News

Dokter Koas Zulfikar Drakel Meninggal di Metro Lampung, FKUI: Dokter Muda Bukan Mesin!

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Dokter Koas Zulfikar Drakel Meninggal di Metro Lampung

Nusantaranews1.com – Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Indonesia setelah Dokter Koas Zulfikar Drakel Meninggal di Metro Lampung. Dokter muda berusia 25 tahun ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar mandi penginapan yang berada di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung. Insiden tragis tersebut terjadi pada malam hari, Selasa (21/7/2026), ketika sang dokter sedang menjalankan Program Dokter Internship Indonesia atau yang dikenal dengan PDII. Zulfikar merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2018 dan berasal dari Kalimantan Tengah.

Berdasarkan laporan dari pihak pengelola penginapan, korban tidak terlihat keluar dari kamarnya selama dua hari terakhir sebelum kematiannya. Rekan-rekan korban yang merasa khawatir akhirnya menghubungi pihak penginapan karena kesulitan menjangkau Zulfikar selama beberapa hari berturut-turut. Setelah menerima informasi tersebut, tim Satreskrim Polres Kota Metro bersama Polda Lampung segera menuju lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP. Jasad almarhum kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro untuk menjalani proses autopsi guna menentukan penyebab pasti kematiannya.

FKUI Menyampaikan Duka Cita Mendalam

Civitas akademika FKUI menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian dr Zulfikar Drakel. Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (22/7/2026), pimpinan universitas menegaskan bahwa kehilangan seorang dokter muda merupakan momen yang sangat berarti bagi dunia medis Indonesia. FKUI juga menyoroti pentingnya menciptakan budaya kerja yang memanusiakan para tenaga kesehatan muda di lapangan. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa di balik besarnya tuntutan pelayanan publik, seorang dokter tetaplah manusia biasa yang membutuhkan perlindungan.

Kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti. Ia mengingatkan kita bahwa di balik tugas, tanggung jawab, dan tuntutan pelayanan, setiap dokter tetaplah manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada dalam lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat.

FKUI merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan perbaikan sistem kesehatan secara menyeluruh, meskipun pelaksanaan Program Internship berada di luar tata kelola langsung pihak universitas. Pernyataan resmi tersebut juga menekankan bahwa tidak ada pelayanan yang bermutu tanpa tenaga kesehatan yang dijaga, dan tidak ada pendidikan kedokteran yang unggul tanpa nilai kemanusiaan.

Imbauan untuk Tidak Berspekulasi

Pihak almamater mengimbau publik dan sejawat medis untuk tidak berspekulasi mendahului proses pemeriksaan resmi yang sedang berjalan. Namun di sisi lain, keluhan serta pengalaman para dokter muda di lapangan harus ditampung sebagai bahan evaluasi bersama. Melalui pernyataan resminya, jajaran pimpinan FKUI mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga dan rekan sejawat yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Kepergian dr Zulfikar yang mendadak membawa duka mendalam sekaligus refleksi kritis bagi seluruh ekosistem pendidikan dan pelayanan kedokteran di Tanah Air. Banyak pihak yang mulai menyoroti kondisi para dokter intern yang sering kali harus bekerja dengan beban tugas yang berat tanpa dukungan yang memadai. Insiden ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem kesehatan nasional agar para tenaga medis muda dapat bekerja dengan lebih baik dan aman.

Leave a Comment