Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 2 Jenazah Korban Tenggelam KM Nurul Salsa di Perairan Selayar
Nusantaranews1.com – Makassar — Tim Disaster Victim Identification (DVI) yang berada di bawah Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan resmi menyelesaikan proses identifikasi terhadap dua jenazah yang ditemukan dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa. Kedua jenazah tersebut berasal dari perairan Kabupaten Kepulauan Selayar dan telah dipastikan sebagai korban kecelakaan kapal melalui prosedur ilmiah yang melibatkan pencocokan data antemortem dengan postmortem secara komprehensif.
Proses Forensik di Posko Makassar
Pemeriksaan forensik terhadap kedua jenazah yang tiba pada Rabu pagi, 22 Juli 2026, dilakukan langsung di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel yang berlokasi di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Tim DVI melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh meliputi kondisi fisik jenazah, sidik jari, struktur gigi, serta ciri-ciri khusus lainnya yang menjadi penanda identitas. Apabila diperlukan, pemeriksaan penunjang juga dilakukan untuk memperkuat hasil identifikasi dan memastikan keakuratan data.
Seluruh temuan dari pemeriksaan postmortem kemudian dibandingkan dengan data antemortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban. Berdasarkan hasil analisis tersebut, jenazah pertama diidentifikasi sebagai Hasriati berusia 44 tahun, sementara jenazah kedua adalah Bau Intang yang berusia 50 tahun. Keduanya merupakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang menjadi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa dan telah melalui proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel.
Penyerahan Jenazah dan Data Tambahan
Setelah identitas kedua korban dikonfirmasi, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga melalui personel Polres Kepulauan Selayar untuk selanjutnya dimakamkan. Selain dua jenazah yang telah teridentifikasi, tim juga telah menerima 16 data antemortem dari keluarga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Data-data ini akan menjadi acuan penting dalam proses identifikasi apabila ditemukan korban lain di kemudian hari.
Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menjelaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur ilmiah untuk memastikan keakuratan identitas korban. Tim DVI bekerja secara sistematis dan terstruktur dalam menangani kasus ini.
“Kami menerima dua kantong jenazah dan melakukan identifikasi,” ujar Kombes Haris.
Berdasarkan data terkini, dari total 76 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 61 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 58 orang dinyatakan selamat dan tiga korban meninggal dunia. Sementara itu, 15 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait.
Proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim DVI Polda Sulsel ini merupakan bagian dari upaya pemulihan dan penutupan kasus kecelakaan kapal yang menewaskan beberapa penumpang. Seluruh jenazah yang ditemukan akan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan agama yang dianut.
