Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor Dibongkar, Pasok Tambang Emas hingga Sukabumi
Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor Dibongkar, Empat Orang Jadi Tersangka
Nusantaranews1.com – Polres Bogor membongkar Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor yang diduga memasok bahan berbahaya untuk kegiatan tambang dan pengolahan emas tanpa izin. Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka setelah menemukan gudang penyimpanan di Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus tersebut berawal dari pengembangan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran di bidang pertambangan serta perdagangan bahan berbahaya tanpa izin. Polisi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menerima pasokan merkuri dari jaringan itu.
Empat Tersangka Diamankan Polisi
Empat tersangka yang diamankan berinisial RAR (40), warga Seram Barat; JS, warga Maluku Tengah; FS, warga Papua Tengah; serta RA (48), warga Kota Bogor. Aparat menduga aktivitas distribusi merkuri tersebut telah berjalan sejak 2023.
Menurut penyidik, merkuri telah dikirim sebanyak tiga kali ke wilayah Bogor. Bahan kimia itu diduga kemudian disalurkan kepada pelaku penambangan emas ilegal dan kegiatan pengolahan emas tanpa izin.
“Dari pengungkapan yang kita laksanakan, kita melakukan pengembangan di berbagai wilayah, di mana selanjutnya pada kesempatan ini dapat kita paparkan dua pengungkapan kasus tindak pidana, terkait perdagangan merkuri ilegal dan juga pertambangan ilegal,” kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Jumat (11/9/2026).
Distribusi Diduga Sampai Depok dan Sukabumi
Penyelidikan terhadap Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor tidak hanya berfokus pada Kabupaten Bogor. Polisi menduga para pelaku turut menjual dan mendistribusikan merkuri ke Depok serta Sukabumi.
“Jaringan ini sudah beroperasi sejak tahun 2023 dan telah melakukan pengiriman sebanyak tiga kali ke wilayah Bogor, untuk disuplai ke beberapa tambang emas ilegal dan pengolahan emas ilegal. Para pelaku mendistribusikan dan menjual merkuri ini ke beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Bogor, kemudian di Depok, dan juga Sukabumi,” katanya.
Penelusuran alur pasokan dinilai penting karena penggunaan merkuri dalam aktivitas tambang tanpa pengawasan dapat membawa risiko luas. Selain dugaan perdagangan tanpa izin, aparat mendalami kemungkinan penggunaan bahan tersebut dalam kegiatan pertambangan yang melanggar aturan.
Risiko Merkuri bagi Manusia dan Lingkungan
Merkuri kerap dipakai untuk membantu memisahkan emas dari material tambang. Namun, penggunaan bahan ini tanpa prosedur keselamatan, pengelolaan limbah, dan pengendalian paparan yang memadai dapat membahayakan manusia, hewan, serta ekosistem di sekitar lokasi.
“Merkuri ini adalah bahan baku yang biasa dipakai para penambang ilegal untuk memurnikan bahan-bahannya sehingga menjadi emas. Bahan ini memiliki efek yang cukup merusak, apabila terpapar pada manusia, hewan, dan sebagainya, bisa menimbulkan efek serius terkait kesehatan,” ujar Wikha.
Karena itu, pengungkapan Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor menjadi bagian dari upaya menghentikan peredaran bahan berbahaya yang diduga digunakan dalam praktik tambang emas ilegal. Polisi masih mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak lain yang terlibat.
Para Tersangka Terancam Hukuman
Para tersangka dijerat ketentuan pidana terkait pertambangan dan perdagangan. Penyidik menerapkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Pasal yang dikenakan meliputi Pasal 158 juncto Pasal 35, Pasal 161 juncto Pasal 35 ayat (3) huruf c dan g, serta Pasal 104 atau Pasal 105. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda kategori 8.
Penyidik juga menerapkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan juncto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 terhadap dugaan perdagangan bahan berbahaya tanpa perizinan yang sesuai.
FAQ Jaringan Merkuri Ilegal di Bogor
Apa yang diungkap Polres Bogor? Polres Bogor mengungkap dugaan distribusi merkuri ilegal yang diduga memasok tambang emas dan pengolahan emas tanpa izin di sejumlah wilayah.
Wilayah mana saja yang diduga menjadi tujuan distribusi? Selain Kabupaten Bogor, polisi menduga merkuri turut didistribusikan ke Depok dan Sukabumi.
Mengapa penggunaan merkuri berbahaya? Merkuri dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan apabila digunakan, disimpan, atau dibuang tanpa pengawasan yang aman.