas juga menyoroti pentingnya menghadapi ancaman keamanan yang berkembang akibat pemanfaatan teknologi. Kejahatan siber dan penyalahgunaan identitas menjadi perhatian karena dapat merugikan masyarakat serta memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Penguatan kemampuan keamanan siber dinilai penting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan modus kejahatan. Selain itu, pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat dalam menghadapi risiko penyalahgunaan data dan identitas.

“Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. Penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” ucapnya.

Kapolri turut menaruh perhatian pada praktik premanisme dan pemalakan yang dinilai meresahkan masyarakat. Praktik tersebut harus diberantas karena berpotensi mengganggu rasa aman serta aktivitas perekonomian. Sinergi TNI-Polri diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi keamanan yang kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi kunjungan Kapolri bersama jajaran pejabat utama Polri. Dia menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi yang terus dijaga merupakan kunci untuk mempertahankan soliditas kedua institusi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan negara.

Panglima TNI juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika strategis global dan potensi gangguan keamanan di dalam negeri. Selain menjalankan tugas keamanan, TNI dan Polri diharapkan terus mendukung program pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.

FAQ Sinergi TNI-Polri

Apa saja isu utama yang dibahas dalam pertemuan Kapolri dan Panglima TNI?

Pertemuan membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menghadapi peredaran narkotika, pertambangan ilegal, kejahatan transnasional, premanisme, pemalakan, ancaman siber, dan penyalahgunaan identitas digital.

Mengapa penguatan keamanan siber menjadi perhatian?

Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan siber dan penyalahgunaan identitas. Karena itu, penguatan kemampuan siber serta sistem identitas digital terverifikasi dipandang penting untuk melindungi masyarakat.

Bagaimana penanganan pertambangan ilegal akan diperkuat?

TNI dan Polri didorong membentuk satuan tugas terpadu untuk memperkuat penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal sekaligus menjaga kekayaan alam negara.

Leave a Comment