Finance

Culture Festival TelkomGroup 2026: Perkuat Peran Pegiat Budaya di Masa Transformasi

Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Culture Festival TelkomGroup 2026: Perkuat Budaya di Masa Transformasi
  2. Related SEO Topics
  3. Frequently Asked Questions

Culture Festival TelkomGroup 2026: Perkuat Budaya di Masa Transformasi Nusantaranews1.com – Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali

Culture Festival TelkomGroup 2026: Perkuat Budaya di Masa Transformasi

Nusantaranews1.com – Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar Culture Festival TelkomGroup 2026 melalui acara puncak Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG). Acara ini menghadirkan para senior leaders sebagai role model, serta Culture Agent dan Culture Booster dari seluruh lingkup TelkomGroup. Dengan tema “Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts”, kegiatan ini bertujuan mengajak para penggerak budaya menjadikan nilai perusahaan sebagai pedoman dalam menjalankan fungsi mereka sebagai agen perubahan. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung transformasi TelkomGroup di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.

CAMG berfungsi sebagai wadah bagi Culture Agent dan Culture Booster dari berbagai unit kerja untuk saling bertukar pengalaman, belajar bersama, dan memperkuat kolaborasi dalam mengimplementasikan budaya perusahaan. Selain menjadi ruang diskusi, acara ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para penggerak budaya yang aktif menghidupkan nilai-nilai perusahaan dalam aktivitas sehari-hari.

Diskusi Panel dan Narasumber Inspiratif

Acara dibuka dengan diskusi panel yang menghadirkan representatif pegiat budaya dari Witel, Regional, serta Operating Company (OpCo). Mereka berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan budaya di unit kerja masing-masing. CAMG tahun ini juga menghadirkan dua narasumber penting, yaitu Adjie Santosoputro sebagai Mindfulness Practitioner dari Santosa Indonesia, dan Choky Sitohang sebagai Founder serta CEO of Choky Sitohang Speaking Incorporation (ChoSSI). Keduanya berbagi ilmu dan praktik mengenai pentingnya membangun ketangguhan diri, budaya saling menghargai, serta menjaga nilai-nilai perusahaan agar tetap relevan di tengah perubahan.

Adjie Santosoputro mengajak peserta untuk memahami bahwa perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan maupun dunia kerja. Menurutnya, setiap orang tidak selalu dapat mengendalikan perubahan yang terjadi, tetapi dapat memilih cara menyikapinya agar tetap mampu menjalankan peran dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Perubahan akan lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama sebagai satu tim.

Choky Sitohang turut menguatkan pentingnya perubahan bagi seseorang maupun organisasi. Ia menyampaikan bahwa kebiasaan saling menghargai dapat memperkuat hubungan antarindividu sekaligus menciptakan kerja sama yang lebih baik di tengah berbagai perubahan yang dihadapi organisasi.

Penghargaan dan Apresiasi

Pada kesempatan yang sama, Telkom juga memberikan penghargaan Best Culture Agent/Culture Booster kepada para Culture Agent dan Culture Booster yang dinilai konsisten mengimplementasikan budaya perusahaan di unit kerja masing-masing sepanjang 2025.

Menutup agenda CAMG, Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh budaya yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan TelkomGroup.

Strategi sehebat apa pun akan runtuh jika budaya organisasinya tidak mendukung. Culture eats strategy for breakfast, karena strategi hanya akan menjadi rencana di atas kertas apabila tidak diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

Sebelumnya, Telkom telah melaksanakan Culture Assessment yang diikuti oleh seluruh unit kerja di lingkungan TelkomGroup. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi implementasi budaya perusahaan sekaligus bentuk apresiasi kepada unit kerja yang berhasil menerapkan budaya perusahaan secara konsisten dan memberikan dampak positif terhadap organisasi maupun bisnis. Hasil evaluasi tersebut telah disampaikan melalui Culture Award: Best Corporate Culture Implementation dalam rangkaian peringatan HUT ke-61 Telkom Indonesia.

Tahun ini, Witel Suramadu, Telkom Regional 2, Enterprise Business Strategy, Divisi Wholesale Service, dan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berhasil meraih predikat The Winner pada kategori masing-masing. Selain itu, penghargaan 1st Runner Up dan 2nd Runner Up juga diberikan kepada unit-unit kerja lain sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menerapkan budaya perusahaan.

Melalui Culture Festival 2026, Telkom berkomitmen untuk senantiasa memperkuat implementasi budaya perusahaan agar tetap hidup dalam keseharian seluruh insan TelkomGroup. Dengan peran aktif role model, Culture Agent, dan Culture Booster di setiap unit kerja, budaya perusahaan diharapkan tidak hanya menjadi nilai yang dipahami bersama, tetapi juga tercermin dalam cara bekerja, berinteraksi, dan mengambil keputusan sehari-hari.

Frequently Asked Questions

Apa itu Culture Festival TelkomGroup 2026?

Culture Festival TelkomGroup 2026 adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Culture Festival TelkomGroup 2026 penting?

Culture Festival TelkomGroup 2026 penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Culture Festival TelkomGroup 2026 ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Leave a Comment